Setelah pertemuan emosional antara Dina dan Andre, hari-hari di rumah sakit terasa panjang dan penuh ketegangan. Andre, meskipun perlahan-lahan pulih dari kondisi fisiknya, terus merasa tertekan secara emosional. Dina, di sisi lain, merasa tertekan oleh rasa bersalah dan kesedihan atas kehilangan bayi mereka.
Selama beberapa hari berikutnya, Dina menghabiskan waktu di samping Andre sebanyak mungkin, meskipun Andre kadang-kadang menghindari tatapannya. Dina berusaha mencari cara untuk membuat Andre merasa lebih nyaman, namun upayanya sering kali terasa sia-sia. Meskipun Andre menunjukkan kemajuan fisik, ketidakmampuannya untuk memaafkan Dina membuat suasana di kamar rumah sakit semakin suram.
Satu pagi, Dina duduk di kursi samping tempat tidur Andre sambil membaca sebuah buku dengan harapan bisa menciptakan suasana yang lebih tenang. Namun, saat dia mengangkat pandangannya, dia melihat Andre menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Dina memutuskan untuk mencoba berbicara lagi.
“Andre, aku tahu kita tidak bisa kembali ke masa lalu, tapi aku ingin kita bisa bergerak maju. Aku sangat menyesal atas segala sesuatu, tapi aku sangat mencintaimu dan ingin kita bisa bersama lagi.”
Andre menghela napas panjang, mencoba menenangkan emosinya. "Dina, aku tahu kamu merasa bersalah, dan aku juga merasa kehilangan. Tapi apa yang terjadi—kehilangan bayi kita—itu bukan sesuatu yang mudah untuk dilupakan. Rasanya sangat sulit untuk menerima kenyataan ini."
Dina merasakan air mata mulai menggenang di matanya. "Aku tahu, Andre. Aku juga merasa sangat hancur. Tapi jika kita terus saling menjauh, kita tidak akan pernah bisa sembuh. Aku ingin kita bisa bersama-sama melalui semua ini."
Andre masih tampak ragu. "Aku tidak tahu apakah aku bisa mengabaikan rasa sakit ini begitu saja. Bagaimana bisa kita melanjutkan hidup setelah semua yang terjadi?"
Dina menggenggam tangan Andre, mencoba mengirimkan seluruh kekuatannya melalui sentuhannya. "Kita tidak bisa mengubah masa lalu, Andre. Tapi ki…
A Doctor'S Touch
Hemmm
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments