Hujan semakin deras, menyapu jalanan dengan suara gemuruh yang tak henti-hentinya. Di bawah atap terminal bus yang sempit, seorang gadis berusia dua puluhan, Caitlin, memeluk tubuhnya erat-erat untuk mengusir dingin. Ponselnya bergetar di tangan, jemarinya gemetar saat menekan nomor pamannya.
"Paman, aku tidak bisa pulang. Di sini tidak ada bus," katanya dengan suara yang bergetar, mencoba menahan ketidaknyamanan yang menguasai tubuhnya.
Suara pamannya terdengar di seberang, terdengar kesal dan sedikit mengeluh, "Caitlin, kenapa kamu lambat sekali, sehingga hujan turun baru sampai ke terminal?"
Caitlin menghela napas. "Paman, aku mana tahu kapan hujan dan panas," jawabnya dengan sedikit nada putus asa, "Bagaimana kalau Paman jemput aku saja."
Pamannya terdiam sejenak, mungkin berpikir. "Hujan deras begini, aku mana bisa bawa mobil," katanya akhirnya, terdengar tak acuh.
Rasa frustrasi mulai merayapi Caitlin. "Kalau tidak bisa bawa mobil, jalan kaki saja!" balasnya dengan nada kesal, suaranya semakin tinggi, berusaha agar pamannya memahami situasinya.
Pamannya bertanya dengan nada malas, "Kamu di jalan apa?"
Caitlin memandang sekeliling, mencoba mengenali jalan, tapi semuanya tampak kabur di bawah hujan deras. "Tidak tahu!" jawabnya singkat.
"Coba gambar dan kirim ke sini!" titah pamannya tanpa rasa simpati.
Caitlin menggeram, menggigit bibirnya untuk menahan kekesalan. "Aku hampir mati kedinginan masih menyuruhku menggambar! Di mana Kakak? Minta dia jemput aku! Kalau tidak, makanan kesukaan Bibi aku habiskan sekarang juga!"
Pamannya tertawa kecil di ujung sana, terdengar menantang. "Coba saja kalau kau tidak sayang nyawamu!" ancam balik sang paman dengan santai.
Caitlin baru akan membalas, ketika tiba-tiba terdengar suara benturan keras. Jantungnya berdegup kencang, matanya melebar saat ia melihat ke arah sumber suara. Sebuah kecelakaan, tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan rasa terkejut, Caitlin segera berlari ke arah itu, ponselnya masih di tangan, menempel d…
Perjalanan Hidup Molly
Menikah Dengan Ceo Lumpuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments