Gwen seolah tidak menyadarinya. Dia berdiri di depan Raymon dengan tangan di pinggang.
“Kenapa sih kamu selalu bikin ribut?”
Raymon mengangkat alis. “Kamu barusan ngumumin ke seluruh galeri kalau ada lukisan kamu telanjang, tapi aku yang dituduh bikin ribut?”
Gwen berkedip, menoleh ke belakang, melihat orang-orang yang masih menatapnya, lalu tertawa kecil.
“Ups.”
“Iya.” Raymon mengangguk.
“Ayo kita lihat lukisannya sebelum aku kehilangan akal, karena sekarang ada minimal sepuluh cowok di sana yang lagi ngebayangin kamu telanjang.”
Gwen tertawa dan menunjuk ke kiri. “Sini.”
Mereka berbelok dan masuk ke bagian galeri yang terpisah. Ukurannya hampir sama besar dengan ruangan sebelumnya, tapi hanya ada satu lukisan yang dipajang.
Tiga lampu sorot meneranginya dari atas. Karena pameran baru dibuka, hanya ada dua orang di sana. Mereka berdiri menyamping, memberi Raymon pandangan yang jelas.
Seperti karya Gwen lainnya, lukisan itu didominasi warna abu-abu dan hitam, tetapi bentuknya lebih tegas, lebih mudah dikenali. Bagian bawah penuh tumpukan batu, sisa bangunan, dan berbagai puing. Gumpalan asap putih tersebar di beberapa titik.
Di atas tumpukan utama, berdiri satu sosok dengan tanduk besar seperti iblis. Sosok itu juga digambar hitam dengan bayangan abu-abu, memegang palu besar di tangan kanan, seolah sedang mengayun. Wajahnya tidak terlihat karena tertutup helm merah besar berbentuk rahang serigala, dengan jubah merah panjang yang berkibar di belakangnya.
Lukisan itu luar biasa.
“Kenapa dia menghancurkan semuanya?” tanya Raymon tanpa mengalihkan pandangan.
“Karena dia bisa, mungkin.”
“Itu apa yang berserakan di bawah? Reruntuhan kota?”
“Bukan. Itu metafora.”
“Untuk apa?”
Gwen mendekat dan berbisik di telinganya, “Buat pikiran aku yang udah rusak. Atau sisa-sisanya setelah kamu hancurin dengan rapi, Raymon.”
Raymon menoleh cepat, menatapnya, mencoba mencerna kata-katanya. Dia butuh penjelasan, tapi Gwen hanya berdiri diam, menatap lukisan.
Raymon menyelipkan jarinya ke…
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!
Rekaman Paman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments