Satu-satunya yang menjengkelkan adalah ayahku. Dia akan selalu memasang wajah kebapakan yang tegas dan membentakku.
Sejujurnya, saya agak takut padanya tapi untungnya dia adalah anak yang berbakti dan mencintai istrinya. Sering kali, ketika dia mengangkat tongkat, saya bersembunyi di belakang nenek atau ibu saya dan mereka hanya berkata, “Kalau kamu ingin memukulnya, pukul saya dulu” agar tongkat itu tidak menimpa tubuh saya.
Ayah saya telah mencoba untuk berunding dengan istri dan ibunya, tetapi nenek saya tidak memahaminya dan ibu saya akan memahami kesalahannya tetapi tidak mau berubah. Beberapa kali, ketika dia gagal menyelesaikan, dia menyerah dalam upaya mendidik saya dengan tongkat dan berkonsentrasi menangani dampak bencana yang saya timbulkan.
Mengandalkan dukungan nenek dan ibu saya, ditambah fisik tinggi dan kuat yang saya warisi dari ayah saya, tanpa keraguan sama sekali, saya tumbuh menjadi seorang penindas kecil.
Daerah tempat tinggal keluarga saya biasa disebut Jalan Papan Catur, karena di sana banyak gang-gang kecil yang bersilangan seperti papan catur. Setiap hari saya melakukan hal-hal buruk di semua lorong papan catur, menyebabkan kekacauan di papan catur itu.
Seorang lelaki tua Dang Lan berkata bahwa saya adalah “orang yang pada dasarnya baik dengan karakter jahat” yang mencoba membuktikan diri.
Penduduk desa memberiku julukan terkenal, "Berandalan". Mereka semua mengatakan bahwa aku akan menjadi bajingan di masa depan. Saya juga dengan senang hati berpikir demikian.
Anak-anak di Jalan Papan Catur yang bisa saja diintimidasi hampir semuanya pernah diintimidasi oleh saya sebelumnya. Satu-satunya yang tidak medapatkannya adalah gadis kecil Chen di Lantern Lane.
Keluarga Chen kerap menjadi bahan perbincangan masyarakat papan catur. Nyonya keluarga itu adalah wanita yang sangat tidak menyenangkan. Semua orang membencinya, bahkan lebih dari mereka membenciku.
Konon wanita itu dulunya adalah seekor ayam yang tidak bisa bertelur. Sebelum saya memah…
Kumpulan Cerpen Remaja
Bab. 37
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments