Ketika Andre berjuang untuk hidupnya di ruang perawatan, sebuah kegelisahan dan kemarahan mulai tumbuh di hati Willie dan Kevin. Mereka merasa frustrasi dan tidak berdaya melihat sahabat mereka berada di ambang kematian akibat ulah Jaka. Meskipun Jaka sudah ditangkap dan dipenjara, hukuman yang ia terima belum terasa cukup untuk membalas semua penderitaan yang ia timbulkan.
Willie yang selalu tenang dalam menghadapi berbagai situasi medis, kini merasa emosinya tersulut. Dalam hatinya, ia tahu bahwa keadilan telah ditegakkan secara hukum, namun sebagai seorang sahabat dan sebagai dokter yang merawat Andre, rasa marah dan kecewa terhadap Jaka masih membara. Kevin merasakan hal yang sama. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Andre, yang sudah begitu menderita, kini harus menghadapi kondisi yang semakin kritis.
Suatu malam setelah menghabiskan waktu di rumah sakit untuk memantau kondisi Andre, Willie dan Kevin memutuskan untuk bertemu di luar rumah sakit. Mereka memilih sebuah kafe kecil yang tenang, jauh dari keramaian kota, untuk membicarakan apa yang ada di pikiran mereka. Saat itu, malam sudah larut dan suasana di kafe sangat sepi.
“Aku nggak bisa berhenti berpikir tentang Jaka,” kata Kevin sambil mengaduk kopinya dengan gelisah. “Dia memang sudah di penjara, tapi itu belum cukup. Dia telah menghancurkan hidup Andre dan Dina, dan kita semua.”
Willie mengangguk setuju. “Aku tahu, Kev. Aku merasakan hal yang sama. Setiap kali aku melihat Andre terbaring di tempat tidur, tidak berdaya, aku merasa marah. Ini bukan sekedar masalah hukum lagi. Ini soal keadilan yang lebih dalam.”
Mereka berdua terdiam, merenungkan situasi yang dihadapi. Kevin meminum kopinya dalam diam, mencoba mengendalikan amarah yang bergolak di dalam dirinya. Sementara itu, Willie, yang biasanya begitu rasional dan tenang, merasa hatinya dipenuhi oleh rasa frustrasi.
“Kita nggak bisa biarin Jaka lolos begitu aja,” kata Kevin akhirnya, suaranya penuh tekad. “Aku tahu ini terdengar ekstrem, tapi kita…
A Doctor'S Touch
Amarah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments