Duar! Serasa mendengar suara guntur, Amy terkejut saat mendengar ucapan Pramono, bosnya.
Sebenarnya, Amy tidak bermaksud menguping pembicaraan bosnya dengan tamu bernama Alya itu.
Hanya saja, saat melihat sikap bosnya yang menyambut kehadiran Alya, berbeda dengan apa yang diucapkan Alya. Terlebih saat mendengar percakapan mereka yang penuh emosi. Mau tidak mau, membuat Amy penasaran juga.
Amy, sangat terkejut saat mendengar topik pembicaraan mereka. Terlebih ucapan Pram, akibat ulah Alya dia telah melecehkan seseorang.
"Apa maksudmu, Pram. Kamu telah memperk**a seseorang? Siapa dia?" Alya sampai menutup mulutnya saking kagetnya.
"Apa pedulimu siapa gadis, itu. Andai saja aku tidak dalam pengaruh obat perangsang itu tentu aku masih bisa mengenalinya. Belum lagi saat itu hujan deras dan listrik mati. Aku kehilangan jejaknya. Kamu, kamu sama sekali tidak menunjukkan rasa sesalmu," ucap Pram mengusap wajahnya dengan kasar.
"Maafkan aku Pram! Aku tidak bermaksud bertindak sejauh itu. Jadi karena itukah kamu selalu menghindariku," ucap Alya penuh sesal. "Aku pikir obat itu tidak ada pengaruhnya sama sekali."
Pram, menghindar ketika Alya berusaha menyentuhnya.
"Pergilah! Sekarang kamu sudah tau apa alasanku menghindarimu. Jadi jangan pernah lagi menunjukkan batang hidungmu di depanku," gertak Pram.
"Pram, tolong maafkan aku," isak Alya. Pram tidak bergeming, dia berbalik dan membelakangi Alya. Akhirnya dengan berat hati Alya keluar.
Saat mendengar langkah Alya, Amy buru-buru kembali ke mejanya. Hatinya berdebar tidak karuan. Kakinya serasa lemas saat diajak melangkah. Amy, begitu shock saat mendengar ucapan Pram.
Untunglah Alya tidak memperdulikan dirinya saat keluar dari ruangan, Pram. Andai saja, Alya tidak sedang sedih atas penolakan permintaan maafnya, tentu Alya akan melihatnya dengan jelas.
Amy, segera menyambar botol aqua di didepannya. Meminumnya hingga habis separuh.
Dia berusaha menenangkan dirinya. Mengatur napasnya agar normal kembali. Setelah merasa agak te…
Sebuah Harga Diri
Bab 26.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
tapi Pram juga tidak salah... semua yang berlaku kerana perbuatan Alya yang telah meletakkan obat tu...
2025-05-14
0