Kamar itu hening, hanya suara hembusan kipas angin yang terdengar monoton.
Luis merebahkan tubuhnya di kasur, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.
Sudah sepekan ia tidak menampakkan diri di sekolah. Alasan sakit perut yang ia berikan pada orang tuanya terasa sangat basi, namun efektif untuk membuatnya terbebas dari rutinitas membosankan itu.
"Malas sekali," gumam Luis pelan, suaranya terdengar berat. "Kapan aku akan segera lulus? Aku ingin segera menjadi pengacara. Setidaknya, profesi itu punya tantangan yang nyata. Mendapatkan klien, berargumen di ruang sidang, itu terdengar lebih hidup daripada sekadar duduk di kelas."
Ia memiringkan tubuhnya, menopamg kepala dengan tangan. Pikirannya melayang pada saldo banknya. Ia ingin sekali memberikan sebagian uang hasil eksekusinya kepada ayah dan ibunya.
Namun, ia tahu itu ide buruk. Jika ia tiba-tiba memberikan uang miliaran, orang tuanya pasti akan curiga. Meski ia mampu memanipulasi bukti transaksi digital, perilaku mencurigakan yang ia tunjukkan pasti akan menimbulkan pertanyaan yang sulit dijawab.
Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka. Luna, adiknya, menyembul dengan wajah ceria. "Kak, ayo makan. Ibu sama Ayah sudah menunggu di bawah," serunya singkat.
"Iya, Luna. Sebentar lagi," jawab Luis datar.
Setelah Luna menutup pintu, Luis bangkit berdiri, merentangkan tangannya yang terasa kaku. Ia menatap cermin di sudut kamar. Wajahnya terlihat tenang, hampir tak berdosa.
"Mungkin aku perlu membeli alat setrum," bisiknya pada diri sendiri, sambil memikirkan rencana ke depan. "Apa aku coba mutilasi korban berikutnya ya? Ah, tidak. Itu terlalu berlebihan. Aku kan bukan psikopat."
Tiba-tiba, sebuah layar transparan muncul tepat di depan matanya, memancarkan cahaya biru dingin.
DING!
[Anda Salah! Anda memang psikopat.]
Luis terdiam. Senyum tipis, hampir tak terlihat, muncul di wajahnya. "Iyakah aku psikopat? Aku ini orang baik yang membersihkan penjahat," balasnya sinis pada sistem.
[Pemberitahuan! Poin e…
Sistem Saldo Eksekutor
Bab 31: Hari libur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments