Saat tawa itu mereda, Gwen mengubah topik. “Katanya kamu mau ngomong sesuatu.”
“Iya. aku mau kamu pasang alat sadap di kamar Esmond dulu. Kantornya juga, tapi kamar dia prioritas.”
“Okay. Gimana cara aku masuk ke kamarnya? Aku bisa nyelinap pas dia lagi kerja.”
“Selalu ada orang di sekitarnya. Entah pembantu atau anak buah.” Raymon memindahkan berat badannya dari kaki yang cedera, bersandar ke meja. “Aku harus mikirin caranya.”
“Kalau aku gagal gimana?”
“Kamu gak akan gagal.”
Raymon sempat mengangkat tangan seolah ingin menyentuh wajah Gwen, tapi kemudian mengurungkan niatnya dan menarik kembali tangannya.
“Kamu udah kasih tahu orang tua kamu soal pernikahan kita?”
Gwen menegang. “Belum. Harus ya?”
“Iya.”
“Sial. Mama aku bakal bunuh aku. Dia selalu bilang pingin bikin pesta pernikahan besar kalau aku nemu orang yang cukup gila buat nikahin aku. Mungkin aku cukup kirim pesan aja.”
Otot di rahang Raymon menegang. Dia mendekat sampai hidung mereka hampir bersentuhan.
“Kamu gak bisa kasih tahu mama kamu soal pernikahan ini lewat chat, Gwen. Kamu harus telepon dan undang mereka makan malam.”
“Di sini?” Gwen berkedip. “Aku gak bisa ngajak mereka ke sini. Kalau Mama aku lihat semua orang bawa senjata, dia bakal mikir aku nikah sama mafia!”
Alis Raymon terangkat tinggi. “Dan itu memang benar.”
“Iya, tapi bisa gak kita gak bahas detail itu? Dia aja sempat panik waktu lihat piercing hidung aku. Mama aku old school banget. Bahkan handuk aja dia setrika. Aku gak yakin dia bakal nerima kalau aku nikah sama bos kriminal.”
Raymon tertawa kecil sambil menggeleng. “Ya udah. Kita ajak mereka makan di restoran.”
...***...
Raymon memang tidak menyukai mamanya Gwen. Seperti yang sudah diduga, wanita itu terkejut saat Gwen memberi tahu bahwa mereka menikah begitu tiba-tiba, dengan pria yang sama sekali belum pernah ia kenal.
Namun dari cara pandangnya sepanjang makan siang, jelas dia lebih terganggu melihat Raymon yang di kursi roda daripada fakta bahwa putrinya menikah dengan orang asin…
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!
Bertemu Keluarga Ducker
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments