Suara riuh rendah tiba-tiba memecah keheningan di area depan kompleks penginapan.
Beberapa siswa laki-laki dari kelas sebelah tampak berlarian dari arah pantai dengan wajah yang sangat gembira setelah mendengar pengumuman dari pihak pengelola restoran.
"Hei, katanya makan di restoran depan itu gratis! Serius, semuanya digratiskan khusus buat rombongan sekolah kita hari ini!" seru salah satu siswa dengan heboh.
"Beneran? Ah, yang benar saja kau! Mana ada zaman sekarang makan mewah gratis di tempat wisata begini?" sahut temannya yang masih ragu.
"Kalau tidak percaya, lihat saja sendiri ke sana! Anak-anak kelas lain sudah pada mengantre. Ayo ke sana, guys, sebelum kehabisan tempat!"
Luis yang masih duduk di sudut meja luar restoran hanya memerhatikan mereka yang berlarian saling mendahului menuju restoran miliknya itu.
Senyum tipis yang penuh kepuasan sempat terlintas di wajahnya.
Biaya yang dikeluarkan sistemnya untuk menggratiskan makanan ini tidak ada artinya dibandingkan dengan hiburan yang ia dapatkan saat melihat ekspresi gembira sekaligus bingung dari orang-orang di sekitarnya.
Namun, di tengah kebisingan itu, telinga Luis yang tajam menangkap sekelebat suara perdebatan yang samar dari arah area belakang penginapan, tepat di dekat jajaran pohon palm yang rimbun dan membatasi kompleks bangunan dengan area hutan mangrove. Suara itu terdengar penuh tekanan dan kepanikan.
Rasa ingin tahu Luis terusik. Ia meletakkan gelas jus mangganya, bangkit berdiri, lalu berjalan dengan langkah yang sangat pelan dan teratur agar tidak menimbulkan suara di atas permukaan pasir.
Luis bergerak memutari dinding luar restoran, menuju ke arah sumber suara yang berada di balik sebuah batang pohon palm yang besar.
Ia mengambil posisi bersembunyi di tempat yang aman, memanfaatkan bayang-bayang dedaunan untuk menguping pembicaraan tersebut.
"Apa kau bilang?! Hamil?!" suara seorang siswa laki-laki terdengar meninggi, namun buru-buru ditekan agar tidak menggema ke area depan.
"Iya..…
Sistem Saldo Eksekutor
Bab 45: Menguping
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments