Ada sesuatu di tatapan itu, cara Raymon menahan diri hanya karena ia yang meminta, membuat dadanya terasa penuh.
Raymon Frost bukan tipe pria yang tunduk pada siapa pun. Tapi saat ini, dia memberinya kendali.
Suara pelan lepas dari bibirnya saat ia mencapai puncak. Tak lama kemudian, Raymon kehilangan kendali juga. Pria itu meraih pinggangnya dan membalas dengan ritme yang membuatnya kembali larut.
Setelah semuanya mereda, mereka terbaring dengan tubuh saling berdekatan. Ia menggerakkan jarinya di dada bertato Raymon, mengikuti garis-garis hitam di sana. Polanya kebanyakan tribal, mirip dengan yang memenuhi lengan pria itu.
Baru sekarang ia menyadari adanya beberapa bekas luka di dada itu.
Tangannya berhenti di salah satu dari tiga bekas luka di sisi kanan dada.
“Ini dari bom mobil,” kata Raymon pelan, tangannya mengusap punggungnya.
Ia berpindah ke sisi kiri, menyentuh bekas luka panjang di atas pinggul.
“Perkelahian pisau waktu aku ulang tahun ke enam belas. Cuma gara-gara debat politik yang kebablasan.”
Ia lalu menyentuh bekas luka bulat di sisi kiri perut.
“Tembakan. Masalah sama Alfredo. Dia semacam Presiden buat orang Meksiko. Waktu itu situasinya agak rumit. Udah lebih dari sepuluh tahun lalu.”
Ia menatap Raymon. “Sepuluh tahun? Itu sebelum kamu jadi Presiden?”
“Dua belas tahun lalu. Waktu Papa aku meninggal, aku yang gantikan. Umur aku dua puluh tiga.”
“Gimana bisa? kamu masih muda banget.”
“Aku udah mulai kerja sama Papa dari umur lima belas. Orang-orang dukung aku.” Raymon mengangkat bahu santai. “Lebih baik daripada perang internal. Itu gak bagus buat bisnis.”
Tatapannya kembali ke dada Raymon. Perlahan Gwen mulai memahami betapa jauhnya dunia pria itu dari dunianya.
“Jamerson kenapa?” tanyanya pelan.
Raymon terdiam beberapa saat, lalu menarik napas dalam dan memeluknya lebih erat.
“Papa aku.”
“Ya Tuhan… dia yang ngelakuin itu? Kenapa?”
“Panjang ceritanya, Babby. Panjang dan buruk. Dan jelas bukan sesuatu yang mau aku bahas di tempat tidur. kamu bisa mimp…
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!
Sesi Terapi Dr. Orson
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments