Sang surya kembali menunjukkan kekuasaannya di atas bumi Pertiwi, seluruh makhluk hidup kembali memulai segala aktivitas mereka di sepanjang hari ini, tak kecuali juga keluarga Pratama yang tengah menikmati sarapan di ruang makan berkelas yang sudah seperti restoran elit.
"Selamat pagi, sayang. Kita sarapan terlebih dahulu yuk!" ajak mama Diana tersenyum hangat.
"Selamat pagi juga, nyai ratu. Aku tidak bisa sarapan bersama dengan kalian, ada urusan yang sangat penting harus aku selesaikan di kantor." sahut Andrean lembut sambil mengecup pipi mama Diana yang langsung berwajah masam.
"Pergilah! Jadikan saja kantormu itu sebagai ibumu! Atau mungkin saja, kau sudah memiliki Ibu lain di luar sana, iya kan?" ucapnya merajuk.
"Wah! Mamaku yang cantik, itu tidak mungkin terjadi. Mama adalah orang yang paling penyayang dan baik hati. Nggak ada yang bisa menggantikan Mama dalam hati Andrean." sahutnya merangkul sang ibu.
"Hmm,! Sepertinya, semua orang telah melupakanku saat ini." Jessie tiba-tiba muncul dan memasang wajah masam.
Mendengar hal tersebut, sepasang ibu dan anak itu tetap acuh. Dengan penuh perhatian serta kelembutan Andrean menuntun Mama Diana menuju kursi lalu meminta sang ibu untuk duduk.
Di hadapan mereka telah terhidang berbagai makanan lezat. Andrean membalik piring kosong di depannya, lalu mulai mengisi piring tersebut dengan menu-menu sehat yang tersedia., kemudian menyerahkannya kepada Mama Diana yang tersenyum lembut.
"Terima kasih, Sayang. Sebaiknya kau ikut makan bersamaku sebelum pergi bekerja!."
"Ma, ak-"
"Bang! Apa kau hanya akan menyapa dan menaruh nasi Mama saja? Bagaimana denganku? Aku juga ingin diperlakukan seperti itu." kata Jessie merasa kesal karena diabaikan.
Andrean menghela nafas panjang. Belum selesai satu urusan, kini yang lainnya akan meminta sesuatu yang akan membuat Andrean sakit kepala. Dia melirik tangan sang adik yang bergelayut manja di lengan kokohnya.
"Hmm, good morning cantik. Tapi apa perlu aku menyapamu? Sekarang Jessie keci…
Mengapa Harus Dia?
sibuk.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments