Betapa pedih rasa hati Elsy, dia meremas ponselnya, untuk tidak lembek seperti jelly, coba iya, pasti sudah lebur. Dia sesegukan di belakang sekolah. Kenapa harus sekarang dia menerima kabar ini.
Karena dia juga akan malu, jika teman- temannya melihat keadaannya seperti ini.
Dia tidak bisa menahan air matanya, tapi ketika bel tanda istirahat telah selesai, dia menghapus air matanya dan beranjak masuk ke dalam kelas. Dia sudah tidak memperhatikan lagi, siapa saja yang telah dia temui atau lewati.
Otaknya sedikit blank.
"Sy.. Kamu kenapa?" Toni, teman yang duduknya bersebelahan dengan Elsy, dari tadi memperhatikan dia, dari dia mulai memasuki kelas, sampai dia duduk di kursinya yang pas di sebelah Toni.
"Ti.. Tidak apa- apa..?" Dia berusaha untuk tersenyum. Ketika Toni hendak bertanya lagi, tiba- tiba ibu Ros sudah masuk, membuat Toni tidak sempat bertanya apa- apa.
Ketika pelajaran ibu Ros telah selesai, Toni mengambil kesempatan itu untuk bertanya kepada Elsy.
"Sy.. Aku tahu bahwa kamu tadi menangis, kan?" Toni memastikan analisanya. Saat itu anak- anak lain pada keluar karena jam istirahat yang ke dua. Tinggal mereka yang ada di dalam kelas.
"Ah.. Tidak.." Elaknya
"Jangan bohong Sy, karena aku tahu apa yang kau alami."
"Dari mana kamu tahu?"
"Dari seseorang"
"Jangan sembarangan kamu Ton.. Kamu tidak tahu apa- apa!"
"Kamu salah, aku tahu banyak tentang kamu."
"Kamu itu jangan sok tahu. Tau enggak sih..!" Elsy membentak tanpa sadar. Karena dia mendadak emosi sebab teringat kembali foto yang di kirim Agus kepadanya.
Toni mendadak mematung setelah Elsy pergi meniggalkan dia ke luar kelas. Dia sedikit frustasi, karena usahanya untuk mendekati Elsy gagal lagi.
Dia sudah lama menyukai Elsy, hanya saja dia belum punya keberanian, dan saat ini, dia melihat Elsy bersedih, dan maksud hatinya dia ingin menghiburnya.
Dan sekalian hendak mendekatinya, mana tau di balik kesedihannya dia bisa terhibur dengan kehadiran Toni. Tapi malah di tinggalkan.
****
Sudah beberapa bulan tidak…
Kumpulan Cerpen Remaja
Bab. 34
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments