Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Apa yang Devan katakan semalam telah membuat Andriana tidak bisa tenang.

Ia hanya bisa menerka nerka dan memikirkan sesuatu yang tidak pernah ia ketahui.

Setelah Arnold berangkat kerja, ia menyelinap masuk ke ruang kerja suaminya yang tidak diperbolehkan siapapun memasukinya dengan alasan dia juga butuh privasi.

Andriana menatap laptop yang terletak di atas meja.

Perlahan ia membuka dan mencoba untuk memasukkan berbagai kata sandi tapi tetap saja gagal. Mulai dari tanggal lahirnya, tanggal pernikahannya, tetap saja tidak ada yang berhasil.

Andriana mulai putus asa dan mencoba diam sejenak untuk berpikir.

"Mungkinkah tanggal lahirnya Daniar" Gumamnya mencoba menekan tombol di kebordnya.

Deg

Ternyata berhasil.

Hati Andriana senang tapi juga sesak, selama ini Arnold berpura pura tidak mengetahui apa apa, tapi nyatanya dia sangat peduli pada Daniar yang merupakan anak kandungnya bersama dengan Saskia.

Andriana duduk dan fokus pada layar laptopnya, perlahan ia menggeser kursornya untuk mencari informasi yang selama ini disembunyikan oleh suaminya itu.

Mata Andriana membelalak sempurna begitu keluar beberapa folder yang mencurigakan dengan nama nama yang aneh.

Folder pertama ia buka.

Berisi beberapa foto pernikahannya. Sambil senyum senyum sendiri ia terus menelusuri foto foto masa kecil hingga pernikahannya yang ternyata disimpan rapi oleh suaminya.

Folder kedua.

Berisi beberapa foto Arnold dengan Saskia. Dan itu tidak membuat Andriana heran, karena memang mereka berdua saling mencintai sejak lama.

Lalu beralih ke folder ketiga.

Di sinilah ia mulai merasa ada yang tidak beres dengan Arnold.

Beberapa foto lama dirinya dengan wanita asing yang sangat mesra, bahkan ada beberapa adegan di foto yang tidak senonoh yaitu sama sama bertelanjang bulat dan saat bermesraan di atas ranjang.

Andriana sempat berdecih jijik tapi ia masih penasaran dan tetap menelusuri foto foto tersebut.

Dan di bagian bawah sendiri ada sebuah folder yang hanya bisa dibuka dengan kata sandi.

Andriana sangat penasaran tapi tetap gagal memasukkan berbagai kata sandi.

Ia sempat frustasi dan menyerah, lalu menutup kembali laptop tersebut tapi sebelumnya ia mencatat Hari dan tanggal foto foto itu dibuat.

Andriana memijit kepalanya lalu beralih membuka dan memeriksa setiap laci yang ada di meja kerja Arnold.

Dari semua tumpukan berkas ada sebuah map warna coklat yang membuat Andriana penasaran.

Perlahan ia buka map tersebut dan mengeluarkan isinya satu persatu.

Sebuah berkas nota pembelian apartemen di kawasan mewah atas nama Cintya Morales, sebuah cek yang belum dicairkan sebesar dua milliar dan sebuah foto keluarga yang sangat familiar bagi Andriana.

Andriana mengabadikan semua itu dengan foto di ponselnya lalu merapikan kembali seperti semula agar tidak membuat Arnold curiga.

Sebelum Andriana keluar dari ruangan itu, terdengar langkah kaki di luar pintu. Andriana bergegas mencari tempat untuk bersembunyi.

Ceklek

Benar saja, ternyata Arnold kembali dari kantornya untuk mengambil berkas yang ketinggalan.

Awalnya ia curiga karena pintu tidak dikuncinya padahal ia tidak pernah lupa tapi karena banyaknya pekerjaan ia merasa dirinya telah lalai dan lupa tidak menguncinya sebelum pergi.

Andriana sangat tegang, hingga keringat dingin mengucur dari dahinya, kalau sampai ia ketahuan menyelinap di ruangan pribadi suaminya mungkin semuanya akan berakhir sekarang juga.

Andriana terus menahan dirinya agar tidak ditemukan oleh Arnold, ia bersembunyi di balik lemari dan tumpukan berkas yang tidak terpakai.

Tanpa diduga Arnold menggeser lukisan yang tergantung di belakangnya, dan sebuah pintu besar yang tadinya dikira hanya sebuah rak buku ternyata berputar dan tampaklah sebuah ruangan besar.

Andriana melihatnya dengan sangat terkejut ia membuka mulutnya lalu menutupnya dengan kedua telapak tangannya.

Perlahan ia ikut mengintip apa yang ada di dalam ruangan tersebut.

Arnold berjalan memasuki ruangan itu, ia berjongkok seperti sedang berbicara dekat dengan seseorang.

"Ma, mama mau makan apa? Biar Arnold ambilkan ya?" Tanya Arnold pada seseorang yang ternyata adalah Rosa dan itu membuat Andriana sangat syok tidak percaya.

Mendengar Arnold memanggilnya mama, Andriana sangat penasaran dan mencoba menjulurkan sedikit kepalanya agar bisa melihat sosok itu.

"Hah mama" Andriana sangat tidak percaya kalau ternyata mama angkat serta mertuanya itu masih hidup. Dadanya sesak seketika, nafasnya tercekat di tenggorokan.

Sebelum Arnold keluar dan melihatnya, Andriana segera keluar dari ruangan itu dengan berhati hati.

Jleng....

Andriana menutup pintu kamarnya dengan keras dan terburu buru karena takut ketahuan oleh Arnold. Ia duduk di tepi ranjang untuk mengatur nafasnya.

Tiba tiba sebuah tangan menepuk pundaknya membuat jantungnya seakan loncat dari tempatnya.

"Kamu kenapa An?" Tanya Arnold.

Andriana menoleh perlahan dan menjawab pertanyaan itu dengan sebisa mungkin tidak gugup ataupun terlihat panik agar tidak membuat Arnold curiga.

"Mas Arnold, ahm aku, entahlah dadaku tiba tiba sakit, uhuk uhuk " Jawab Andriana beralasan.

Arnold mengeryitkan keningnya, menatap dengan dingin seakan tidak percaya,lalu ikut duduk di samping istrinya dan memijit tengkuk leher Andriana "Sini aku pijit sebentar".

"O iya mas kenapa jam segini sudah pulang?Tadi aku ada di taman belakang jadi tidak lihat kamu datang"

"Tidak apa apa An, aku hanya pulang sebentar ada dokumen yang ketinggalan di ruang kerjaku" Jawab Arnold singkat sambil terus memijit tengkuk lehernya.

"Sudah enakan?"

"Iya mas"

Dan saat Arnold hendak berdiri, Andriana menghentikannya dengan menggenggam tangan suaminya itu.

"Mas"

"Ada apa An?"

"Maafkan aku ya, aku belum bisa bantu bekerja, gelar kedokteranku masih ditangguhkan entah sampai kapan" Ucap Andriana sambil terus menatap lekat wajah Arnold.

Arnold pun tersenyum tipis lalu mengusap lembut pipinya dan menciumnya singkat

"Kamu tidak kerja pun aku sanggup memberikanmu hidup mewah, aku sudah punya banyak uang An, perusahaan Wijaya juga sedang berkembang pesat, kamu jangan khawatir ya".

"Iya mas, terimakasih ya"

"Ehem, aku ke kantor dulu ya, nanti tunggu aku pulang kita makan malam bersama".

"Baik mas"

Setelah itu Arnold pun kembali berangkat ke kantornya tanpa menaruh curiga sedikit pun pada Andriana.

Andriana melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya kemudian beranjak dan meraih ponsel yang ada di atas nakas.

Ia menggeser layar di ponselnya untuk mencari nama Devan.

"Devan, aku ingin bertemu denganmu"

(Baiklah sayang, tunggu di depan rumahmu lima menit lagi Leo akan datang menjemputmu).

"Iya cepat Van, ada yang ingin aku katakan padamu"

(Iya iya sayang, sudah tidak tahan ya).

"Devan!!!"

(Oke oke kamu keluarlah, Leo sudah menunggumu).

"Baik"

Andriana segera meraih jaket dan bersiap untuk keluar dari dalam rumahnya, dengan hati hati tanpa diketahui oleh siapapun termasuk asisten rumah tangganya.

Tidak butuh waktu lama, Andriana dan Leo sudah tiba di apartemen mewah milik Devan.

"Leo, kenapa kamu membawaku ke sini? Bukannya Devan sedang berada di perusahaan atau rumah sakit?" Tanya Andriana begitu mobil yang ditumpanginya berhenti di parkiran sebuah apartemen.

"Tuan Devan yang meminta saya menjemput nyonya Andriana dan membawanya ke mari, itu berarti sekarang tuan Devan sudah berada di sini" Jawab Leo.

Andriana mendengus malas, ia segera turun dan berjalan mengikuti Leo. Karena memang ini apartemen milik Devan yang belum pernah ia kunjungi, entah berapa banyak apartemen yang Devan miliki dan hanya sebagian yang Devan tunjukkan padanya.

Begitu tiba di depan pintu, Leo menekan kunci sandi untuk membuka.

Ceklek

"Silahkan masuk nyonya, tuan Devan ada di dalam"

"Baik Leo terimakasih"

"Saya permisi nyonya"

"Iya Leo ".

Leo pun bergegas pergi meninggalkan Andriana di sana.

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!