Raymon menyelesaikan pengecekan angka bersama Esmond dan Dalton, lalu melirik jam.
Hampir pukul tujuh malam. Sore itu terasa berlalu begitu cepat dengan semua rapat dan tumpukan pekerjaan yang sempat tertunda. Ia bertanya-tanya apa yang dilakukan Gwen.
Gadis itu bilang akan menyusul, tapi tidak jadi, dan entah kenapa, hal itu mengusik pikirannya.
“Kamu mau lanjut begini sampai kapan, Raymon?”
Raymon menoleh ke arah Esmond yang duduk di seberang meja. Dalton sudah pergi, jadi tinggal mereka berdua.
“Begini gimana?”
“Pernikahan kamu. Kamu bahkan gak nikah di gereja. Orang-orang bakal ngomongin kamu.”
“Mereka gak akan ngomong.”
“Dari mana kamu tahu?”
“Karena aku bakal bikin mereka diam, Esmond. Sama seperti aku membuat Papaku diam.” Raymon memiringkan kepala sedikit. “Kamu masih ingat malam itu?”
Esmond menegang. Ia tidak menjawab, tapi urat di lehernya berdenyut jelas. Ya, dia ingat betul malam itu.
“Kalau gak ada lagi yang mau kamu tanya, kamu bisa keluar.” Raymon mengisyaratkan ke arah pintu.
Esmond bangkit dan meninggalkan ruangannya.
Beberapa bulan terakhir, Esmond mulai bertingkah aneh. Dari dulu dia memang pemalas yang lebih suka orang lain bekerja sementara dia mengambil kreditnya. Belakangan ini dia juga berusaha mengambil lebih banyak tanggung jawab dari Dalton. Itu alasan utama Raymon curiga Esmond terlibat dalam ledakan bom itu.
Cepat atau lambat, dia harus bertindak. Dengan bukti atau tanpa bukti.
Untuk sekarang, yang lebih mendesak adalah rasa penasaran tentang apa yang dilakukan istrinya sepanjang sore.
Raymon menghubungi Carolina. “Dia di mana?”
“Masih di dapur,” jawab Carolina dengan nada terhibur.
“Ngapain dia di sana lama banget?”
“Ke sini aja, kamu lihat sendiri.”
Raymon menyusuri lorong panjang menuju dapur. Gwen berdiri di depan meja kerja, memasukkan potongan adonan bulat ke dalam panci besar, sementara Elliot berdiri di belakangnya, mengawasi.
Meskipun memakai celemek, blus renda pink dan jeansnya sudah penuh tepung. Kuncir kudanya berantakan, d…
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!
Elliot VS Gwenn
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments