Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpenjara Suami Pisikopat

Terpenjara Suami Pisikopat

Status: tamat
Genre:Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tya Calysta

Bagaimana jika menikah hanya karena harta, dan di madu oleh suami sendiri yang merupakan konglomerat dan orang berkuasa dalam melakukan hal apapun ...

Nanda merasakan sakitnya, menikah dengan seorang konglomerat, dan harus bertahan menjalani pernikahan selama delapan tahun ...

Namun, bagaimana jika kehamilan Nanda kali ini merupakan benih dari mantan kekasihnya, Amet ...?

Mampukah Nanda melalui semua tekanan yang di berikan Bram ...? Sehingga menghancurkan seluruh kehidupan Amet, tanpa perasaan bersalah ...

Simak kisahnya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya Calysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seakan dekat

Supri memarkirkan kendaraan majikannya, tepat di sebelah mobil milik Bram. Mobil mewah, milik pengacara kondang itu, hanya memiliki plat nomor satu digit, menunjukkan bahwa pria angkuh itu merupakan orang terpandang di kota metropolitan tersebut.

Parlin menoleh kearah Nanda yang masih menangis tersedu-sedu, karena tidak ingin melihat wajah cantik wanita itu tampak semakin tertekan.

"Kamu tetap di sini. Setelah saya menyelesaikan semuanya, kita akan segera berangkat ke Jogja. Karena sahabat mu berada di sana. Saya akan menjamin keselamatan kamu, sampai melahirkan. Jadi jangan bersuara, ataupun keluar dari mobil! Kamu mengerti?"

Nanda yang mendengar ucapan Parlin, hanya mengangguk patuh. Setidaknya kali ini dia dapat bernafas lega, karena ada orang baik yang mau melindungi dirinya serta.

Perlahan Nanda merebahkan tubuhnya, tidak ingin menoleh keluar, karena takut akan terlihat oleh beberapa pengawal yang masih lalu-lalang di mobil Parlin tersebut.  

Nanda mengusap lembut perut yang sudah mulai membuncit, sambil merebahkan tubuhnya di jok penumpang yang berada di stir kemudi. Entahlah, kakinya terasa sangat keram, setelah berlari jauh meninggalkan kediaman Parlin, saat mengetahui keberadaan Bram ada di sana.

Di tempat yang berbeda, Parlin menyapa Bram dengan sangat baik. Wajah tampan, dan tenang sangat berbeda dengan sosok angkuh seorang Bram, yang menyambut tangan pria itu dengan wajah garang.

Bram tidak ingin berdebat, dia langsung menanyakan dimana keberadaan Nanda, dengan nada tegas, "Dimana kau sembunyikan istriku?"

Parlin hanya tersenyum, mempersilahkan Bram untuk duduk kembali di sofa yang tersedia, "Duduk dulu, saya akan memerintahkan kepada pekerja saya untuk memanggil istri Anda!" tegasnya.

Bram hanya tersenyum lirih, ia memperhatikan sosok Parlin yang masih mengenakan seragam coklat, dengan bintang yang berada di kerah bajunya, hanya bergumam dalam hati, "Hmm ternyata pemilik perkebunan teh ini, merupakan aparat! Pantas saja, dia tidak takut akan apa yang telah di lakukannya ..."

Benar saja, Parlin langsung menyapa salah satu pekerjanya, memberikan perintah, "Tolong panggil Ibu Nanda! Sepertinya dia belum bangun, karena tadi malam dia tidur terlalu larut malam, karena sibuk membantu saya untuk perkebunan!"

"Baik Pak!" tunduk pekerja, membuat Bram yang mendengar hanya bisa menyeringai kecil.

Parlin kembali menoleh kearah Bram, yang masih memperhatikannya, namun seketika mengalihkan pandangan kearah lain.

Parlin bertanya, hanya sekedar basa-basi, "Hmm, sudah berapa kali berkunjung ke Wonosobo Pak Bram?"

Bram menghela nafas berat, hanya menjawab singkat, "Ya baru pertama kali! Karena saya kurang tertarik dengan situasi di perkampungan seperti ini. Apalagi Nanda tumbuh di kota besar. Jadi dia lebih senang berada di metropolitan!"

Parlin membulatkan bibirnya, mengajak Bram berbincang-bincang ringan, tentang beberapa bisnis yang tengah ia tekuni. 

Akan tetapi, ketika Parlin tengah asyik mengobrol dengan Bram, salah satu pekerjanya berlari menuju pintu utama, hanya untuk menyampaikan sesuatu hal.

Dengan nafas tersengal-sengal, pria bernama Sarno itu menatap kearah Parlin, yang juga menatapnya, "Pak, i-i-itu eee ... I-i-ibu Nanda enggak ada di dalam kamarnya. Dia hilang, Pak!"

Parlin yang sudah mengetahui bagaimana skenario ini, langsung berdiri, seolah-olah dia kaget seketika, mendengar pernyataan bahwa Nanda hilang, "Apa? Hilang!?" Mimik wajah yang terkejut, tampak jelas dari rona wajahnya yang langsung memandang kearah Bram.

"Kemana dia? Tidak mungkin Bu Nanda hilang, dia lagi hamil. Cepat, bantu saya mencarinya!"

Parlin beranjak dari duduknya, memberi perintah kepada pekerjanya, yang langsung di susul oleh Bram yang langsung mengikuti langkah kaki Parlin.

Bram benar-benar kesal, ia tidak menyangka bahwa Nanda berani meninggalkan perkebunan pria yang masih terlihat gagah tersebut, dengan wajah menggeram garang. 

"Kemana anak itu! Dasar wanita tidak tahu diri! Jika aku menemukan mu, aku akan menyekap mu, Nanda! Sampai kau benar-benar melahirkan anak perempuan yang ada didalam kandungan mu ...!"

Bram menyesiasati sekelilingnya, dia mencari-cari keberadaan Nanda, dan melacak keberadaan istrinya melalui handphone canggih yang masih berada dalam genggamannya.

Berkali-kali Bram mencari keberadaan handphone pipih milik Nanda, yang ternyata terdengar nyaring dari dalam kamar paviliun, tempat pertama kali ia berdiri.

Bram menghardik keras salah satu pekerja Parlin, yang masih berdiri di depan pintu paviliun, "Sialan! Ternyata kalian sengaja mengelabui aku!"

Perlahan Parlin melangkahkan kakinya mendekati Bram, untuk memberikan penjelasan, "Maaf, saya rasa Bu Nanda tidak ingin bertemu dengan siapapun saat ini. Saya akan mencoba untuk mencari keberadaannya, bagaimanapun dia menjadi tanggung jawab saya karena telah menginjakkan kaki di perkebunan. Tinggalkan saja nomor telepon Anda, nanti saya akan menghubungi lagi! Karena saya tidak bisa mencari keberadaan istri Anda saat ini, karena saya masih ada rapat penting satu season lagi!"

Bram tertawa kecil, mendengar penjelasan Parlin, "Ogh, jadi selama ini Anda menjalin hubungan diam-diam dengan istri saya? Ternyata kalian memiliki hubungan terlarang hmm!"

Dengan sangat terpaksa, Parlin hanya tersenyum tipis, dia mencoba agar tetap tenang, menghadapi pria arogan yang berada di hadapannya itu.

"Jangan asal bicara Pak Bram. Saya, sudah memiliki istri. Saat ini istri saya sedang berada di Bali, karena memiliki rapat penting dengan beberapa kerabatnya. Saya tidak bisa menemani anda! Saya permisi!"

Akan tetapi, Bram menahan lengan pria yang berada di hadapannya tersebut. Pria gagah yang sangat berbeda dari dirinya, membuat ia sedikit penasaran karena mendengar mesin mobil Parlin masih menyala.

"Jika kau mengizinkan, aku ingin melihat kondisi didalam mobil mu! Aku tidak ingin kehilangan istriku begitu saja, karena aku sangat mengetahui sepak terjang pria seperti mu!"

Parlin menautkan kedua alisnya, dia tertawa terbahak-bahak, mendengar tuduhan Bram, yang diarahkan untuknya, membuat ia hanya bisa mempersilahkan Bram untuk mendekati mobil hitam yang masih menyala.

Kedua bola mata Parlin, menoleh kearah Supri, dan mengisyaratkan bahwa semua aman terkendali, memberikan satu kelegaan bagi duda tersebut.

Perlahan ia membuka pintu mobil, untuk memberikan keyakinan pada Bram, begitu juga bagasi belakang. Hebatnya Parlin, bisa melindungi Nanda, agar bisa membawa wanita yang tengah mengandung tersebut, agar terbebas dari pria sekasar Bram.

"Bagaimana? Apakah Anda tidak percaya, bahwa istri Anda tidak berada didalam mobil ku hmm?"

Bram mendecih, dia masih belum bisa mempercayai orang yang baru ia kenali, menggerutu didalam hati ...

"Sial, aku yakin Nanda masih berada di sekitar sini ...!"

"Nanda! Nanda! Dimana kamu, sayang!!" teriaknya lantang, membuat Parlin tampak kebingungan, karena Bram berteriak tepat di mobil yang masih dalam posisi pintu terbuka.

Nanda mengerjabkan matanya yang tertidur di jok paling belakang, yang di tutupi kain hitam oleh Supri, ajudan sekaligus orang kepercayaan Parlin.

"Agh, aku tertidur! Ta-ta-tapi kenapa suara Mas Bram seakan dekat ...?"

1
furidwi
lanjut thor
semangat🥰
Susi Susanti
semoga Nanda berjodoh dengan parlin
Susi Susanti
uh yg jahat itu justru kamu Bram...bukanya Amet
Susi Susanti
bagus sih ceritanya,cuma unk buka bab selanjutnya harus loading nya lama.
ماردي فضيلة
lanjut donk cerita nya
Hanisah Nisa
gantung ceritanya.....kuingat selepas Bram tahu Nanda tak bersalah....Akan menyangi ya....malah membawa wanita....bayarkan lagi....pening....sambung lagi Thor ceritanya....
Soamole Bonso
laki laki jahat biadab
Fransisca Carla
Kenapa siyh gak ada yg berani jeblosin Bram kepenjara? Thor buat Bram itu dimasukkan ke penjara. saya jijik lht kelakuan dan obsesinya terjadap wanita, padahal Nanda tidak salah membunuh Misela. atau hak msukkin aja si Bram ke RSJ aja.
Chm1327: bener banget tuh kak, sebel aku sama Bram 😏😤
total 1 replies
G-Dragon
bener-bener laki psikopat ini mah! yang bersalah siapa yang di siksa siapa. buat Nanda melawan Thor, jangan lemah terus, kasih pelajaran buat Bram 😡😡😤😤 gemes
Chm1327
Bram bener-bener gila 😤😬🤕
Fransisca Carla
Bram itu hrs minta maaf sama Nanda karena diperlakukan sebagai wanita binatang saja. disiksa terus. Nanda lebih baik minta cerai saja dr pria gila itu. yg salah siapa malahan yg disiksa siapa?
Chm1327
egois nya seorang pria seperti Bram, selalu mencari kambing hitam untuk menutupi aibnya. inilah ciri pria psikopat, dan kejiwaannya terganggu.

menyesal telah menyakiti Nanda selama 8 tahun, membuat Nanda kebingungan menghadapi perubahan pada Bram, lanjut Thor
G-Dragon
menyesal, depresi, mau minta maaf gengsi ... itulah yang dirasakan Bram. sekarang mencari kambing hitam, karena tidak mau disalahkan 🙄😤🤧
G-Dragon
penyesalan Bram terbesar kepada Nanda. tapi ini juga menjadi celah yang baru untuk Bram untuk balas dendam pada Lani 😥😥
Chay-in27
bisa dikatakan Nanda terjebak dalam situasi ini. 😬😬🙄🙄
Mugiya
👍👍👍👍👍👍
Fransisca Carla
Dasar Bram psycho, selidiki dengan benar terlebih dl siapa yg membunuh Misela lalu buat pelakunya dipenjara biar dia tahu bahwa kalo membunuh orng lain akan dihukum jgn slalu memperlakukan wanita seperti binatang.
G-Dragon
kejam benar-benar kejam. aku enggak nyangka kalau kakak nya Amet ada andil atas kematian Misela, bagaimanapun, Bram juga harus di penjara dan bercerai dari Nanda 😥😥
Chay-in27
wowh ... aku kaget, kok baru tahu sekarang 😥🤕
Fransisca Carla
coba cari tau siapa yg sebenarnya membunuh Misela? kalo bukan keluarga Nanda, kenapa Nanda diperlakukan seperti binatangoleh Bram? Bram harus masuk penjara karena telah melakukan KDRT selama 8 tahun. semangat up-nya Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!