Beberapa minggu setelah operasi kedua yang menyelamatkan nyawa Andre, situasi di rumah sakit mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Andre kini telah dipindahkan dari ruang ICU ke kamar perawatan biasa, meskipun masih harus menjalani terapi intensif. Namun, ketegangan masih terasa. Dina yang selalu berada di samping suaminya, tak pernah benar-benar bisa merasa tenang. Setiap detik yang berlalu adalah pengingat akan kerapuhan hidup, dan ancaman yang tak pernah benar-benar hilang.
Suatu sore, ketika Andre sedang tertidur lelap karena efek obat penenang, Dina duduk di samping tempat tidurnya sambil memegang tangannya dengan erat. Pikiran Dina berkelana, memikirkan hari-hari yang telah mereka lalui sejak kecelakaan itu. Dia memikirkan Jaka yang kini berada di balik jeruji besi, dan meskipun Jaka tak bisa lagi menyakiti mereka, bayangannya masih menghantui Dina. Rasa trauma itu belum sepenuhnya hilang, dan dia selalu waspada, seolah-olah setiap saat sesuatu yang buruk bisa terjadi.
Namun, dalam keheningan ruangan rumah sakit itu, Dina mendengar suara langkah kaki mendekat. Pintu kamar terbuka pelan, dan terlihatlah Kevin yang berdiri di ambang pintu. Wajahnya serius, namun ada sedikit senyuman ketika dia melihat Dina.
“Hey,” Kevin menyapa pelan, tidak ingin mengganggu tidur Andre.
“Hey,” Dina menjawab dengan suara lirih, sambil berusaha tersenyum. Tapi Kevin bisa melihat kelelahan yang dalam di mata Dina.
Kevin mendekat dan duduk di kursi di sebelah Dina. “Bagaimana keadaannya hari ini?”
“Lebih baik,” jawab Dina. “Tapi... aku tidak tahu, Kevin. Rasanya seperti semua ini masih mimpi buruk. Aku terus-menerus takut kalau sesuatu yang buruk akan terjadi lagi.”
Kevin mengangguk, mengerti apa yang dirasakan Dina. Dia sendiri merasakan hal yang sama. Kejadian ini telah mengguncang mereka semua, dan meskipun Andre mulai pulih, rasa takut itu belum sepenuhnya hilang.
“Aku mengerti, Dina. Tapi kita harus percaya bahwa Andre akan pulih sepenuhnya. Dia kuat, dan dia punya kamu di s…
A Doctor'S Touch
op 3
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments