Pram mengusap dagunya dengan kasar. Jemarinya merasakan kulit wajahnya yang kasar karena tidak bercukur. Pram, menatap wajahnya di cermin. Brewoknya sudah nampak mulai tumbuh. Entah kenapa, dia malas bercukur beberapa hari ini.
Bahkan dia melihat wajahnya semakin kurus dan seolah tidak terurus. Yah! Pikirannya memang akhir-akhir ini memang banyak tercurah pada Amy. Pram, merasa putus asa apalagi setelah mendengar ultimatum Amy, agar dia menjauhi hidupnya.
"Bos! Ada Amy, di depan." Arif mengejutkan Pram. Wajah Pram, berpaling dari cermin dan rautnya membias kaget.
"Amy?"
"Iya, Amy! Bos, kenapa sekaget itu?"
"Ada apa dia datang sesore ini?" Kening Pram, mengeryit heran karena ingat ucapan Amy tadi pagi.
"Mana aku tau, Bos. Ayo, lekas temui sebelum orangnya menghilang lagi."
Pram, keluar dari kamar penginapannya. Benaknya di penuhi sejuta tanda tanya, apakah ini ada kaitannya dengan uang yang sengaja ia lebihkan?
"Hai, Amy," sapa Pram, seraya duduk di kursi di sebelah, Amy. Amy, hanya mengulas segaris senyum. Selebihnya dia memalingkan wajahnya, "ada apa, ya?"
"Aku cuma mau mengembalikan ini. Aku hanya akan menerima yang menjadi hakku saja." Meletakkan amplop coklat di atas meja.
Pram, meremas rambut belakangnya.
"Aku tidak bermaksud apa-apa melebihkan uang itu. Aku mohon, Amy, jangan berpikiran jelek padaku."
"Tapi aku tetap tidak bisa menerimanya.
Aku hanya akan menerima yang menjadi hakku."
"Baiklah, Amy." Pram, masuk ke kamar mengambil kwitansi cek, dan menuliskan sejumlah nominal sesuai uang pesangon, Amy, dan satu bulan gaji terakhirnya. Menyerahkannya pada pada Amy.
"Terimakasih." Amy segera berdiri dan beranjak dari kursi.
"Aku antar kamu pulang, ya?"
"Tidak usah."
"Bentar lagi mau gelap, mana mau gerimis, pula." Amy, melihat ke luar teras. Hari, memang mau gelap, dan sepertinya mau hujan juga. Amy, menjadi ragu.
"Biar Arif yang membawa motormu. Atau besok pagi-pagi diantar ke rumahmu."
"Bukankah kalian mau pulang malam ini ke kota?"
"Kami batal pulang, ka…
Sebuah Harga Diri
Bab 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
baguslah kalau Amy sudah bisa menerima kehadiran Pram
2025-05-14
0
Yunerty Blessa
bagi lah Pram kesempatan...kau tak kasian kah Amy...
2025-05-14
0