Tiba-tiba, lampu kamar yang tadinya terang benderang berkedip hebat, lalu mati total. Seluruh ruangan mendadak gelap gulita.
"Sial! Apa-apaan ini?" teriak Andi dari dalam kamar. Suaranya berubah dari sombong menjadi penuh kekesalan. "Woi! Bagian pemeliharaan! Kenapa lampunya mati?!"
Andi meraba-raba meja samping tempat tidur untuk mencari ponselnya, namun tangannya hanya menyentuh permukaan kayu yang kosong. Ponselnya telah dipindahkan tanpa ia sadari.
Di dalam kegelapan pekat, Luis melangkah masuk ke kamar. Ia bergerak dengan tenang. Ia merasakan targetnya mulai panik.
"Siapa di sana? Jangan main-main ya!" teriak Andi ke arah kegelapan. Suaranya mulai meninggi. "Aku anak pejabat! Kau tahu siapa aku, hah? Sekali telepon, aku bisa membuat hidupmu hancur!"
Tidak ada jawaban. Hanya suara embusan angin dari ventilasi udara yang terdengar seperti bisikan kematian.
Andi turun dari tempat tidur dengan kasar. Tubuhnya telanjang dan keringat dingin mulai membasahi dahinya. Ia merasa ada hawa dingin yang menusuk tulang belakangnya.
Ia bisa merasakan kehadiran seseorang di ruangan yang sama. Seseorang yang tidak hanya berada di sana, tetapi telah mengamati setiap inci pergerakannya.
"Keluar kau! Jangan jadi penakut dengan sembunyi di kegelapan!" Andi terus berteriak, namun kali ini suaranya jelas bergetar.
Tiba-tiba, sebuah suara yang sangat tenang dan datar muncul dari sudut ruangan. Itu adalah suara Luis.
"Kau merasa punya segalanya, Andi. Kekuasaan, uang, wanita... kau pikir dunia ini berputar hanya untuk menuruti semua kemauanmu."
Andi memutar tubuhnya ke arah asal suara, namun matanya sama sekali tidak bisa menangkap apa pun. Kegelapan di kamar itu terlalu total. "Siapa kau?! Bajingan! Aku akan membuatmu menyesal setengah mati karena telah berani masuk ke sini!"
"Keadilan itu konsep yang menarik," lanjut Luis. Langkah kakinya terdengar begitu dekat, seolah dia sedang berbisik tepat di telinga Andi. "Kadang ia datang melalui polisi, melalui hakim, dan kadang.…
Sistem Saldo Eksekutor
Bab 40: Ha...
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments