Luis tidak memedulikan pertanyaan Rio. Ia menarik tangan Rio dengan paksa, mengepalkannya, lalu mengarahkannya tepat ke wajah salah satu pemalak yang berdiri paling dekat.
BUG!
Pukulan keras yang digerakkan oleh tenaga Luis itu mendarat tepat di hidung salah satu pemalak hingga membuatnya terhuyung mundur sambil memegangi hidungnya yang berdarah.
"Nah, begitu cara melawannya," ucap Luis santai sambil melepaskan tangan Rio.
Teman pemalak yang satu lagi langsung naik pitam melihat temannya dihajar. "Sialan kau!" Ia maju dan melayangkan pukulan mentah ke arah wajah Luis.
Sebagai manusia biasa yang sudah terlatih di sasana, Luis dengan mudah membaca gerakan lambat itu. Ia merunduk sedikit, menghindari pukulan, lalu melepaskan tendangan lurus yang kuat tepat ke arah perut lawan.
DUAK!
Pemalak itu jatuh terduduk sambil memegangi perutnya yang mual. Luis tidak berhenti di situ, ia maju satu langkah dan melepaskan satu pukulan cepat ke rahang pemalak pertama yang tadi hidungnya berdarah, membuatnya tumbang ke tanah.
"Sudahlah. Ayo, Rio," kata Luis sambil membalikkan tubuhnya dengan malas, mengabaikan dua orang yang kini merintih kesakitan di atas tanah.
Rio yang masih kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi hanya bisa mengangguk patah-patah dan berjalan cepat mengikuti Luis dari belakang.
"Awas kau, Luis! Akan kulaporkan tindakanmu ini kepada kepala sekolah!" teriak salah satu pemalak dari kejauhan dengan nada dendam.
Sesampainya di sekolah, Luis menghabiskan waktunya di dalam kelas seperti biasa. Ia duduk di barisan belakang, menatap keluar jendela atau sesekali memejamkan mata selama jam pelajaran berlangsung. Anehnya, sepanjang hari itu, Bella sama sekali tidak datang ke kelasnya atau menunggunya di depan koridor seperti hari-hari sebelumnya.
"Baguslah kalau begitu. Setidaknya hariku jadi lebih tenang," pikir Luis merasa lega karena tidak perlu menghadapi gangguan dari gadis itu.
Namun, ketenangan itu hancur saat bel pulang sekolah berbunyi. Melalui pe…
Sistem Saldo Eksekutor
Bab 36: Haah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments