Indonesia
NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, begitu pula yang dirasakan Amira. Dia adalah korban keegoisan kedua orang tuanya. Apalagi setelah ibunya menikah lagi, dia semakin kehilangan kasih sayang ibunya.

Dapatkah dia bertahan dalam menghadapi kerasnya hidup, atau pergi dan mengakhiri semuanya?

Tahap Revisi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebagian Ingatannya Kembali

"Nyonya, Nyonya mau ngapain?"

bi lastri sangat panik saat melihat menantu majikannya itu membawa semangkuk ayam di tangannya.

Bu Anet masih tidak menjawab pertanyaan bi Lastri, dia pergi ke tempat Amira yang masih bingung sendiri. Bu Anet menarik dengan kasar kursi roda Amira dan kemudian memasukkan satu per satu ayam goreng itu ke dalam mulutnya Amira, hingga ayam itu berjatuhan di lantai.

"Tante, cukup!" Amira tidak bisa melawannya. Bi Lastri mencoba menarik bu Anet agar menjauh dari Amira, tapi naas, malah dia sendiri yang didorong wanita itu hingga jatuh ke lantai.

Tidak berhenti di situ saja, bu Anet bahkan mengambil air dan kemudian menyiramkannya ke tubuh Amira.

"Nyonya cukup! Kalau den Rangga pulang nanti dia bakalan marah." Bi Lastri berusaha bangun dan hendak mencegah niat bu Anet yang ingin membuat Amira jatuh dari kursinya, tapi terlambat, bu Anet lebih cepat. Dia membuat tubuh Amira jatuh dari kursi roda, dan kemudian kepalanya menghantam meja yang ada di sudut ruangan itu.

"Akh!" Amira memegang kepalanya yang terasa sangat sakit, beberapa bayangan muncul di otaknya, itu adalah sebagian dari memorinya yang hilang. Amira sedikit mengingatnya, dia ingat kalau dia memang pernah bekerja sebagai pembantu di rumah bu Anet, wanita itu juga melakukan hal yang sama padanya, rupanya bu Anet cukup pintar, dia sudah berhasil mengembalikan sebagian ingatan Amira.

Tidak! Tidak! Dia itu wanita jahat, mana bisa dipuji, tindakannya sudah melukai Amira, dia pantasnya dihukum atas perbuatan kejamnya itu, Amira melihat wajah wanita di depannya dengan tatapan kebencian, sesaat sebelum akhirnya dia pingsan.

           ****

"Aku tidak mengerti dengan semua ini, mengapa hal buruk selalu terjadi padaku, aku juga butuh kasih sayang yang tulus, aku tidak pernah sekalipun membenci mereka yang telah berlaku jahat padaku, tapi apa mereka pernah sekali saja berlaku adil padaku, aku pikir kecelakaan beberapa waktu lalu adalah hari di mana aku melihat dunia untuk terakhir kalinya, ternyata aku salah, aku masih di sini, masih harus menanggung semua beban dan derita itu.

    

sekarang apa yang harus aku lakukan saat ingatan ini kembali, saat aku sudah menyadari bahwa aku adalah orang yang dulu mereka abaikan, seperti daun jatuh yang tertiup angin, terombang-ambing, dan tak punya arah dan tujuan yang pasti…

Saat itu Amira sudah sadar, tapi dia masih enggan membuka matanya.

"Amira, aku tahu kamu sudah sadar, kamu tidak perlu takut lagi, mama sudah tidak ada di sini, Amira."

Rangga saat itu masih belum tahu kalau sebenarnya Amira sudah mengingat semuanya.

Amira bahkan tidak ingin ingatannya kembali lagi, dia lebih suka seperti itu, dia tidak mau menjadi orang yang terbuang lagi, tapi sama saja. Itu berarti dia tidak mau menghadapi kenyataannya.

"Aku harus kuat, aku bisa menghadapi ini semua." Dia menguatkan hatinya untuk tetap tegar.

"Kamu sudah pulang?" pertanyaan yang pertama keluar dari mulut Amira, dia sengaja tidak ingin membahas masalah tadi.

"Kening kamu sedikit tergores, apa itu sakit?" tanya Rangga penuh perhatian. Amira hanya menggeleng tidak menjawab, karena saat itu perasaannya yang lebih sakit, saat dia menyadari kalau dia hidup di sekeliling orang yang sedang bersandiwara di depannya.

"Itu mama tiri aku, dia memang wanita emosional, kamu jangan dengarkan apa pun yang mama katakan," ucap Rangga sambil terus membelai lembut wajahnya.

"Apa oma sudah pulang?" tanya Amira sengaja mengganti topik pembicaraan."

"Oma masih beberapa hari di sana," jawab Rangga

"Kamu tidak berniat kembali lagi ke cafe?" tanya Amira lagi, dia sengaja supaya Rangga cepat keluar dari sana, air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi.

