Keesokan harinya.
Viona Lin perlahan membuka matanya.
Rasa sakit yang tajam langsung menjalar dari pinggangnya. Wajahnya seketika memucat.
Operasi donor ginjal kemarin bukanlah mimpi.
Ia benar-benar telah kehilangan salah satu ginjalnya.
Tubuhnya masih sangat lemah. Bahkan mengangkat tangan saja terasa sulit.
Namun sebelum ia sempat beristirahat, pintu bangsal didorong terbuka.
Delvin Jiang masuk bersama Moly Su dan putri mereka, Sanny Jiang.
Tatapan mereka dingin, seolah sedang melihat seorang pelayan biasa..Bukan pasien yang baru saja menjalani operasi besar.
Brak!
Delvin melempar sebuah map ke atas ranjang.
"Itu laporan biaya pengobatan adikmu. Semua tagihannya sudah kami lunasi."
Viona segera mengambil map itu. Melihat angka-angka di dalamnya, matanya langsung memerah.
"Terima kasih, Tuan."
Delvin mendengus.
"Ingat satu hal. Jangan pernah memberitahu siapa pun tentang operasi ini. Terutama Dylan."
Viona menundukkan kepala.
"Aku mengerti."
"Bagus."
Moly Su melangkah maju.
"Viona, kau harus sadar statusmu."
Wanita itu menatapnya dengan jijik.
"Sejak ibumu menjualmu kepada keluarga Jiang, semua yang kau miliki adalah milik keluarga Jiang. Jangankan hanya satu ginjal. Bahkan jika kami menginginkan jantung, hati, atau nyawamu, kau tetap harus memberikannya tanpa membantah."
Viona mengepalkan selimut.
Namun ia tidak berani melawan.
Karena sejak kecil, ia memang tidak pernah memiliki hak untuk menolak.
Dua bulan kemudian.
Di sebuah mansion mewah yang berdiri megah di pusat kota.
Seorang pria tampan dengan tubuh tinggi tegap sedang berdiri di depan cermin sambil merapikan manset kemejanya.
Wajahnya dingin dan sulit didekati.
Pria itu adalah Dylan Jiang.
Putra sulung Delvin Jiang yang selama bertahun-tahun tidak pernah akur dengan ayahnya.
"Tuan."
Jay melangkah masuk ke dalam kamar.
"Besok Nona Sanny merayakan ulang tahunnya. Tuan Besar berharap Anda pulang."
Dylan bahkan tidak menoleh.
"Tidak tertarik."
Jay terdiam.
"Beliau mengatakan sejak Anda kembali dari luar negeri…
Perjalanan Hidup Molly
Promo novel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments