Raymon memandang sekeliling pabrik terbengkalai yang kadang mereka pakai untuk transaksi, lalu mengumpat pelan.
Tiga mayat tergeletak di lantai, masing-masing dengan satu lubang peluru tepat di tengah dahi.
“Ini apaan, Darius?” bentaknya.
“Mereka bawa barang rusak. Kamu pikir aku harus ngapain?” jawab Darius santai.
“Usir mereka lah, bukan bunuh semuanya. Gila.”
Raymon menoleh ke Grimm dan Mason yang sedang memeriksa peti-peti di lantai.
“Masukin mobil mereka ke dalam. Bakar semuanya.”
“Barangnya juga?”
“Semuanya.”
Raymon menggerakkan kursi rodanya mendekati salah satu mayat dan menatap wajahnya.
“Dari Alfredo?” tanyanya sambil melirik Darius.
“Bukan. Hendrix... Tapi bekerja sendiri. Kayaknya nyolong barang dari Hendrix, dicampur, terus dijual diam-diam.”
“Kita gak kerja sama orang kayak gitu. Kamu tahu itu.”
“Aku cuma penasaran mereka bawa apa. Harganya lumayan.” Darius mengangkat bahu sambil menyalakan rokok.
“Syukurlah kamu senang,” sindir Raymon dingin. “Jangan pernah bikin kekacauan kayak gini lagi. Dengar, Darius?”
“Iya, Presiden.”
“Sekali lagi terjadi kayak gini, selesai. Risiko punya orang kayak kamu di tim, udah hampir lebih besar dari manfaatnya. Beresin diri kamu. Cari hobi kek atau apa kek.”
Raymon memutar kursi rodanya dan keluar, diikuti Mason.
Kekacauan ini benar-benar bukan yang dia butuhkan hari ini. Kalau Darius bukan saudara tirinya, dia sudah lama menyingkirkannya.
“Kirim pelacur ke dia,” kata Raymon saat mereka masuk mobil. “Dia butuh pelampiasan.”
“Udah aku coba. Dia usir semuanya.”
“Berapa banyak?”
“Enam.”
“Coba kirim cowok!”
Raymon cukup yakin Darius bukan gay, tapi dengan kondisi mentalnya sekarang, sulit ditebak.
“Udah dicoba juga. Gak berjalan baik.” Mason berdeham. “Dia usir orangnya, terus datang ke klub dan mukul hidung aku sampai patah.”
“Gila… aku harus ngapain sama dia?”
“Mungkin konseling bisa bantu. Dokter mungkin, atau psikiater.”
“Psikiaternya malah bakal butuh terapi setelah ngobrol sama dia, Mason.” Raymon menghela napas dan me…
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!
Obat Sakit Kepala
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments