Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, Raymon langsung diam di bawahnya.
Gwen memang benci membicarakan hal itu, tapi dia harus mengatakannya. Dia tidak mau mengambil risiko tiba-tiba terkena serangan panik kalau Raymon tanpa sengaja melakukan sesuatu yang memicu dirinya.
Raymon tetap diam, dan Gwen bisa mendengar detak jantungnya yang makin cepat di bawah telinganya. Lalu pria itu melepaskan tangannya dari punggung Gwen.
“Balik ke kamar kamu, Babby. Kita enggak ngelakuin ini,” katanya tajam.
Sial.
Gwen sudah menduga dia bakal bereaksi seperti ini.
“Enggak apa-apa, Raymon.”
“Enggak. Kamu pernah disakiti. aku enggak bakal maksa kamu—”
“Kamu enggak maksa aku.”
Gwen mengangkat kepala, menatapnya, lalu merangkak sedikit sampai wajah mereka benar-benar dekat.
“Gwen,” Raymon mulai bicara, tapi Gwen cepat-cepat menempelkan jarinya ke bibir pria itu.
“Aku enggak punya masalah berada di ranjang yang sama sama kamu. aku juga enggak bakal panik cuma karena kamu peluk aku atau karena dekat kamu.”
Bibir Raymon terasa begitu lembut di bawah jarinya, dan sesaat Gwen kehilangan fokus karena cara pria itu menatapnya begitu intens.
Raymon terlalu tampan.
“Enggak sampai sejauh itu,” lanjut Gwen pelan. “Dia… dia belum sempat nyakitin aku sampai ke situ. aku udah hajar duluan kepalanya pakai laptop sebelum dia sempat ngelakuin apa-apa.”
“Kamu mukul kepala dia pakai laptop?”
“Dua kali. Yang kedua bikin hidungnya patah, terus aku kabur.”
Gwen mengangkat bahu, lalu menggeser jarinya menyusuri alis Raymon.
“Meski begitu, itu tetap bikin kepala aku kacau. Kadang aku enggak bisa ngontrol reaksi aku. Tapi itu enggak ada hubungannya sama kamu.”
“Kamu yakin? aku mau kamu benar-benar yakin, Gwen.”
“Aku yakin.”
Langkah kaki terdengar mendekat, disertai suara piring dan alat makan yang saling beradu pelan.
Sudah saatnya bersandiwara. Gwen langsung menunduk dan mencium Raymon. Awalnya hanya ingin ciuman singkat, tapi begitu bibir mereka bersentuhan, semua pikiran itu lenyap. Dalam hitungan detik…
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!
Waktunya Berbelanja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments