"Lepaskan tanganku!" bentak James.
"Tidak tahu malu, Kau berani melakukan hal yang memalukan di rumah sendiri," ketus Meliza.
"Aku adalah pria normal dan butuh kesenangan, Apa salahnya aku melakukan itu," jawab James.
Molly mengenakan baju dan mengambil pakaiannya sendiri. Ia ingin meninggalkan rumah yang menakutkan itu. Saat ia ingin melangkah pergi terdengar pertengkaran antara pasangan suami istri itu.
"Dia hanya seorang pengemis, apa salahnya aku melakukan dengannya, Kalau istriku sendiri sudah tidak bisa membuat aku puas. Tidak ada salahnya aku melampiaskan ke wanita lain."
"Kau adalah pria yang sudah tua, Tapi, masih saja tidak ada rasa malu. Apakah kau ada melihat tanda lahirnya?"
"Ada apa dengan tanda lahirnya?" tanya James.
Molly berjalan menghampiri kamar itu dan mendengar pembicaraan mereka.
"Tanda lahir itu pernah aku lihat saat dua puluh tahun yang lalu, Walau sudah lama, Tapi, aku masih ingat dengan jelas," kata Meliza.
"Apa maksudmu dua puluh tahun yang lalu?"
"Putri kita, Aku melihat tubuhnya saat aku mengantikan pakaiannya. Tanda merah di bagian samping payu da.ra nya masih ku ingat begitu jelas hingga sekarang," jawab Meliza.
"Sedang bicara apa kamu sekarang? Tidak mungkin pengemis itu adalah putri kita," ketus James.
"James, andaikan kalau Molly adalah pengemis, bukankah kita sebagai orang tua kandung yang menyebabkannya. Kita hidup mewah selama ini. Sementara putri kita sendiri harus menjalani kehidupan yang pahit selama bertahun-tahun. seperti sekarang saja kamu menganggapnya adalah pengemis. Kamu merendahkan dia tanpa bertanya apa sebabnya. Bukankah kita sudah melakukan kesalahan," ujar Meliza.
"Dia adalah putri kita?" tanya James hampir tidak percaya.
"Iya, Pantas saja dari awal aku merasa dekat dengannya, James, Molly adalah putri kita. Itu sudah tidak salah. Aku sangat yakin. Kita telah melakukan kesalahan besar dari dia masih kecil hingga sekarang," ujar Meliza yang mengeluarkan air mata.
Molly telah mendengar semua pembicaraan pasangan itu…
Perjalanan Hidup Molly
Bab 58
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments
Astuti Setiorini
ayo molly jadilah wanita kuat jgan sampai orang merendahkanmu lagi...
2023-12-02
1
Lydia
Lanjut Author... terima kasih 😀
2023-12-01
0
Zahira Humaira
up bnyk bnyk kak
2023-12-01
0