Lembar demi lembar kertas soal ujian akhir dibagikan oleh pengawas ke setiap meja.
Di dalam ruang kelas yang sunyi, hanya terdengar deru pelan kipas angin di langit-langit dan gesekan pulpen yang mulai menari di atas kertas.
Suasana ketat begitu terasa, mengingat dua pengawas berdiri di sudut depan dan belakang ruangan dengan pandangan mata yang terus menyapu setiap gerak-gerik siswa.
Di barisan tengah, Dimas tampak berkeringat dingin. Ia menatap kertas soal matematikanya seolah-olah sedang melihat tulisan hieroglif kuno yang mustahil untuk dibaca.
"Waduh... ini gimana lagi?" bisik Dimas dengan suara yang sangat pelan, hampir tidak terdengar.
Ia melirik ke arah meja di sebelah kanannya. Di sana, Luis sedang duduk bersandar dengan sangat santai, menopang dagunya menggunakan tangan kanan sementara tangan kirinya yang bebas hanya mengetuk-ngetuk meja dengan ritme konstan. Lembar jawaban Luis masih bersih, belum tersentuh coretan pulpen sedikit pun.
Dimas mencoba mengambil kesempatan saat pengawas depan berbalik membelakangi kelas. Ia memajukan tubuhnya sedikit ke depan. "Luis... Luis, kasih tahu jawaban nomor 10 dong," bisik Dimas dengan wajah memelas, berharap belas kasihan dari sahabatnya itu.
Luis mendengar bisikan itu dengan sangat jelas. Namun, alih-alih memberikan bantuan, Luis justru langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela luar, mengabaikan Dimas sepenuhnya seolah-olah cowok itu tidak pernah ada di sana.
"Yaelah, si Luis... pelit banget," gerutu Dimas dalam hati sambil mengacak rambutnya frustrasi.
"Ekhem! Ekhem!"
Suara batuk berdeham yang sengaja dikeraskan dari arah belakang langsung membuat tubuh Dimas menegang.
Pengawas ujian berjalan mendekat dengan tatapan memperingatkan. Dimas buru-buru menegakkan tubuhnya dan pura-pura kembali fokus menatap kertas soal kosongnya dengan wajah panik.
Walaupun Luis tampak malas, mengantuk, dan sama sekali tidak berniat mengerjakan ujian nasional ini, ia tidak bodoh. Baginya, soal-soal matematika tingkat S…
Sistem Saldo Eksekutor
Bab 63: Tawaran khusus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments