Suara Bella mulai bergetar di ujung kalimatnya. Sepasang matanya yang indah mulai berkaca-kaca, dan sedetik kemudian, setetes air mata luruh melewati pipinya yang kemerahan.
Bahunya berguncang kecil, menahan tangis yang sudah ia bendung sejak keluar dari gerbang apartemennya tadi siang.
Luis terdiam melihat pemandangan itu. Di kehidupan masa lalunya, ia terbiasa melihat orang-orang menangis di ruang sidang, namun melihat gadis keras kepala seperti Bella runtuh di depannya entah mengapa memberikan rasa tidak nyaman yang asing di dadanya.
Luis menghela napas panjang. Ia bangkit dari ayunannya, melangkah satu langkah mendekat, lalu mengangkat tangan kanannya.
Dengan gerakan yang canggung namun lembut, Luis mengusap pucuk kepala Bella, merapikan beberapa helai rambut gadis itu yang berantakan karena angin.
"Jangan menangis dong. Nanti cantiknya hilang lho," ucap Luis santai, mencoba mengalihkan suasana dengan kalimat yang paling jarang keluar dari mulutnya.
Mendengar kalimat tak terduga itu, Bella yang sedang memakan es krimnya langsung tersentak kaget hingga tersedak. "Uhuk! Uhuk!" Bella terbatuk-batuk kecil sambil memegangi dadanya, wajahnya yang semula pucat karena sedih mendadak berubah menjadi merah padam sampai ke telinga. "L-Luis?! Tadi... tadi kau bilang apa?"
Luis langsung menarik kembali tangannya dan kembali memasang wajah malasnya yang khas, seolah tidak terjadi apa-apa. "Tidak ada. Aku hanya menghiburmu saja, jangan dipikirkan."
Bella menatap Luis dengan mata membelalak tak percaya, namun perlahan tawa kecil keluar dari bibirnya yang masih basah oleh sisa air mata. "Haha, kok gitu sih? Responsmu datar sekali." Gadis itu menyeka sudut matanya dengan punggung tangan, lalu menatap Luis dengan binar mata yang jauh lebih hangat dari sebelumnya. "Tapi, terima kasih, Luis. Aku serius... aku harap kau tidak akan pernah meninggalkanku. Aku benar-benar berharap begitu."
Luis kembali mendudukkan dirinya di ayunan, melipat kedua tangannya di depan dada. "Ya, y…
Sistem Saldo Eksekutor
Bab 66
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments