Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 - Satu dari kelas 10
Suatu malam di salah satu Club besar di kota Metrolis.
Beel sedang berada di dalam sebuah ruangan bersama dengan 3 anggota timnya,
"jadi mereka datang ke Metrolis dan membuka bisnis mereka di kota ini?" tanya Beel yang sedang duduk santai di sofa nya
Salah satu anggota tim Beel yang bernama Dusan mengangguk
"ya Beel, mereka mengedarkan obat-obatan itu ke setiap sekolah.." jelas Dusan
Seorang lain anggota Beel yang bernama Rena pun berbicara
"dan sekolahmu juga termasuk di dalam nya.." tambah Rena sambil meminum cocktail nya
"cara kerja geng itu adalah mengambil salah satu siswa dari sekolah itu yang kemudian obat-obatan itu akan mereka suplai melalui siswa tersebut" jelas Pato orang terakhir yang jadi tim Beel.
Beel mengangguk dan menaruh laporan nya, kemudian mengambil gelas minumannya dan minum sambil memikirkan siapa orang yang menjadi kaki tangan dari geng itu di sekolah nya , Garuda Bhakti.
Besok paginya, pintu gerbang sekolah Garuda Bhakti ramai dengan lalu lalang para siswa yang masuk seperti biasa.
Beel berjalan menuju ke sekolah nya dan seperti biasanya, Christi datang disaat yang sama dengan Beel
"hai Beel.." sapa Christi lembut
Beel menoleh
"hai.." jawab Beel
Christi lalu berjalan di samping Beel
"Beel.. besok kan sekolah libur, aku sama teman-teman lain akan pergi ke mall.. kau mau ikut, bersama Jason mungkin?" tanya Christi pada Beel
Beel tetap berjalan tenang dan santai
"ke mall ya.. gua ga bisa janji, tapi kedengarannya asyik juga" jawab Beel
Christi terlihat senang
"bagus.. aku senang kalau kau datang bersama kami" ucap Christi
Beel melirik Christi
"hmm..gua ga ngelakuin apa-apa,kok lu udah senang aja" ujar Beel
Christi tersentak, pandangan nya beralih ke langkah kakinya sendiri dengan wajah memerah
"ma.. maksudku kan semakin ramai semakin menyenangkan" jelas Christi
Beel menatap Christi beberapa lama lalu memandang ke depan
"oh begitu.." sahut Beel dengan wajah datarnya.
Saat keduanya berjalan di lorong menuju ke kelas 10C, guru Lee menghampiri mereka
"oh pasangan romantis sudah datang ke sekolah ya.." canda guru Lee
Christi terkejut ,wajahnya terlihat malu walaupun akhirnya dia mencium tangan guru Lee.. sementara Beel tetap dengan ekspresi tenangnya sambil mencium tangan guru Lee.
Guru Lee melihat Beel,
"Beel, saya ingin berbicara denganmu nanti saat jam istirahat.." kata guru Lee yang kemudian berjalan menuju ke ruang guru.
Beel melihat guru Lee, sementara Christi mulai penasaran lalu menatap Beel,
"Beel, apa yang sudah kau lakukan?" tanya Christi.
Beel hanya mengangkat kedua bahunya kemudian melanjutkan langkahnya menuju kelasnya dengan kedua tangan di kantung celana.
Jam pelajaran pun dimulai dengan para murid tertib belajar hingga jam istirahat tiba.
Saat bel istirahat terdengar seluruh siswa menuju kantin untuk makan, begitu pun kelompok dari Beel
"lu ke ruang guru dulu?" tanya Jason pada Beel
"iya.." jawab Beel
"ya sudah.. gua udah lapar, ke kantin duluan ya" ujar Jason
Beel lalu berjalan ke arah yang berlawanan dari Jason untuk menuju ke ruang guru tempat dimana guru Lee ingin berbicara.
Sampai di ruang guru.
Beel masuk ke ruangan guru Lee, Beel mengetuk pintunya
"permisi.." ucap Beel sambil mengetuk pintunya
"masuklah.." terdengar suara dari dalam ruangan itu.
Beel kemudian membuka pintunya dan masuk, saat masuk Beel melihat guru Lee dan guru Sekar di ruangan itu.. Beel lalu duduk di tempatmya.
"langsungg kesini tidak istirahat dulu?" tanya guru Sekar
Beel menggeleng sedikit
"enggak ,Bu.." jawab Beel
Lee lalu bersandar
"ya tidak apa-apa, tidak lama kok" jelas Lee.
Beel menatap Lee
"jadi ada apa ,Pak Lee?" tanya Beel.
Wajah Lee berubah menjadi serius lalu di mencondongkan tubuhnya ke Beel
"belakangan ini ada rumor beberapa siswa ketahuan menyimpan obat-obatan di dalam tas nya dan petugas kebersihan sekolah juga sering menemukan bungkusan obat-obatan di toilet ataupun tempat sampah" jelas guru Lee
"kau tahu sesuatu tentang ini?" sambung Lee yang kali ini melempar pertanyaan ke Beel.
Beel menatap Lee dengan tenang dan santai,
"tidak.." jawab Beel singkat
Sekar melihat ketenangan Beel
"kau terlihat tidak kaget dengan semua yang kau dengar dari Lee" kata Sekar
Beel lalu bersandar dan menatap Sekar
"karena saya juga pernah menemukan obat-obatan sisa di kamar mandi" terang Beel.
Lee menatap Beel cukup lama
"kau tahu alasan kenapa aku meminta untuk menjadi guru utama di kelas 10?" tanya Lee pada Beel.
"tidak tahu" jawab Beel
"karena kaki tangan mereka adalah salah satu siswa di kelas 10.." jelas Lee dengan tatapan tajam.
Mendengar itu kini ekspresi Beel berubah, matanya melebar
"maksud anda.. bandar obat-obatan itu ada di salah satu kelas 10?" tanya Beel seakan tidak percaya.
Beel memang sudah tahu dari timnya malam tadi bahwa di sekolahnya Garuda Bhakti merupakan salah satu yang di sebarkan obat-obatan oleh geng baru itu.
Tapi Beel tidak menyangka bahwa kaki tangan dari geng itu ada di kelas 10, seumuran dengannya.