Butir-butir keringat nampak membasahi wajah Rania yang kini terlihat terkulai lemas setelah pertempurannya dan Wiliam yang berlangsung cukup lama. Rania menyingkirkan tangan William yang kini tengah memeluk erat tubuhnya.
"Minggirlah. Aku masih marah kepadamu!" Cetusnya lalu memiringkan tubuhnya membelakangi William.
"Maafkan aku... tapi aku tidak tahu semua ini akan terjadi." Sesal William.
"Ini semu terjadi karen kau terlalu mengambil kesimpulan sepele atas apa yang aku ucapkan tempo hari." Rania yang masih merasa marah pun tetap pada posisinya membelakangi William.
William menghela nafas berat. "Ini semua memang salahku. Tapi aku janji tidak akan ada lagi kejadian ini untuk hari-hari berikutnya."
"Tidak perlu berjanji jika kau tetap mengingkarinya. Lebih baik kau buktikan saja jika perkataanmu itu dapat di percaya."
"Aku akan mengusahakannya semampuku." Balas William yang sudah tak ingin berjanji.
Rania hanya diam. Ia lebih memilih memejamkan kedua kelopak matanya karena tubuhnya sudah sangat lelah dan mengantuk.
*
Kejadian yang terjadi di perusahaan William beberapa hari yang lalu itu pun akhirnya sampai di telinga Gerry dan Dika. Tak ingin menunda waktu untuk mempertanyakan kejadian yang sebenarnya pada William, siang itu mereka pun berangkat menuju perusahaan William.
"Bagaimana kau bisa begitu bodoh membiarkan wanita itu bertindak di luar batas William!" Cecar Gerry yang merasa berang setelah mendengar kejadian yang sebenarnya dari mulut William.
"Aku juga tidak menyangka jika Citra berani melakukan hal kotor seperti itu." William memijit pelipisnya. Kepalanya sudah sangat berat dengan permasalahan yang tengah ia alami. Karena kejadian itu pula sampai saat ini Rania masih marah kepadanya bahkan tak lagi mengantarkan makan siang untuknya seperti biasanya.
"Bukankah sudah aku katakan agar kau bergerak dengan cepat. Tapi kenapa sampai saat itu Citra masih belum juga keluar dari perusahaanmu?" Cecar Gerry lagi.
"Aku berencana memindahkannya pada minggu ini." Bala…
Hanya Sekedar Menikahi
Cara untuk menenangkannya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 468 Episodes
Comments
Anonim
William itu selalu lamban dalam mengambil keputusan. Masalah Bianca dan Cilla begitu lambannyaaaa....sampai Rania minta pulang ke rumah orang tuanya.
Eeeeee...ini masalah Citra juga lamban dalam mengatasi kecurigaan Rania. Bahkan sudah ada peristiwa berani pegang atau mau betulin dasi juga masih lamban mengatasi Citra. Tapi bukan William kalau tidak heboh dulu wkwkwk
2024-11-11
1
Fatah Liverpooldlian
walahhhhh
2023-07-23
0
sinche chandra
Knp tdk langsung pecat saja, itu kan sudah ada alasan kalau citra sudah kasih obat perangsang. Knp harus di pindahkan kerja segala bukan di pecat langsung
2022-06-21
0