Dengan berbekal kenekatan, siang ini aku menemui Andreas di perpustakaan, barang kali dia mau berbaik hati membantuku.
Toh.. Cuma datang ke rumahku malam minggu, bukan untuk jadi pacarku.
"Hemm.." Andreas mendongak dan menatapku dengan pandangan bertanya, cepat- cepat aku jatuhkan tubuhku di kursi di depannya.
"Ngapain..?"
"Ssstt.." Kuhentikan omongan Andreas sambil menujuk tulisan peringatan untuk tidak menimbulkan kegaduhan di ruang perpustakaan.
"Mau apa..?" Tanyanya pelan dengan tatapan tajam.
"Aku minta tolong." Desisku gugup
"Heh..?" Aku tahu dia kaget, tapi sudah kepalang basah.
"Aku taruhan dengan Vera, mau kan kerumahku besok malam? Kalau aku bisa mengundangmu, rambutku tidak akan di potong." Aku menjelaskan dengan cepat- cepat, aku tidak perduli apakah andreas mendengar jelas apa yang aku bicarakan.
"Apa.. Apa..?!" Tanyanya nyaris menjerit. "Kau, kau mempertaruhkan aku dengan rambutmu? Kamu pikir diriku seharga rambutmu..?!"
"Maaf Dres.. Tapi.." Ku lirik sekeliling ruangan, kuatir ada yang memperhatikan kami.
"Enak aja, itu bukan urusanku, tahu..!" Andreas melotot.
"Tolong dress.. Kamu hanya datang kerumahku, bukan jadi pacarku.: Pintaku memelas, "Aku tidak mau kehilangan rambutku." Mataku sudah memerah menahan tangis.
"Masa bodo..!" Andreas meninggalkanku dengan wajah yang merah padam, aku tahu dia marah, tersinggung.
Harus ku akui, aku enggak bisa munafik, aku telah kalah oleh Andreas, aku kalah dalam segala hal. Aku sangat sedih, tak terasa air mataku menetes.
****
"Gimana?" Vera menemuiku sore itu.
"Nih, aku kalah.." Ku berikan gunting yang dari tadi aku pegang erat.
"Ok, ini taruhan, kamu telah menyanggupinya. Jadi, jangan marah padaku jika rambutmu aku potong habis." Sambut Vera dengan senyum kemenangan.
Aku mengigit bibirku, menahan tangis. Tapi tetap saja menetes, selamat tinggal rambutku sayang...
"Nairi, sialan.. Ngapai ngundang- ngundang aku tapi tidak di beri alamat..?!" Seru suara di depan pagar rumahku.
Aku melongo kaget, Andreas..? Ku membu…
Kumpulan Cerpen Remaja
Bab. 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments