Bab 47

"Sudah, Ma, Pa, jangan bertengkar lagi. Malu tuh sama, Amy. Nanti, Amy malah minta pulang." goda Pram, melihat pertengkeran mesra papa dan mamanya.

"Eh, maaf ya Nak Amy. Jangan diambil serius. Mama dan Papa udah biasa begitu. Cepat baikan lagi kok. Iya 'kan, Pa?" pak Dicky mengangguk cepat. Ditimpali senyum mesranya pada istrinya.

Melihat kemesraan itu, Amy, kebawa perasaan. Dialihkannya pandangan matanya kearah lain. Bukan ngiri, apa yang barusan dia lihat sangat menyentuh ke dasar hatinya.

"Kamu kenapa?" bisik Pram perlahan saat melihat Amy menghindari pandangannya.

"Bukan apa-apa kok. Aku hanya, agak haus dikit." Amy, pura-pura merasa tenggorokannya seret.

"Ya, ampun! Sampai lupa menjamu tamu kita, Pa. Papa, sih ngajak berantam trus.Bentar ya, Mama akan ambilkan minum." Bu Risa tersadar kalau tamunya belum dibuatkan jamuan.

"Tidak usah, Tante. Biar Amy, saja yang ambil sendiri." Amy, setengah berlari ke arah dapur, asalan saja sih. Padahal dia 'kan belum tau situasi di rumah, Pram.

"Eh, Pram, nyusul sana. Sepertinya, Amy salah arah, tuh," seru Bu Risa kaget, saat melihat Amy, menuju arah taman.

Pram, menyusul. Merasa aneh juga dengan tingkah Amy. Mungkin dia merasa nervous ditengah keluarģanya.

Amy yang tidak menemukan ruang dapur merasa kelabakan juga saat menyadari keteledorannya. Ngapain pula dia tadi langsung beranjak tanpa tanya dulu. Maunya tadi 'kan minta bantuan, Pram saja.

"Kamu kenapa? Kok panik sih, Amy?" Amy berpapasan dengan Pram. Menahan langkah Amy, yang kebingungan.

"Maafkan aku. Aku terkadang mudah panik tanpa sebab." ungkap Amy, jujur.

Tiba-tiba Pram, meraih Amy dalam pelukannya. Mencoba menenangkan Amy.

"Rileks ya, My. Tidak ada yang akan menyakitimu. Tenanglah, aku mengerti perasaan kamu. Santai saja." ucap Pram, setelah melepas pelukannya.

"Aku malu sekali. Sungguh, aku telah bersikap tidak sopan." sesal Amy.

"Sstttt, jangan bicara seperti itu lagi. Ayo, papa dan mama sudah menunggu." Pram, menggandeng lengan, Amy.

Saat kembali ke ruang…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

kalau begitu, terima lah lamaran Pram.. apa lagi kedua orang tua Pram juga menyukai mu..

2025-05-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!