Jam di meja samping tempat tidur menunjukkan pukul dua siang. Gwen tahu ia tidak bisa terus mengurung diri di kamar seharian. Tapi tetap saja, ia belum sanggup keluar dan menghadapi Raymon setelah kejadian pagi tadi.
Pria itu pasti menganggapnya gila.
Ya Tuhan, bahkan setelah dua tahun, kepalanya masih kacau.
Padahal Gwen sudah merasa membaik. Ia sudah sampai di titik di mana ia bisa berada di dekat pria bertubuh besar tanpa panik. Ia bahkan bisa mengobrol normal, selama mereka tidak menyentuhnya.
Memang, kebanyakan orang, terutama pria, lebih tinggi darinya. Tapi tidak semuanya memicu serangan panik.
Ia hanya bereaksi pada pria yang setinggi Hayes dan punya tubuh besar berotot.
Raymon tidak mirip Hayes yang berambut pirang dan berpenampilan seperti peselancar, tapi tinggi dan posturnya hampir sama.
Mungkin kalau ia sudah diperingatkan sebelumnya, atau tahu apa yang akan dihadapi, ia tidak akan bereaksi separah itu. Tapi tadi ia masih mengantuk, dan saat Raymon tiba-tiba berdiri menjulang di depannya, ia langsung kehilangan kendali.
Ia harus keluar dari kamar ini.
Masih ada yang harus dilakukan.
Masih ada orang yang harus ia tipu.
Dengan semangat, Gwen bangkit dari tempat tidur. Dengan kepala tegak, ia melangkah keluar kamar.
Raymon duduk di meja makan, garpu di satu tangan dan ponsel di telinga. Dari ekspresi gelap di wajahnya, jelas itu bukan kabar baik.
Gwen berusaha mengendalikan ekspresinya, lalu berjalan mendekat dan sengaja memilih kursi di sampingnya.
Raymon masih menelepon saat Gwen duduk, tapi matanya mengikuti setiap gerakannya.
Dengan gerakan setenang mungkin, Gwen menuang air ke dalam gelas dan memusatkan perhatian pada makanan di tengah meja. Ada semangkuk kentang, berbagai macam ikan, dan beberapa salad. Ia mengambil piring dan mulai mengisinya.
Ia juga mengambil sepotong roti dan mulai makan.
“Aku bakal turun dua puluh menit lagi,” kata Raymon ke telepon, lalu menutupnya dan kembali makan.
Mereka makan dalam diam. Hanya suara sendok dan garpu yang te…
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!
Permainan Pertama Dimulai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments