Iringan suara musik mengalun syahdu, suasana begitu tenang. Sepertinya semua yang diruangan itu terhipnotis oleh alunan musik itu.
Pram, memeluk lembut pinggang Amy, jarak mereka begitu dekat terbawa arus suasana yang begitu romantis. Pram, tetap menjaga jarak, dia tidak mau Amy, menganggapnya lelaki tak sopan dengan memamfaatkan kesempatan.
Amy, tersenyum lembut. Menatap telaga coklat milik,Pram. Pram, membalas senyuman itu. Tubuh mereka terus terayun mengikuti irama musik.
"Terima kasih, Amy, untuk malam ini. Aku akan selalu mengingat malam ini." Pram berucap lirih, namun jelas terdengar Amy. Amy, makin melebarkan senyumnya. Mengangguk penuh makna, bahwa dirinya juga merasakan hal yang sama.
"Kamu kenapa sih! Sedari tadi matanya jelalatan terus, kesana!" sentak Alya kesal karena Heru masih saja bersikap menyebalkan. Heru tidak konsentrasi sehingga beberapa kali menginjak kaki Alya.
Suara sentakan itu lumayan keras ditengah keheningan, orang yang menikmati suasana syahdu itu. Beberapa pasang mata singgah ke arah mereka, membuat Alya malu. Bergegas dia meninggalkan Heru. Bersamaan dengan alunan musik yang terhenti.
"Hem, musiknya dah berganti. Kita ke meja yuk! Mungkin pesanan kita sudah siap." Pram, membimbing langkah Amy, menaiki anak tangga.
Ternyata dugaan Pram, benar. Pesanan mereka sudah tertata rapi di atas meja.
"Kita makan, yuk!" Pram membuka penutup makanan pesanan mereka. Aromanya menguar membuat perut mereka semakin lapar.
"Hem, sepertinya enak. Dari aromanya saja sudah membuatku ngiler." Amy menyendokkan sesuap nasi kemulutnya. Amy, membeliakkan kedua bola matanya, saat merasakan nasi goreng yang begitu gurih di mulutnya.
Ingatannya langsung pergi ke masa SMAnya dulu. Saat menikmati nasi goreng di kantin sekolahnya.
"Rasa dan aroma nasi goreng ini, mengingatkan aku ke masa lalu," ungkap Amy.
"Begitukah?" Pram juga sangat menyukai hidangan dipiringnya.
"Iya, masa aku sekolah dulu, aku dan teman sering menikmati nasi goreng seperti ini. Rasanya persis sep…
Sebuah Harga Diri
Bab 38.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
takut juga... jangan sampai perbuatan mu membuat kau tersumbat dalam penjara...
2025-05-14
0
Yunerty Blessa
padan muka kau Alya...
2025-05-14
0