Indonesia
NovelToon NovelToon
The Promish Hyung

The Promish Hyung

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO
Popularitas:49
Nilai: 5
Nama Author: Dewi_BtsOt7

Di mata dunia, Kim Seokjin adalah Devil.
CEO KIMS GROUP. Dingin. Kejam. Tanpa ampun.
Satu keputusannya bisa membuat EX GROUP bangkrut dalam semalam.

Tapi di rumah...
Dia hanya seorang Hyung.

8 tahun lalu dia berjanji pada ayahnya: "Aku akan menjaga Tae."
Sekarang dia menepati janji itu dengan cara yang salah.
Menelan obat di toilet kantor. Menahan darah di balik jas mahal.
Tersenyum untuk 8 orang yang dia sayangi.

Leukimia. Stadium akhir.
Rahasia yang tidak boleh diketahui oleh Malaikat kecilnya, Taehyung.

Saat EX GROUP mulai mengancam nyawa Tae, Seokjin harus memilih.
Tetap menjadi Devil yang melindungi...
Atau runtuh sebagai Malaikat yang akhirnya butuh dilindungi.

"Di luar aku iblis, Tae. Tapi di depanmu... aku cuma hyungmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi_BtsOt7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Kamar tidur utama Kim Seokjin terasa dingin, meski pemanas ruangan sudah disetel pada suhu nyaman. Jin terbaring lemah di atas kasur empuknya, selimut tebal menutupi tubuhnya hingga dagu. Wajahnya pucat pasi, dengan kompres dingin diletakkan di dahinya untuk meredakan demam yang kembali naik.

Di samping tempat tidurnya, Taehyung duduk dengan mata bengkak karena menangis semalaman. Ia menolak pergi, bahkan ketika Jungkook dan Jimin mencoba membujuknya untuk istirahat. Jihoon juga ada di sana, duduk di kursi pojok dengan buku hukum terbuka di pangkuannya, meski matanya lebih sering menatap kakak sahabatnya itu dengan ekspresi khawatir.

Pintu kamar terbuka pelan. Dokter Wang Do masuk, membawa tas medis kulitnya yang usang. Di belakangnya, Chanyeol dan Yoongi mengikuti dengan langkah hati-hati, wajah mereka penuh ketegangan.

"Bagaimana kondisinya, Dokter?" tanya Chanyeol langsung, suaranya rendah namun mendesak.

Dokter Wang Do tidak menjawab segera. Ia memeriksa tanda vital Jin dengan alat digitalnya, lalu mendengarkan detak jantung Jin menggunakan stetoskop. Ekspresinya datar, sulit ditebak. Setelah beberapa menit, ia berdiri dan berbalik menghadap keluarga kecil itu.

"Denyut jantung sedikit cepat, tekanan darah agak rendah, dan suhu tubuh masih tinggi," kata Dokter Wang dengan nada profesional. "Ini adalah reaksi tubuh terhadap kelelahan ekstrem dan stres psikologis yang berkepanjangan. Sistem imunnya sedang turun drastis."

"Apakah ada kerusakan organ? Atau penyakit kronis?" desak Yoongi, matanya menyipit tajam. Ia merasa ada yang disembunyikan oleh dokter tua itu.

Dokter Wang Do menghela napas panjang, lalu menggeleng pelan. "Tidak, Tuan Min. Tidak ada kerusakan organ permanen. Tidak ada kanker, tidak ada gagal jantung. Ini murni kasus burnout parah yang diperburuk oleh anemia akut. Jika dia terus memaksakan diri bekerja dan mengalami stres berat, kondisinya bisa memburuk menjadi komplikasi serius. Tapi untuk saat ini... dia akan pulih dengan istirahat total dan nutrisi yang baik."

Jawaban itu terdengar meyakinkan. Burnout. Anemia. Stres. Diagnosis yang umum bagi seorang CEO muda yang baru saja melalui skandal besar.

Taehyung menghela napas lega, air matanya kembali menetes, kali ini karena kelegaan. "Jadi... Hyung akan baik-baik saja? Dia tidak sakit parah?"

"Dia akan baik-baik saja, asalkan kalian menjaganya," kata Dokter Wang tegas, menatap Taehyung, lalu Chanyeol. "Jangan biarkan dia mengakses pekerjaan. Jangan biarkan dia memikirkan masalah korporat. Otaknya butuh istirahat mutlak. Jika tidak, pendarahan hidung ini akan terus kambuh, dan dia bisa pingsan lagi kapan saja."

Chanyeol masih terlihat ragu. Instingnya berkata bahwa penjelasan itu terlalu sederhana untuk gejala separah itu. Tapi otoritas Dokter Wang Do, yang telah melayani keluarga Kim selama dua dekade, membuatnya sulit untuk membantah secara terbuka. Selain itu, melihat wajah Jin yang tertidur lelap (atau pura-pura tertidur), Chanyeol memilih untuk percaya demi ketenangan Taehyung.

"Baiklah, Dokter," kata Chanyeol akhirnya. "Kami akan pastikan dia istirahat. Tapi jika ada perubahan sekecil apa pun, saya ingin tahu segera."

Dokter Wang Do mengangguk hormat. "Tentu. Saya akan meninggalkan obat penurun panas dan vitamin tambahan. Panggil saya jika demamnya tidak turun dalam 24 jam."

Setelah Dokter Wang keluar, diikuti oleh Yoongi yang masih tampak berpikir keras, hanya tersisa Taehyung, Jihoon, dan Chanyeol di dalam kamar.

Jin membuka matanya perlahan. Ia mendengar semua percakapan itu. Rasa bersalah menusuk dadanya lebih tajam daripada rasa sakit fisiknya. Ia baru saja berbohong pada orang-orang yang paling ia cintai, dengan bantuan dokter kepercayaan keluarganya.

"Tae-tae..." bisik Jin lemah.

Taehyung segera mendekat, memegang tangan Jin. "Hyung... Kau dengar tadi? Kata Dokter Wang, kau hanya kelelahan. Kau harus janji padaku. Jangan kerja lagi sampai benar-benar sembuh."

Jin tersenyum tipis, mengusap pipi Taehyung dengan ibu jarinya. "Hyung janji. Hyung akan jadi anak manis yang hanya tidur dan makan."

Jihoon, yang sejak tadi diam, tiba-tiba berbicara. "Jin-hyung, aku percaya pada Dokter Wang. Tapi... aku juga percaya pada instingku. Ada sesuatu yang tidak kau ceritakan. Bukan tentang penyakit, tapi tentang Lee Soo-hyuk. Apa rencanamu?"

Jin menatap Jihoon, si bungsu yang cerdas itu. Ia menghargai ketajaman Jihoon.

"Aku akan bertemu dengannya besok," kata Jin pelan, memastikan suaranya hanya didengar oleh mereka bertiga. "Di tempat lama kami. Aku perlu tahu mengapa dia membayar Lim Sung-min. Dan aku perlu tahu siapa L.S. yang sebenarnya jika bukan dia."

"Itu berbahaya," kata Chanyeol, melangkah maju. "Jika dia terlibat dalam pembunuhan orang tuamu, dia tidak akan segan membunuhmu juga."

"Aku tidak akan pergi sendirian," kata Jin tegas. "Chanyeol-hyung, aku butuh kau mengikutiku dari jarak jauh. Tanpa diketahui. Jika ada gerakan mencurigakan, kau masuk. Tapi jangan interupsi pembicaraan kami dulu. Aku perlu dia bicara."

Chanyeol menatap Jin lama, lalu mengangguk berat. "Baik. Tapi ini terakhir kalinya aku membiarkanmu mengambil risiko seperti ini sambil dalam kondisi 'lemah'."

Jin tersenyum getir. Kondisi lemah. Jika mereka tahu betapa rapuhnya tulangnya, betapa dekatnya ia dengan kegagalan sistem tubuh total, mereka mungkin akan mengurungnya di rumah sakit psikiatri atau ruang isolasi.

"Malam ini, aku ingin sendiri sebentar," kata Jin tiba-tiba. "Tae, Jihoon, Chanyeol-hyung... tolong tinggalkan aku. Aku ingin tidur nyenyak tanpa gangguan."

Taehyung ragu, tapi melihat ketegasan di mata Jin, ia mengangguk. "Baik, Hyung. Aku akan tidur di kamar sebelah. Jika kau butuh apa-apa, panggil saja."

Mereka bertiga keluar ruangan, menutup pintu pelan-pelan.

Begitu kunci pintu berbunyi klik, Jin segera duduk. Wajahnya yang tadi tenang berubah mengerut kesakitan. Ia meraih tisu dan membersihkan darah yang mulai menetes lagi dari hidungnya. Lalu, ia membuka laci rahasia di meja samping tempat tidur.

Di dalamnya, terdapat botol obat berwarna biru tua. Obat imunosupresan kuat. Dan di sebelahnya, sebuah folder tipis berisi hasil tes sumsum tulang terbaru yang ia sembunyikan dari Dokter Wang Do-sebenarnya, Dokter Wang tahu, tapi mereka sepakat untuk merahasiakannya dari semua orang kecuali mereka berdua.

Jin menelan dua pil obat itu dengan mulut kering. Rasanya pahit, seperti nasibnya.

"Maafkan aku, Tae. Maafkan aku, Jihoon-ah. Maafkan aku, Chanyeol-hyung," gumam Jin pada keheningan kamar. "Aku tidak bisa memberitahu kalian. Karena jika kalian tahu, kalian akan berhenti membiarkanku bertarung. Dan aku belum selesai. Belum."

Ia berbaring kembali, memejamkan mata, membiarkan obat itu bekerja menekan rasa sakit dan peradangan di tubuhnya. Di luar, hujan masih turun, menyamarkan suara tangis halus yang akhirnya lolos dari bibir pria yang dikenal sebagai "World Wide Handsome" itu.

Rahasia itu tetap aman. Untuk sekarang.

1
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku. Di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka...
Dewi_BtsOt7: siap ka nanti aku mampir kalo lagi luang..

aku lagi ngejar up di 3 platfrom🤭
total 1 replies
AntyKa
penasaran😄
Dewi_BtsOt7: di tunggu kelanjutannya ya ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!