Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Ku

Wanita Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Rubby

Setelah menikahi wanita yg sangat ia cintai, Dhanil berubah menjadi pria berdarah dingin.
Hal itu dikarenakan rasa cemburunya yg berlebihan, hingga membuat sang istri harus pergi meninggalkannya dan juga Devano anak mereka.

Ia pernah menjadi pria penyayang dan penuh cinta, memperlakukan istrinya dengan sangat lembut, bahkan tak berniat sekalipun untuk melukai wanitanya.

Tetapi semua itu ia lakukan dengan keterpaksaan, agar menyadarkan sang istri keluar dari dunia gelap.

Sejak saat itu Dhanil tak pernah ada niat untuk menikah lagi, karena kehilangan istrinya begitu menyakitkan hingga membuatnya Trauma untuk mengulang rasa sakit yang kedua kalinya.

Namun nyatanya ia tetaplah seorang pria biasa yg merindukan belaian seorang wanita.
Dhanil pun tidak bisa mengelak jika dirinya telah jatuh cinta pada seorang gadis hingga berencana ingin menikahi gadis tersebut.

Apakah pernikahan ini akan berjalan sesuai yang ia impikan? atau akan bernasib sama seperti pernikahan sebelumnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Digoda

Setelah selesai berganti pakaian sekaligus membersihkan diri, Nadine keluar dan terkejut melihat Dhanil yang sudah duduk bersandar di Ranjang.

Dhanil juga meminta Nadine untuk duduk disampingnya, mau tidak mau gadis itu berjalan menuju suaminya, lalu ia naik keatas tempat tidur dan duduk sesuai keinginan suaminya. Rasanya malu sekali, karena Nadine belum terbiasa dengan suasana seperti ini.

"Bagaimana pakaian itu, kamu menyukainya?" tanya Dhanil sambil memegangi tangan Nadine.

"Iyaa Mas, Aku suka. gak kekecilan atau pun kebesaran" jawabnya sungkan.

"Syukurlah."

"Ya sudah tidurlah." ucap Dhanil,

Saat dirinya ingin mengambil selimut disamping Nadine, secara spontan gadis itu menutupi dada dengan menyilangkan kedua tangannya.

Dhanil tertawa tanpa bersuara, karena Nadine mengira dirinya akan melakukan hal yang tidak-tidak.

"Tenang saja, aku tidak akan melakukannya sekarang." ucapnya memegang dagu Nadine.

"Aku tahu ini juga hal pertama bagimu." lanjutnya.

"Kamu tidur disini, dan aku akan tidur di sofa. jangan tidur terlalu nyenyak, bisa saja aku akan menerkam mu disaat kamu lengah." Ancam Dhanil.

"Ihhhh Mas Dhanil." Membuat Nadine takut saja.

"Kenapa. Aku hanya ingin membuatmu tetap terjaga. Aku juga perlu merasa khawatir, karena bisa saja kan aku yang jadi mangsa mu nanti." canda Dhanil.

"ihh Garing banget si." balas Nadine, membuang badannya.

Nadine menutupi tubuhnya dengan selimut, gadis itu menjadi tersipu malu. Karena Dhanil terus-menerus menggodanya.

Tiba-tiba saja Dhanil masuk kedalam selimut, lalu berkata "Apa kamu sudah tidur?"

"Argh... Mas Dhanil, bikin kaget aja." Teriak Nadine.

"Ku pikir kau sudah tertidur, Sayang sekali." ucapnya dengan mimik wajah sedih.

"Yaa... mana mungkin... secepat itu langsung bisa tidur?" ucapnya ketus, namun dengan nada terbata-bata.

"Tadinya aku ingiiiiin....... tapi kamu belum juga tidur." ucapnya lagi-lagi menggoda Nadine.

"Nyebelin banget si Mas, aku tidur dikamar Dhena aja deh." Nadine terlihat kesal, karena Dhanil masih senang menggodanya.

Seandainya Dhanil tahu, jantung Nadine benar-benar akan terlepas dari tubuhnya jika dia terus-menerus menggodanya seperti itu. Saat dirinya berjalan menuju pintu, Dhanil dengan cepat meraih tangan Nadine.

"Kamu marah?" ucapnya.

"Aku hanya bercanda, kalau kamu tidur dikamar Dhena, lalu apa tanggapan anak itu. aku bisa kena bully sama dia. Kamu mau melihat ku seperti orang bodoh dihadapan adikku." sambungnya memelas.

Tiba-tiba saja Dhena dengan kencang mengetuk pintu kamar Dhanil, tentu saja mereka berdua terkejut.

"Heii.... kalian berdua yang ada didalam. Keluar." ucapnya dan terus-menerus menggedor pintu kamar Dhanil.

"Dhena sudah pulang?" batin Nadine.

Dhanil dengan cepat membuka pintu dan melihat Dhena dengan wajah kesal.

"Ada apa?" tanya Dhanil.

"Pake tanya, lihat udah jam berapa itu." ucapnya.

"Lalu kenapa?" tanyanya tanpa mengerti maksud Dhena.

"Aku tahu ini malam pertama bagi kalian, silahkan nikmati moment indah malam kali. TAPI JANGAN BERISIK." Nadine dan Dhanil pun tertawa geli mendengar ucapan Dhena.

"Dikasih tahu malah ketawa. Aku lagi kesel kesel karena gak bisa nginep dirumah sakit, dirumah malah makin kesel sama kalian." ucapnya.

"Bilang aja kan kamu iri lihat kita." balas Dhanil sambil memeluk Nadine.

"Dih iri." Balasnya lalu pergi ke kamarnya.

Dhena memang merasa iri, dia juga ingin segera menikah dengan Rayyan, agar setiap malam bisa selalu bersama seperti kakaknya dan juga sahabatnya.

"Mas, bisa lepasin ini." pinta Nadine sambil menunjuk kedua tangan Dhanil yang masih betah melingkar ditubuh Nadine setelah kepergian Dhena.

"Ohh maaf." melepas pelukannya.

"Kamu si berisik, Dhena jadi terganggu kan." tuduh Dhanil.

"Loh kok aku si, mas sendiri yang iseng godain aku terus." Nadine mengelak.

"Iya, tapi kan kamu gak perlu ngambek gitu, sampai mau kabur dan tidur dikamar Dhena." balas Dhanil tak ingin kalah.

"Nyebelin banget si Mas." Nadine memukuli Dhanil, dia sangat kesal karena Dhanil tidak mau mengakui kesalahannya.

"Aww.. Sakit Nad.. Nadine aaa sakit." Nadine terus memukuli Dhanil tanpa ampun.

"Iya... Aku minta maaf. sakit Nad, udah yaa maafin aku." pinta Dhanil, karena sudah tidak tahan dengan pukulan Nadine, Dhanil terpaksa memegang kedua tangan Nadine.

Tiba-tiba Nadine menangis, ia sangat kesal dan juga malu. ia tidak bisa menutupinya dan pada akhirnya menangis dihadapan Dhanil.

"Huaaaa..... aku benci Mas Dhanil...aaaaaa" ucapnya manja sambil menangis.

"Loh kok kamu yang nangis si, kan yang habis dipukul aku." balasnya menuntun Nadine untuk duduk ditempat tidur.

Dhanil mengambil air dan memberikan pada Nadine. "Minum, minum dulu biar tenang." tukasnya.

Nadine meminum habis air yang berada dalam gelas pemberian Dhanil, lalu Nadine mencoba mengatur nafas dan emosinya. walau masih ada air mata yang menetes di pipinya.

Membuat Dhanil merasa gemas, mengusap kedua air matanya kemudian mengecup bibir Nadine. Gadis itu spontan terdiam, dan melototi wajah Dhanil, Ia pun kembali menangis.

"Huaaaaa...."

"Ohhh gak mau diam, malah lanjut nangisnya." Ucap Dhanil, kemudian mencium pipi kanan Nadine.

"Masih mau nangis lagi." ucapnya sambil mencium pipi kiri Nadine dan memegangi wajah Nadine.

"muach..." cium kening.

"muach..." Cium hidung.

"muach..." cium Dagu.

Nadine berhenti menangis dan menutupi mulutnya agar tidak mendapatkan serangan untuk kedua kalinya.

"Aaaaaaaaa." Nadine melepaskan tangan Dhanil yang menempel di wajah, dan menyingkir dari hadapan laki-laki itu.

"Tidur atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini." Ancam Dhanil. Nadine pun langsung tidur dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.

"Tidur yang nyenyak ya Sayang." Ucapnya lalu Dhanil keluar kamar meninggalkan Nadine.

Laki-laki itu membiarkan sang istri untuk beristirahat dengan nyenyak, ini malam pertama bagi mereka, namun ia tahu gadis itu masih belum siap untuk melakukan hubungan intim.

Dhanil duduk di belakang rumahnya, terdapat kolam renang dan beberapa kursi untuk bersantai. Terlihat ia sedang sibuk menggoyangkan ibu jari tangannya, seperti mencari sebuah nomor telpon.

Jarinya berhenti setelah menemukan nomor yang dituju, kemudian ia segera menghubungi orang pemilik nomor itu.

"Halo... bisa bantu aku?" ucapnya.

"Tolong, cari tahu laki-laki bernama Bian, ia bekerja ditempat istri ku bekerja saat ini. ada hubungan apa dia dengan istriku." Titah Dhanil.

"Aku akan kirimkan alamat tempat istriku bekerja, dan tolong pastikan jangan sampai ia atau orang lain tahu tentang ini."

"Cari sedetail mungkin bagaimana laki-laki itu bisa mengenal Nadine." Titahnya kemudian memutuskan panggilan teleponnya.

Dhanil sudah sangat cemburu atas perbuatan Rayyan, dan semakin dibuat cemburu setelah mendengar percakapan Dhena dengan Nadine.

Apalagi saat mengetahui bahwa Nadine menyukai laki-laki bernama Bian, betapa sakitnya ia telah menikahi perempuan yang mempunyai rasa terhadap laki-laki selain dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!