Pemeriksaan paksa yang dilakukan oleh orang-orang suruhan Pratama Group hari itu berakhir sia-sia.
Dengan ketelitian tingkat tinggi, Luis telah membersihkan seluruh ruko lantai satu hingga tiga dari segala jenis perangkat atau data yang mencurigakan.
Para pria berjas gelap itu keluar dari kantor Firma Hukum Luis & Rekan dengan tangan kosong, menyisakan kekesalan yang mendalam karena tidak menemukan satu pun celah digital yang mengarah pada pengunggah video pengakuan Aris.
Satu minggu berlalu setelah insiden penggeledahan itu. Kota mulai diguyur hujan deras setiap malam, menciptakan suasana dingin yang mencekam.
Di saat publik perlahan-lahan mulai melupakan kehebohan video viral karena diredam oleh jutaan rupiah uang suap media dari keluarga Aris, di situlah Luis mulai bergerak dalam kesunyian.
Bagi Luis, kehancuran sejati sebuah keluarga konglomerat tidak terjadi saat reputasi mereka dipertanyakan, melainkan saat fondasi tempat mereka berpijak—uang, kekuasaan, dan pewaris tunggal runtuh secara bersamaan tanpa ada kesempatan untuk memperbaiki.
Malam itu, Luis duduk di ruang kerjanya yang gelap. Layar sistem berkedip pelan di depan matanya.
DING!
[Misi Sampingan Selesai: Mengungkap Kebenaran Kematian Sintia & Melumpuhkan Pelaku Utama.]
[Hadiah Misi Telah Dikirimkan ke Rekening Anonim Pengguna: Rp 20.000.000.000,-]
[Catatan: Sisa Fitur Sistem Tetap Berada dalam Mode Operasional Dasar.]
Luis menatap angka nol yang berderet banyak di layar ponselnya. Tambahan modal 20 miliar rupiah dari sistem.
Dana segar ini adalah peluru ekstra yang ia butuhkan untuk membeli sisa saham minoritas, menyuap orang dalam, dan menggerakkan pasar modal demi meruntuhkan Pratama Group dari dalam dalam waktu singkat.
"Uang yang banyak, Aris. Sial bagi keluargamu, uang ini akan kugunakan untuk membeli sisa-sisa kejayaan yang mati-matian dibangun oleh ayahmu," gumam Luis dengan nada dingin.
Keesokan paginya, badai yang sesungguhnya dimulai.
Ayah Aris, yang baru saja menyelesaikan rapa…
Sistem Saldo Eksekutor
Bab 80: Bergerak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments