Ketika jam istirahat, Susi mendatangiku. Dia duduk di sampingku dan hanya tinggal kami berdua yang ada di dalam kelas.
"Tia, Aldo minta maaf." susi buka suara.
"Atas apa? Bukankah seharusnya aku yang minta maaf, karena aku dia mengalami kecelakaan."
"Ck, dia mau minta maaf karena kemaren dia ngusir kamu."
"Nggak apa- apa kok, aku tahu dia kemaren belum sadar betul."
"Tia, dia mencintaimu." ucap susi, aku pandangi wajah susi lekat - lekat, takutnya mereka berdua ini kerja sama. Tapi dia hanya mengangguk serius. Ku alihkan lagi pandanganku.
"Tia, mengapa kau tidak mau membantunya bertobat?"
Aku diam saja, "Memangnya orang bertobat harus membutuhkan orang lain ya?"
"Bukan begitu, tapi saat ini perhatiannya tertuju padamu, jadi apa yang kamu suruh dia lakukan pasti dia lakukan."
"Begitu juga temannya bukan, apa kata temannya dia lakukan."
"itu hanya ikut - ikutan Tia, karena saat itu dia tidak memiliki tujuan hidup. Sekarang fokusnya hanya tertuju padamu."
"entalah, aku juga masih bingung." ucapku serba salah.
"Tia, tolonglah bantu dia."
"Kenapa kamu sangat mempromosikannya? Apa kamu menyukainya juga?"
"Sial! Tidaklah, sebenarnya kami itu masih ada hubungan saudara, tapi jauh. Lagi pula dia bukan tipeku."
"hmm, nanti aku lihat" ucapku acuh
Ketika pulang sekolah, aku sengaja pulang paling akhir, otakku lagi blank.
"Neng, kok belum pulang?" aku terkejut saat pak Yono penjaga sekolah datang yang hendak mengunci setiap pintu kelas.
"Eh, bapak, maaf lagi melamun sampe lupa." jawabku gugup, ternyata semua siswa sudah tidak ada lagi di sekolah.
Kemudian aku keluar dari kelas dan berjalan dengan berlahan menuju gerbang sekolah. Di depan gerbang aku masih bingun, pulang kerumah atau mampir ke Rumah sakit ya? Pikirku bercabang dua.
Entah mengapa 2 hari ini isi kepalaku kosong, seperti tidak berisi lagi, suka linglung. Setelah itu aku putuskan ke rumah sakit.
Tidak berapa lama aku tiba di rumah sakit dengan menaiki taxi. Berlahan - lahan aku buka kamar tempat Aldo di rawat. Aku t…
Kumpulan Cerpen Remaja
Bab. 9
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments