Aku sangat terkejut, ketika tiba-tiba ada ketukan di pintu. Kupikir itu, Arif, yang sudah pulang karena membeli sate di ujung jalan. Aku menyuruh masuk dan ternyata dia, Amy!
Spontan aku tersenyum lebar saat melihatnya berdiri diambang pintu. Aku tidak pernah tersenyum secerah itu kepada seseorang apalagi kepada wanita. Cap pria dingin sudah mendarah daging menjadi atributku.
Entah, kenapa pagi itu aku senang sekali melihat, Amy. Dia sepertinya berbeda dengan hari-hari kemarin. Selain kaget melihat perubahan penampilannya yang lebih segar, aku juga kaget, kenapa dia datang sepagi ini ke kantor.
Seolah ditakdirkan, aku juga tumben hadir di kantor sepagi itu. Rencanaku, sebenarnya mau pulang lagi, sehabis aku dan Arif sarapan dulu. Baru datang lagi seperti jadwal semula.
Kedatanganku sepagi itu, hanya untuk meletakkan buket bunga itu di meja Amy. Sekedar memberi dia semangat agar tak patah setelah perceraiannya. Aku benar-benar tidak menduga kalau dia akan bangkit secepat itu. Dia hanya memakai cutinya seminggu dari yang dia minta sebelumnya dua minggu.
Sebenarnya aku tak menduga saat dia minta cuti, dengan alasan ada urusan keluarga, ternyata karena dia sedang mengurus perceraiannya.
Aku secara tak sengaja mengetahuinya, karena aku bertemu dengan, Arya. Sahabat satu angkatan saat kuliah dulu dulu. Arya di bagian hukum sedang aku di manajemen bisnis.
Waktu itu aku menabrak seseorang karena tergesa-gesa keluar dari kantor rekanan bisnisku. Gedung itu bersebelahan dengan kantor Arya. Saat aku menabraknya, berkas ditangan Arya berserak dan aku membantunya memunguti berkas itu.
Saat itulah aku melihat selembar berkas, biodata Amy. Karena penasaran aku membaca berkas itu. Sebelum menyerahkannya pada Arya.
"Ini klien kamu ya, Ar?" ucapku. Sembari mengembalikan berkas itu.
"Iya," sahut Arya masih merapikan susunan berkas itu.
"Bercerai? Kapan sidangnya?" ucapku ingin tahu.
"Lusa, makanya aku harus siapkan segala sesuatunya. Karena waktunya sudah mendesak. Kamu kenal dia, ya…
Sebuah Harga Diri
Bab. 22. Pov Pramono.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
buat apa terpuruk lebih dalam...lebih baik bangkit dan semangat untuk menjalani hari² yang akan datang..
2025-05-14
0
Yunerty Blessa
astaga Pram...diam² mengikuti sidang Amy dan suaminya..
2025-05-14
0