Cuplikan bab
Mansion keluarga Yang.
Di ruang tamu mewah itu, Alex duduk bersama keluarganya. Wajahnya masih muram, sementara suasana seakan penuh dengan ketegangan.
"Alex, kapan wanita itu akan bercerai denganmu? Apakah dia sengaja menunda? Sepertinya yang dia inginkan hanya harta kita," tanya Candy, ibunya, dengan nada penuh curiga.
Alex menghela napas, menatap ibunya dengan lelah.
"Ma, beri waktu untuk Janetta. Dia sedang berduka," jawabnya pelan.
Candy mendengus kesal.
"Berduka tidak bisa dijadikan alasan menunda perceraian."
Jessie, adiknya, langsung menyambar.
"Kakak, dia hanya mencari alasan dan simpati. Dia ingin membuatmu kembali padanya!" ujarnya sinis.
Anna, yang juga hadir di sana, mencoba meredakan.
"Bibi, Jessie, jangan memaksa Alex. Benar katanya, Janetta masih berduka. Dan saat ini… dia tidak tahu tinggal di mana. Tempat tinggalnya sudah dibakar habis. Mungkin dia sedang terpuruk."
Jessie melipat tangan di dada, wajahnya penuh kepuasan.
"Biarkan saja! Itu balasan karena dia menantang kita. Lagi pula kedua orang tuanya adalah kampungan, dan manusia rendahan."
"Jessie, jaga mulutmu! Jangan asal bicara. Setidaknya kau harus menghormati orang yang sudah meninggal," ujar Alex, suaranya meninggi.
Jessie menatap kakaknya dengan sinis.
"Mereka tidak layak dihormati, Kakak. Sejak kapan Kakak peduli pada mereka?"
Suasana tiba-tiba hening.
Tiba-tiba suara wanita terdengar dari pintu, dingin dan menusuk.
"Ternyata semuanya sudah berkumpul."
Semua kepala menoleh, terlihat Janetta melangkah masuk dengan pakaian hitam sederhana namun penuh wibawa. Wajahnya dingin, matanya tajam, penuh kebencian yang terpendam.
"Akhirnya kau datang juga. Aku mengira kau sedang menangis dan bersembunyi," sindir Jessie sambil tersenyum sinis.
"Bersembunyi? Aku tidak melakukan kesalahan, untuk apa bersembunyi?" Janetta berjalan anggun ke tengah ruangan, lalu meletakkan map tebal berisi dokumen di meja. "Aku justru datang untuk bercerai dengan kakakmu," katanya datar.
Dengan gerakan cepa…
Perjalanan Hidup Molly
Promo novel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments