"Udah-udah gaiss yok lanjut aja sekarang, ngapain sihhh mikirin masalah mereka" kata boy
"Iyaaa yok nikmatin hidangan nya lagi" sambung pacarnya
Sementara Enjel pergi ke luar dan berusaha mengejar Willie dan Asya.
"Dimana sihhh mereka, kok hilang nya cepat banget"
"Arghhhhhhhh kenapa sihhh Lo bodoh banget Enjel, gimana kalau dia justru gak mau maafin gue, dan besok gue dipecat gimana??" katanya dengan penuh kekhawatiran
Sedangkan di dalam mobil yang tidak jauh dari cafe itu, asya masih tak mau memulai pembicaraan dengan Willie.
"Kenapa kamu dari tadi diam aja?" tanya Willie
Namun, Asya tak juga menjawab nya gimana pun dia masih merasa bersalah pada kejadian tadi.
Terlebih hal tadi membuat baju Willie basah, oleh air yang sudah disiramkan oleh Enjel tadi.
"Heiiiii???? Kenapa sihh kamu diam, aku ada salah??" tanya Willie yang tak kunjung mendapat jawaban dari Asya.
Asya malah menundukkan kepalanya dan tak mau menatap Willie
"Kamu kenapa sihhh?"
"Emmmm maaf aku masih mau berpikir"
"Kamu kenapa sihh emang kenapa? Kamu marah sama aku?" tanya nya
"Kamu marah? Sayang?? Heiiii?" Willie masih berusaha terus
"Aku gak marah sama kamu, tapi aku marah sama diri aku sendiri" katanya
"Kenapa? Kamu kenapa malah nyalahin diri kamu?"
"Aku malu, aku bukan orang yang baik di masa lalu, sampai Enjel punya dendam sama aku"
"Aku gak peduli sama masa lalu kamu sayang, apa yang aku lihat di diri kamu sekarang lah yang aku sukai"
"Jangan pernah ngerasa terbebani sama hal yang gak penting kayak gitu, apalagi kami sampe diamin aku lohh" kata Willie
"Pliss sayang aku gak pernah marah sama kamu, apalagi soal sepele kayak tadi" bujuk Willie
"Aku diam bukan karna bilang kamu marah, tapi aku yang ngerasa bersalah, masalah aku harus sampe ke kamu"
"Yaudah sayang, udah ya jangan dipikirkan lagi, aku bakal kasih pelajaran sama itu cewek besok!!" ucap nya lagi
"Tapi kamu gak usah pecat dia ya, kasihan tau" pintah asya
"Aku juga punya pemikiran buat mecat dia kok, yaudah sihhh kalau gitu sini peluk…
A Doctor'S Touch
Tumpah-tumpah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments