Indonesia
NovelToon NovelToon
Backstreet

Backstreet

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Terlarang / Romansa / Ibu Tiri
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zesca Viee

Mempunyai suami yang jauh lebih tua dan mertua yang terlalu menuntut, membuat Liliana Mustika Rani terpaksa diam-diam menjalin hubungan dengan anak tiri, yang usianya hampir sebaya dengannya.

Namun ketika Liliana dinyatakan hamil, suami dan anak tirinya sama-sama bungkam, sementara semua mempertanyakan, anak siapa yang sebenarnya ada dalam rahim Liliana?

______

🌹 Follow ig : Anggraeni._li
fb : Zesca Viee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zesca Viee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap

"Lalu kenapa kalau aku tidak mencintainya?" tanya Ethan gusar.

"Oh, tidak Tuan. Saya berpikir, jarang sekali ada orang yang tidak mencintai tapi marah ketika pasangannya berselingkuh," jawab Sam.

"Itu tidak berlaku padaku," tegas Ethan. Ia lalu melenggang pergi dengan santai, meninggalkan Sam termenung sendirian.

"Masalah orang dewasa yang sudah menikah itu ternyata sangat kompleks dan rumit," gumamnya. "Keputusanku sangat tepat untuk menolak cinta dari semua wanita," imbuhnya yang lalu menyeringai. "Aku tidak mau terjebak dalam drama rumah tangga yang cukup menyusahkan ini."

***

"Lepaskan, Ansel! Banyak orang di luar," pekik Liliana tertahan saat Ansel tiba-tiba menariknya masuk ke dalam kamar lalu menciumnya bertubi-tubi.

"Biar saja, mereka tidak akan berani masuk kesini," ucap Ansel yang lalu menekan tubuh Liliana ke dinding dan menatapnya sendu. "I want you," lirih Ansel yang sontak membuat bulu tubuh Liliana berdiri.

"Sudahlah Ansel, apa yang kemarin tidak cukup bagimu?" tanya Liliana.

"Masih kurang. Kamu sudah menjadi candu bagiku," jawab Ansel.

"Tapi aku hmpfftt ...."

Liliana tidak mampu melanjutkan ucapannya. Ansel semakin mendesak tubuhnya dengan kuat sembari menekan intinya dengan perkakas yang kini sudah mulai menegang dan terasa keras. Seketika napas Liliana terasa sesak, terlebih ketika Ansel mulai melancarkan aksinya di bagian depan tubuhnya.

Liliana mengerang, mendesis dan menggeliat, merasakan sensasi luar biasa yang diciptakan oleh Ansel hingga akhirnya ia menyambut dan membalas Ansel dengan penuh gairah.

"Ah, Ansel ...!" pekik Liliana saat Ansel mengarahkan senjatanya langsung menuju intinya, setelah Ansel berhasil melucuti kain penutup bagian bawah tubuhnya.

Ansel berhenti dan diam sejenak, membiarkan miliknya di dalam inti Liliana hingga semakin mengeras, lalu mulai memompanya perlahan. Liliana menggelengkan kepalanya berkali-kali sembari meremas rambut Ansel dengan kuat. Ansel melakukannya sembari berdiri. Ia terlihat begitu gagah dan semakin membuat hasrat Liliana memuncak, terlebih benda besar dan panjang itu melesak penuh, bergerak maju dan mundur dengan berirama, membentur dinding kenikmatan miliknya hingga membuatnya berteriak nikmat berkali-kali sembari menyebut nama Ansel.

Ansel melakukannya dengan cepat hingga keduanya sama-sama mencapai pelepasan. Seperti sebelumnya, Liliana tidak membiarkan Ansel mengeluarkan miliknya terlebih dahulu karena masih terasa penuh dan nikmat di dalam sana. Ansel terkekeh bangga, miliknya adalah candu bagi Liliana. Hingga akhirnya ia mencabutnya ketika sudah mulai layu dan melemas.

Keduanya saling menatap penuh cinta. "Andai kamu menjadi istriku," bisik Ansel.

Liliana tersenyum lalu memeluk dan mengecup rahang Ansel penuh perasaan. "Aku milikmu sepenuhnya. Aku mencintaimu, Ansel, bukan yang lainnya," tegas Liliana.

"Boleh tambah lagi satu kali?" tanya Ansel sembari menyeringai.

"Tidak ...!"

***

"Tunggu sampai mereka keluar," titah Sam, saat ia bersama belasan anak buahnya berdiri mengawasi rumah Ansel dari kejauhan.

Sam sempat melihat Liliana yang sedang bercanda dengan Ansel, saking mengejar dan menyiramkan air dari selang untuk mencuci mobil. Sam sempat tersenyum melihatnya. Ia ikut bahagia ketika melihat kebahagiaan istri majikannya itu, tetapi sesaat kemudian ia termenung, membayangkan resiko besar yang akan diterima Ansel dan Liliana kedepannya saat ia dan anak buahnya berhasil menangkap dan membawa keduanya di depan Ethan.

Sam menghela napas berat. Jika boleh memilih, ia lebih cenderung mendukung hubungan Ansel dan Liliana yang terlihat begitu serasi jika dibandingkan saat Liliana bersama Ethan, dimana Liliana terlihat begitu sedih dan tertekan.

"Pak Sam, sepertinya mereka mau pergi," beritahu seorang anak buahnya. Sam seketika mengangkat wajahnya, menatap ke arah Ansel dan Liliana yang terlihat berjalan ke mobil sembari memakai alat penyamaran.

"Kita bergerak saat mereka sudah agak jauh dari lokasi rumahnya," titah Sam.

"Langsung meringkus atau sekedar mengikutinya, Pak Sam?"

Sam berpikir sejenak lalu memutuskan. "Kita ikuti dulu, lalu meringkus mereka di waktu yang kurasa tepat."

"Baik, Pak."

Mereka lalu bersiap di posisi masing-masing, sementara Ansel dan Liliana yang tidak menyadari keberadaan mereka, melenggang santai masuk ke dalam mobil lalu keluar.

"Kita kemana sekarang?" tanya Liliana.

"Bagaimana kalau ke pantai?"

Liliana mencebik. "Aku tidak begitu suka pantai dan lautan," jawabnya.

"Bagaimana kalau ke Bukit Indah?"

Kedua mata Liliana berbinar seketika. "Oke, kita kesana. Tapi kita tidak membawa tenda untuk berkemah."

"Itu soal gampang, kita bisa menyewanya di sana," jawab Ansel tenang.

"Baiklah."

Setelah memutuskan tempat tujuan, Ansel melajukan mobilnya dengan kencang agar cepat sampai, mumpung hari masih pagi dan belum terlalu panas.

Mereka terus melempar candaan dan saling menggoda di sepanjang jalan yang tidak terlalu ramai saat itu. Hingga tidak menyadari beberapa mobil hitam yang meluncur mengikuti mereka di belakang.

Sam terus memperhatikan laju mobil Ansel. Saat melihat keceriaan dan kebahagiaan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya dari wajah mereka, seketika hatinya ragu untuk meneruskan tugasnya. Tetapi ia juga tidak mau hubungan terlarang itu semakin dalam dan akhirnya justru membawa petaka bagi sepasang kekasih itu.

Ya, Sam yakin ada hubungan spesial antara Ansel dan Liliana saat melihat mereka berciuman. Tetapi ia berjanji dalam hatinya untuk tetap bungkam dan menyembunyikan semuanya di depan Ethan, karena perasaan sayangnya pada Ansel dan juga Liliana.

"Kepung mereka sebelum keluar dari mobil," titah Sam saat melihat Ansel memarkir mobilnya di wilayah wisata perbukitan.

"Siap!"

Beberapa mobil menyalip Sam lalu berhenti mendadak di sekeliling mobil Ansel, tepat ketika mereka berdua keluar dari dalam mobil, membuat kedua sejoli itu terperanjat dengan wajah pias. Sam keluar dari dalam mobil lalu menatap Ansel dan Liliana secara bergantian.

"Pak Sam?" teriak Ansel.

Sam mengangguk dan tersenyum tipis. "Mohon maaf, Tuan Ansel, Anda berdua harus ikut kami sekarang juga," ucap Sam penuh penekanan. Dadanya berdesir ketika melihat mereka saling berpegangan tangan dengan erat, memperlihatkan seberapa besar cinta mereka berdua.

"Kami tidak mau," jawab Ansel, sementara Liliana tertunduk malu. Ia merasa kali ini habis sudah kesempatannya untuk bersenang-senang dan menikmati hidupnya.

"Maaf, kami akan memaksa Anda berdua untuk ikut dengan kami," tegas Sam yang lalu memberi kode pada anak buahnya untuk segera menangkap Ansel dan Liliana.

Beberapa dari mereka kemudian bergerak cepat, mengikat Ansel dan Liliana lalu memaksa mereka masuk ke dalam mobil.

"Kalian jalan dulu, aku akan membawa mobil Tuan Ansel," ucap Sam sembari meminta kunci mobil dari Ansel.

Dalam waktu singkat dan tanpa perlawanan yang berarti, pada akhirnya mereka berhasil membawa Ansel dan Liliana ke hadapan Ethan yang kini menatap mereka dengan nyalang dan penuh amarah.

"Begitu caramu menentang papa, Ansel?" tegurnya pada putra tunggalnya itu.

Ansel berdiri diam sementara Liliana bersembunyi di belakang tubuh Ansel sembari menahan tangis. Ia begitu takut melihat kemurkaan Ethan.

"Hajar dia!" teriaknya pada dua orang pria yang membawa cambuk di tangan kanan mereka.

"Tidak, Ansel!" teriak Liliana panik.

"Dan kau, cepat merias diri dan rapikan penampilanmu, saat ini juga kau harus melayani salah satu klien ku, di kamarmu!" teriak Ethan menggelegar sembari menunjuk wajah Liliana dengan perasaan jijik.

"Tidak, jangan lakukan itu!" teriak Ansel diantara erangan sakitnya akibat cambukan dua orang pria suruhan Ethan.

"Cepat lakukan sekarang juga, wanita jala**!" bentak Ansel.

1
Sery
rebutan wanita..sini banyak
Sery
bapak n anak berbagi
Sery
biarkan saja Ethan tidak pulang2
shery fiana
makanya, suruh pergi kok
shery fiana
ancem aja tuh mak lampir
shery fiana
kamila sm etham sm2 kaya bocil
shery fiana
pasti anak ansel
shery fiana
wkkkw hottt
shery fiana
hamidun?
shery fiana
hahaaha memalukan. udah gitu mau jual lili. dasar laki ga modal
shery fiana
lho kok maruk? ngerti maruk? serakahh
shery fiana
kakek, bukan anak wkwkwk
shery fiana
pergi aja lili. lingkungan itu toxic. biar ansel yg nyari kamu
shery fiana
nah dah dpt lampu hijau
Sery
nggak suka dulu, sekarang suka..malah suka na..na ni 🤣
Sery
orang mabok nggak bisa lu tendang lili..kapok lu..
Sery
semua kacau, gara-gara tua Bangka tuh
Sery
salah paham bagaimana..jgn ngeles Sam
Ratu Wr
ansel cemburu yaaaa
Ratu Wr
waduhhh anak sama bapak sama-sama menikmati dalam waktu berdekatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!