"Ada Dimas di sana, dia juga bisa mengurusnya, tadi aku berniat pergi ke kantor, tapi bibi menelpon dan mengatakan hal buruk sedang terjadi, jadi hari ini aku di rumah saja." Rangga kemudian menggeser tubuh Amira ke samping, dia berniat tidur di sebelah gadis itu. Amira yang mengetahui apa yang hendak dilakukan Rangga, dia pun memberi sedikit jarak antara dirinya dan Rangga, tapi cowok itu malah menarik tubuh Amira dalam pelukannya.

"Hiks..." Amira akhirnya gagal menahan tangisnya, dia benci sama semua ini, kenapa Rangga masih berpura-pura, bukankah Rangga sudah tidak mencintainya lagi, bukankah itu semua hanya sandiwara saja?

"Aku sudah tahu kalau kamu memang ingin menangis sejak tadi, kenapa harus ditahan? Jangan berpura-pura kuat kalau tidak sanggup," ucap Rangga, dia menenangkan Amira.

Amira memberontak berusaha melepaskan pelukan cowok itu.

"Lepaskan aku!!"

"Lepaskan aku!!" teriak Amira, "kamu jahat, kamu cuma pura-pura peduli sama aku." Tangis Amira pecah.

Rangga bukannya melepaskan, tapi malah semakin mempererat pelukannya. "Semalam kamu bilang kamu ingin ke makam orang tua aku, ayo kita ke sana!" ajak Rangga.

"Aku tidak mau lagi, selama ini kamu tidak mencintaiku kan? Kamu cuma berpura-pura, karena aku tidak mengingat masa laluku, bahkan aku tidak tahu asal usulku, sekarang katakan apa benar kamu suami aku? Apa benar kita sudah menikah?" tanya Amira dia ingin Rangga berkata jujur sekarang di depannya, meski dia sudah tahu kalau Rangga memang bukan suaminya.

"Aku memang suami kamu, ayolah jangan marah-marah seperti ini," bujuk Rangga, "besok kita ke dokter ya, buat terapi," sambungnya lagi.

"Tidak usah, tidak perlu, aku tidak mau! Biar saja seperti ini, karena aku akan kembali seperti dulu, aku akan kembali menjadi dia yang sepi, dia yang tak punya tempat untuk mengadu. Waktu juga tidak mungkin bisa mengembalikan apa yang telah hilang, aku hanya bisa menunggu waktuku yang berputar untuk berhenti," lirih Amira, dia membenamkan kepalanya dalam pelukan Rangga, dan akhirnya matanya kembali terpejam. Saat Rangga menyadari bahwa Amira sudah tertidur lagi, dia baru bisa bernafas lega.

"Apakah Amira mulai mengingat apa yang sebenarnya terjadi?" kini giliran dia yang dibuat frustasi.

   

          *****

Siang itu, di kediaman keluarga pak ak Andi terjadi hal yang tidak disangka-sangka.

"Pa, tolong mama, Pa!" jerit Aura, dia saat itu sedang berada di kamar orang tuanya.

"Papa!" Aura memanggil lagi, pak Andi dan Dimas yang sedang berbincang di lantai bawah, jelas saja sangat kaget saat mendengar Aura yang berteriak seperti orang yang sedang dalam bahaya.

"Pa, itu suara Aura sepertinya terjadi sesuatu sama mama," ujar Dimas, mereka pun langsung saja pergi melihatnya.

Begitu sampai di pintu kamar, mereka sangat terkejut melihat darah yang mengalir di lantai.

"Kenapa bisa seperti ini?"

Pak Andi terduduk lemah di lantai, kakinya tidak sanggup lagi berjalan, dunia seolah berhenti berputar saat itu juga.

****

  

 

  

1
Anifa Anifa
novel nggak bermutu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
g percaya aku sama Lidia
Murdiyanti Dian
jangan bersikap seperti itu Amira takutnya Rangga pergi darimu karena sikapmu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
kenapa aku mengeluarkan airmata terus.... kasihan Amira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Bacanya terlalu menghayati, Mbak. makasih udh mampir 🥺🤭💖
total 1 replies
Sang
lanjut dedek/Ok/
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Iya kk😉🤭
total 1 replies
Jade Meamoure
😭😭😭
kagome
kaya tapi sederhana thor itu keren
Fay
Luar biasa
ngintip masa lalu/CoolGuy/
Nayla arafah
ya ampunn

itu sakit banget Amira, Rangga kok gitu sih
Nayla arafah
hmmm kasian Mira kak 🥺
Nayla arafah
satu iklan buat Amira 😁😁
Cristin
sungguh sangat menyedihkan
meihan
sedih woy nyampe nangis, tapi kenapa kurang peminatnya ya padahal bagus ceritanya
ORC
mampir thor 🐼Salam kenal dari Ry 🙏🏻
ORC
Setangkai bunga mawar buat mu Thor
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Makasih, sudah mampir/Smile/
total 1 replies
Yem
semangat ya Amira.. Jadi ikut sedih..
Yem
Kasihan Mira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: hehe... nanti juga bahagia dianya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!