Lampu kristal di aula utama markas organisasi memantulkan cahaya keemasan di atas meja panjang yang dikelilingi para petinggi.
Di ujung meja, James Fung berdiri perlahan. Usianya telah melewati enam puluh, namun wibawanya masih cukup untuk membuat seluruh ruangan hening tanpa perlu mengetuk meja.
“Hari ini,” suaranya berat namun stabil, “aku menyerahkan posisi ketua organisasi kepada penerus yang telah kupilih.”
Beberapa pasang mata saling bertukar pandang. Tidak semua setuju. Tidak semua rela.
Nama itu akhirnya disebut.
Nathan Han.
Pria muda itu berdiri dari kursinya. Jas hitamnya rapi, ekspresinya datar. Tidak ada senyum kemenangan. Tidak ada kegugupan. Hanya ketenangan yang sulit dibaca.
Langkahnya terdengar jelas di lantai marmer saat ia berjalan ke depan. Setiap tapak seolah menandai pergeseran kekuasaan yang tak bisa diulang.
James Fung menyerahkan cincin simbol kepemimpinan—lambang otoritas tertinggi dalam organisasi terbesar di kota itu.
“Mulai malam ini,” lanjut James, “semua keputusan ada di tangannya.”
Tepuk tangan terdengar. Formal. Terukur. Tidak semua tulus.
Nathan menerima cincin itu tanpa sepatah kata pun. Tatapannya dingin, nyaris tak menunjukkan emosi.
***
Di sebuah kamar yang hanya diterangi cahaya televisi, seorang gadis duduk di lantai, bersandar lemah pada sisi ranjang.
Rambutnya berantakan, kusut seperti tak pernah disisir sejak pagi. Beberapa helai menempel di pipinya yang basah oleh air mata.
Matanya sembab dan merah. Jelas ia telah menangis cukup lama.
Wajahnya pucat—terlalu pucat untuk seseorang yang baru saja menyaksikan momen paling membanggakan dalam hidup pria yang dicintainya.
Di layar televisi, siaran langsung penyerahan jabatan berlangsung megah. James Fung berdiri tegap, menyerahkan simbol kepemimpinan kepada pria yang kini menjadi pusat perhatian.
Gadis itu menatap layar tanpa berkedip.
Perlahan, bibirnya terangkat membentuk senyum.
Senyum yang hangat. Bangga. Tulus.
Namun air mata kembali jatuh, satu demi satu, membasahi wajah pu…
Perjalanan Hidup Molly
Promo novel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments