Jimmy mendongak menatap pada langit-langit ruangan yang di dominasi warna putih. Sebisa mungkin ia menahan agar air matanya tidak jatuh membasahi pipinya. Namun gagal. Air mata itu tetap mengalir membasahi pipinya. Jimmy menghapus air matanya yang semakin mengalir. Ia tak sungguh tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Untuk pertama kalinya ia melihat Gerry diantara hidup dan mati seperti ini.
Kaki jenjangnya semakin mendekat ke arah ranjang. Walau pun sangat pelan, suara pentofel yang beradu dengan lantai itu berhasil membuat tidur Kyara sedikit terganggu.
"Asisten Jimmy?" Kyara mengucek kedua matanya untuk memastikan penglihatannya adalah benar.
"Maaf sudah mengganggu tidur anda, Nona." Ucapnya begitu sungkan.
"Kau di sini?" Bukannya menjawab, Kyara justru menimpali dengan pertanyaan. "Bukannya kau sedang berada di Amerika?" Tanyanya heran.
"Saya langsung berangkat ke Jakarta saat mengetahui keadaan Tuan Gerry, Nona."
Kyara merasa bersalah. "Apa pekerjaanmu dan Gerry di sana sudah selesai?"
"Semua sudah aman. Tak ada yang lebih penting dari keadaan Tuan Gerry saat ini." Tuturnya datar.
"Maafkan aku... Aku sungg—"
"Ini semua tidak salah anda, Nona. Sudah cukup anda menyalahkan diri anda sendiri."
Kyara tertunduk. Bagaimana pun orang-orang mengucapkan jika ia tidak salah dengan keadaan suaminya saat ini, namun hatinya tidak bisa dibohongi. Karna sampai kapan pun kejadian yang menimpa Gerry akan menjadi rasa bersalah terbesar di hatinya.
"Lebih baik anda tidur di sana." Menunjuk pada sofa bed. Karna Jimmy yakin Kyara akan menolak untuk tidur di kamar yang ada di ruangan itu. "Badan anda akan sakit jika tidur dengan posisi seperti ini." Jelasnya.
"Tak masalah. Aku lebih nyaman di sini." Tolaknya.
Nafas Jimmy terbuang bebas di udara. "Jika anda sudah merasa tidak nyaman. Lebih baik anda segera tidur di sana." Ujar Jimmy lagi.
Kyara mengangguk. Ia sungguh tidak ingin berjauhan dari suaminya saat ini.
"Apa anda sudah makan, Nona?" Tanya Jimmy melihat kotak bekal Kyara yang…
Hanya Sekedar Menikahi
Tiada yang lebih penting
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 468 Episodes
Comments
Fatah Liverpooldlian
gas lah
2023-06-13
0
Fatah Liverpooldlian
mangan
2023-06-13
0
Sur Anastasya
benerbnget lnjut
2022-08-11
0