Indonesia
NovelToon NovelToon
MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:268.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: ara cahya

Keseharian yang biasa. Kehidupan yang normal layaknya gadis sepantarannya.

Namun, kehidupan Mawar yang berjalan normal, seketika berubah menjadi kacau balau.

Kehidupan tenang di sekolah terusik dengan adanya siswa yang berusaha mendekatinya.

Belum lagi keluarga Mawar yang sedang di terpa masalah. Membuatnya bertambah menjadi bingung dan pusing.

Dan hal tersebutlah yang membuat sosok periang seperti Mawar, berubah drastis.


************************

Hallo akak-akak... semoga suka dengan novel othor ini...

Baca setiap bab di novel ini ya..
Jangan lupa, berikan hadiah di setiap babnya...

Bagi pembaca yang beruntung,,,
Akan ada kejutan di akhir novel...

TERIMAKASIH... 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

"Tahu gitu tadi gue duluan." gumam Mawar sebal. Mawar bukannya cemburu karena Deren pergi bersama dengan Jihan. Hanya saja, Mawar tidak suka saat Deren melupakan janjinya tanpa berkata apapun.

"Tapi, ada untungnya juga gue menunggu di sini." ucap Mawar tersenyum penuh makna. Mawar berjalan menuju ke tempat Weni. Mengganggu sang kakak kelas.

"Kakak kelas. Kok belum pulang." sapa Mawar, berdiri di samping Weni, sambil tersenyum ramah.

Weni memandang Mawar dengan tatapan menelisik. "Emmm,,,, saya baru saja dari perpustakaan." jelas Mawar berbohong. Tidak mungkin Mawar menceritakan yang sebenarnya.

"Hemmm,,,, siapa gadis cantik bersama kak Deren tadi. Mereka sungguh serasi." ucap Mawar, semakin membuat hati Weni panas.

Padahal, Mawar tahu siapa perempuan yang pergi bersama Deren tadi. Adik dari Jerome.

Mawar bersedekap dada. Memandang ke depan, ke arah gerbang. "Kelihatannya mereka satu circle. Anak-anak orang kaya raya. Ckk,,, Astaga, tapi kak Dona jahat banget nggak sih." sindir Mawar, melirik ke arah Weni.

Seolah Mawar sedang prihatin dengan keadaan Weni. "Sudah tahu salah satu budaknya menyukai kak Deren. Malah acuh. Seolah tak peduli." ejek Mawar.

Weni menggenggam erat telapak tangannya. Menatap Mawar dengan tatapan tajam. "Kakak kelas adik kelas duluan ya. Da,,,, da,,,," Mawar melambaikan tangan. Meninggalkan Weni yang pastinya sangat kesal.

Apalagi Mawar menyebut kata budak dalam kalimatnya. Tentu saja Weni tahu maksud dari perkataan Mawar. "Sial." gerutu Weni, menghentakkan kakinya ke bawah.

"Demi Deren gue rela di anggap budak Dona oleh semua murid. Jika sampai Dona malah menikung gue, dan mendukung Jihan. Gue pastikan, gue akan bongkar rahasia terbesarnya." ucap Weni, tersenyum jahat.

Mawar mencari angkot. Dan segera menuju toko, dimana dia akan membeli bahan-bahan kue yang diminta sang ibu.

Sebenarnya ada toko yang menyediakan bahan untuk kue di dekat sekolahnya. Tapi toko tersebut hanya minimarket kecil. Sehingga beberapa bahan kue yang Mawar butuhkan tidak tersedia di sana.

"Terimakasih pak." ucap Mawar sembari mengulurkan uang pada sopir angkot.

Dengan pasti, Mawar melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko yang memang khusus menyediakan bahan-bahan untuk kue, beserta peralatannya.

Dengan santai, Mawar berjalan menyusuri toko. Dengan mendorong troli belanja. Mencari apa yang dia butuhkan.

"Sepertinya gue nanti sedikit ribet deh." Mawar melihat ke arah keranjang belanjaan yang berisi banyak bahan kue.

Mawar melamun. Pikirannya kembali pada sosok yang dilihatnya, dimana sosok tersebut sama persis dengan sang ayah.

Ditambah lagi, sekarang sang ibu makin rajin membuat kue dengan jumlah banyak. Mawar memikirkan sesuatu. "Aissshh,,, jangan berpikir macam-macam Mawar. Semua tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap Mawar dalam hati, menampik pikiran buruk yang berkelebat dalam benaknya.

Karena sedang melamun, Mawar jadi berdiri, terdiam di tengah jalan. "Maaf, permisi mbak." ucap seseorang dari belakang.

"Aaa.. maaf. Maaf. Maaf ya mas." ucap Mawar segera minggir.

"Maaf sekali lagi." ucap Mawar dengan tatapan tidak enak.

"Tidak apa-apa. Jika boleh tahu sedang mencari apa? Hingga melamun?" tanya lelaki tadi.

"Tidak ada. Maaf sekali lagi." Mawar segera mendorong troli keranjang belanjaannya ke depan.

"Seragam itu." gumam Dami, melihat sebuah nama SMA tertera seragam milik Mawar.

Dami pergi ke toko bahan kue karena sedang mengantar sang mama. Karena memang, sang mama lebih dekat dengan Dami dari pada Dona. Padahal Dona adalah seorang anak perempuan.

Dona selalu beralasan jika diajak oleh sang mama keluar. Sekedar menemani pergi berbelanja atau makan diluar.

Berbeda dengan sang putra, Dami. Dia selalu setuju dan akan ikut kemana sang mama akan mengajak. Namun saat dia sedang tidak sibuk.

"Berarti dia satu sekolah dengan Dona." ucap Dami, masih memperhatikan Mawar yang sedang mengambil bahan-bahan kue dan di masukkan ke dalam keranjang.

"Cantik. Dan kelihatannya ramah dan baik." ucap Dami.

Dami tersenyum pahit. Menghela nafas dengan kasar. "Coba, Dona seperti itu. Pasti gue akan sangat menyayanginya. Mama juga pasti nggak akan kesepian." Dami menoleh ke arah sang mama yang juga sedang mencari bahan untuk membuat kue.

"Sayangnya, Dona lebih sering menghabiskan waktu dengan temannya. Dari pada dengan mama." lanjut Dami. Yang tahu, jika sang mama merasa kesepian jika di rumah. Meski ada banyak pelayan di rumahnya.

"Aaa... maaf tante. Saya tidak sengaja." segera Mawar mendekat ke arah ibu-ibu tersebut. Memeriksa jika beliau terluka.

Sang ibu tersenyum. "Tante nggak apa-apa kok. Kamu nggak salah. Tante saja yang nggak melihat." ucapnya, karena tertabrak troli keranjang milik Mawar.

"Ada apa ma?" Dami segera menghampiri sang mama.

"Tidak. Mama yang sedikit meleng matanya." ucap beliau, menepuk bahu Dami.

"Serius?" tanya Dami memastikan. Dijawab anggukan oleh sang mama.

"Maaf mas. Saya tidak sengaja." ucap Mawar dengan ekspresi bersalah.

"Kenapa kamu minta maaf. Tante nggak apa-apa kok. Lihat." ujar mama Dami.

Dami hanya tersenyum simpul melihat Mawar. Dan dibalas senyuman manis dari Mawar. "Jika begitu, saya permisi tante. Mau ke kasir." pamit Mawar.

"Silahkan." ujar mama Dami.

"Maaf sekali lagi." ucap Mawar sedikit membungkukkan badannya.

"Sopan sekali gadis itu." puji mama Dami.

Dami menepuk pundak sang mama. Seakan mengerti apa yang ada di benak sang mama. "Apa dia sekolah di SMA yang sama dengan Dona ya?" tanya mama Dami, melihat seragam Mawar. Dimana di seragam tersebut tertera nama SMA tempat Mawar belajar.

"Mungkin." jawab Dami.

Selesai membayar semua belanjaannya, Mawar berjalan keluar dengan perlahan. "Huhh,,,," Mawar menghembuskan nafas dan menaruh belanjaannya yang lumayan banyak di bawah terlebih dahulu.

Mawar mengibas-ngibaskan telapak tangannya yang terasa pegal. Dengan pandangan mata mencari angkutan umum.

"Kenapa dari tadi hanya melihat taksi." gumam Mawar kesal.

Sebab Mawar tidak mungkin akan naik taksi. Dari pada uangnya digunakan naik taksi, Mawar lebih baik menggunakannya untuk hal lain yang lebih penting.

Saat manik mata Mawar celingukan mencari angkutan umum atau ojek, tanpa sengaja Mawar melihat seseorang yang sangat dia kenali.

"Ayah." gumam Mawar, melihat sileut sang ayah.

Mata Mawar memicing. Mobil yang sama. Dengan seorang perempuan. Sama seperti saat beberapa hari yang lalu Mawar melihat orang itu.

"Bukan Mawar, bukan. Itu bukan ayah kamu. Ayah kamu sedang berada di luar kota. Bekerja mencari uang untuk kamu dan ibu kamu." ucap Mawar menyakinkan dirinya sendiri.

Meski Mawar mencoba untuk tidak berpikir negatif dan percaya pada sang ayah. Namun hati kecilnya berkata lain.

Mawar memejamkan kedua matanya. Menetralkan perasaan yang membuatnya menjadi sedih. "Oke, mencari angkutan umum. Lalu pulang." gumam Mawar.

1
falea sezi
heleh pelakor bahagia enak bgt
falea sezi
karma pelakor mana
falea sezi
semua cm liatin doank gk guna
falea sezi
hadeh muter aja di situ di keluarga pelakor jauhin woy dr jorgi
falea sezi
nunggu karma mu bapak tua laknat
falea sezi
jangan ma jorgi kasih dudah lain aja yg g punya anak
falea sezi
anak jorgi kah males bgt klo duren anak nya gaby
falea sezi
Lina bodoh blg aja janda hadeh uda ada yg naksir sok jual. mahal janda tua kayak lu uda trima aja
falea sezi
bertele tele bgt mending sat set jodohnya mana buat mbk Lina duren pemilik toko kah
falea sezi
abis lulus kuliah pergi aja deh yg jauh dr manusia toxic
falea sezi
Lina bodoh pantes di bodohin istri nurut dan tolol sih
falea sezi
bapak durjana moga dpet karma
Astin Biahimo
sangat penasaran dgn isinya
Yuniyati Wulandari
👌👌👌
ara cahya: mkasih byk... semoga suka...😘
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Salken Thor..
mampir yaaaaa
ara cahya: salam kenl jga akak...
mksih... 😘
semoga suka.
total 1 replies
Ice E_nata E.S
lanjut ceritanya dong!lanjut ke masa kuliah biar seruuu
Lyla Lyla
good...
ara cahya: makasih
total 1 replies
Lia Talia Pangaribuan
mantab
ara cahya: maksih bintangnya 😘
total 1 replies
Nais Nawati
khas drakor critanya,lumayan lah masih bisa dlanjut bacanya
ara cahya: makasih akak,,, dh mampir.
total 1 replies
Ela Jutek
ahhh kok end, tapi lega deh berakhir dengan bahagia😊
Ela Jutek: heem deng, ahh pasti rindu deh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!