Dengan diselimuti amarah yang berapi-api, Andrean mulai menekan tombol-tombol di ponselnya guna menghubungi nomor Nona Anindita yang dengan begitu cepat berhasil ia salin. Satu kali, dua kali, namun tak jua terdengar sapaan dari seberang sana. Dia meremas kuat ponsel di genggamannya dan mencoba untuk ketiga kalinya.
Tak lama kemudian, sambungan telepon telah terhubung. "Halo!! Saya ingin bicara dengan Nona Anindita, berikan kepadanya!" pungkas Andrean bernada tinggi.
"Halo! Saya sendiri di sini, ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
Jediarrrr. Suara lembut tapi penuh ketegasan dan sangat dia rindukan, menyeruak ke indra pendengaran Andrean membuat dia seketika mematung di tempatnya.
"Halo! Halo tuan! Apa Anda mendengar saya? Halo!" ujarnya di seberang sana.
Lidah Andrean tiba-tiba menjadi kelu tak mampu berkata-kata, apakah sekarang ia Tengah bermimpi? Ya Tuhan! Jikalau saja ini adalah mimpi, maka jangan biarkan fajar menyingsing sehingga aku harus terbangun dari tidurku, agar aku bisa senantiasa mendengar suara gadis pujaan hatiku ini. Andrean berujar dalam hati.
"Astaganaga, sekarang sudah pukul 12.00. Aku harus segera menemui ibuku. Rifan, aku mohon handle semuanya ya!" pinta Chelsea amat terburu-buru.
"Oke. Kemarikan teleponnya!" sahut Rifan pengertian.
"Terima kasih banyak atas bantuanmu. Aku berangkat dulu, ya." kata Chelsea seraya menyerahkan telepon kepada Rifan.
"Ya, tentu saja Chelsea. Hati-hati di jalan dan setelah sampai jangan lupa beri kabar, ya." Ucapnya menyempatkan diri mengusap surai Chelsea yang melangkah pergi diantarkan oleh sopir pribadinya.
"Chels-Chelsea? Be-benarkah itu kau?"
"Haa? Apa yang anda maksud, Tuan? Siapa Chelsea yang anda sebutkan? Mohon maaf tuan, saya adalah partner kerja dari nona Anindita, bukan Chelsea tuan." Jelas Rifan.
"Apa? Bukankah aku sedang berbicara dengan seorang wanita tadi? Ke mana dia? Dia itu adalah gadis yang aku kenal."
"Oh jadi begitu ya tuan. Beliau adalah bawahan saya, saat ini nona Anindita sedang banyak urusan.…
Mengapa Harus Dia?
Suara lembut.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments