Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

#22

“Kami melapor, bahwa keadaan di sini masih aman, pencarian tentang keberadaan Tuan Zion terus berlangsung. Di samping itu, kami juga memastikan keadaan Nyonya Lizie baik-baik saja.” 

Daddy Danesh bernafas lega, setelah mendengar kabar terbaru tentang menantunya, setelah itu ia pun menutup ponselnya lalu kembali terlelap. 

•••

Angin malam kembali berhembus di tempat pria itu berdiri, dari kejauhan ia menatap Lizie yang kini berbalik pergi. 

Dia sudah menduganya, jika Lizie tak seperti yang selama ini ia lihat. Kini ia bingung dan bimbang, setelah mengetahui masa lalu istrinya, Zion tetap tak bisa menepis keberadaan sang istri yang sudah tertanam kuat di dalam hatinya. 

Dari mana Zion mengetahui masa lalu Lizie? 

Flashback saat ledakan terjadi. 

Zion yang saat ini terkurung di dalam gudang granat, tak bisa lama-lama menahan keterkejutannya. Ia terbiasa berpikir cepat di tengah situasi genting seperti ini, bahkan kini kedua matanya terus mencari celah aman bagaimana caranya agar ia bisa selamat dari ledakan yang kini sedang mengintai nyawanya. 

Sesaat Zion merasa aman, karena orang-orang yang ada di luar gudang berhenti menembak, sebab mereka tahu, jika salah tembak, maka seluruh isi bangunan akan meledak di waktu bersamaan. 

Tiba-tiba, kakinya tak sengaja tersandung tuas tersembunyi, hingga lantai di depannya tiba-tiba membuka dan menampakkan sebuah tangga menuju ruangan dibawah tanah (bunker beton baja). 

“Ruangan apa ini?” gumam Zion, tapi ia tak punya waktu banyak untuk berpikir, ia meletakkan beberapa butir granat di depan pintu masuk. Lalu dengan cepat Zion melangkah masuk, ke ruang bawah tanah tersebut. 

Saat mencapai tangga keempat lantai baja itu kembali menutup. 

Sementara itu di luar pintu gudang, beberapa orang yang tak sabar ingin segera menangkap Zion, langsung menghujani pintu dengan tembakan brutal, hingga ledakan dahsyat tak bisa dihindari. 

Zion merasakan ruangan di atasnya bergetar hebat, saat ia berpikir mungkin tak lama lagi ia akan terkubur di ruangan ini selamanya, beruntung hal itu tidak terjadi. Zion tak peduli dengan apa yang terjadi di belakangnya, ia terus melangkah masuk ke dalam lorong gelap yang hanya disinari cahaya redup di beberapa titik. 

Beberapa menit berjalan, Zion pun menemukan sebuah ruangan, yang menyerupai kamar, bahkan ada tempat tidur sederhana di sana. Alangkah terkejutnya Zion saat melihat beberapa foto yang menempel di dinding ruangan tersebut. 

Zion seperti kehilangan nafas sejenak, ia bahkan mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan bahwa ia tak salah lihat. Dinding itu seperti menyampaikan sebuah rahasia besar yang selama ini disembunyikan Lizie darinya. 

Foto-foto itu, seakan membuka mata Zion, bahwa selama ini orang yang ia cari ternyata ada di dekatnya, sangat dekat hingga Zion tak pernah menyadari keberadaannya. 

Foto-foto lama itu, memperlihatkan Lizie yang tengah beraksi dengan senapan super canggih yang dimilikinya, hingga banyak target yang telah berhasil ia taklukkan, hingga target yang belum dieksekusi olehnya, yaitu dirinya, sang komandan yang pada saat itu menggagalkan aksi terakhir Lynx dan kelompoknya. 

Tapi, kenapa selama ini tak dilakukannya? Bukankah Lizie memiliki banyak kesempatan untuk melakukannya? 

Zion meraup wajahnya kasar, mencoba untuk memikirkan semua hal, semua hari yang telah mereka lalui, agar segera menemukan jawaban yang ia cari. 

Ia kehilangan kata-kata yang mungkin bisa melukiskan gambaran perasaannya saat ini. Bahkan kenyataan ia bisa selamat dari gudang granat tak seberapa mengejutkan, dibandingkan saat ini. Saat dimana ia mengetahui bahwa masa lalu istrinya adalah seorang pembunuh bayaran. 

Zion kembali menatap ke sekitar, kini pandangannya tertuju pada kotak misterius yang berada di bawah tempat tidur. 

Pria itu menggeser benda-benda yang ada di sekitar tempat tidur, lalu membuka alas yang berfungsi sebagai dipan. 

Tiga buah senapan laras panjang berbagai tipe berjajar rapi di dalamnya, lengkap dengan pelurunya. 

“Sayang, siapa kamu sebenarnya?” gumam Zion, senyum dan ekspresi wajahnya terlihat getir, saat mengingat semua yang telah mereka berdua jalani selama perkenalan hingga pernikahan. Nyatanya Zion tidak benar-benar mengenal Lizie, hingga fakta sebesar ini luput dari pengetahuannya. 

Rupanya lorong itu tidaklah buntu, saat Zion kembali melanjutkan langkah, sekitar 200 meter kemudian, ia menemukan pintu keluar yang berada tak jauh dari kantor ekspedisi yang kini sedang terbakar hebat. 

Flashback end. 

“Komandan? Sampai kapan Anda akan bersembunyi?” 

Sejak tahu siapa Lizie yang sebenarnya, Zion memilih lebih banyak diam seperti saat ini, sampai kapan? Mungkin sampai hatinya tenang, hingga bisa mengambil keputusan rasional tanpa melibatkan emosi sesaat. 

“Entahlah, Louis, kita lihat saja nanti.” 

Benar-benar jawaban yang ambigu. 

•••

Hari berikutnya di tempat lain, Lizie tengah mempersiapkan dirinya, untunglah di negara ini, ia pun memiliki tempat persembunyian rahasia yang hanya diketahui oleh Mars, Andromeda dan Helix. 

Kini, ia kembali memakai atribut lengkap yang dulu kerap dipakai saat menjalankan tugas dari Adam Romanov. 

“Mau kemana?” tanya Mars. 

Lizie berhenti sejenak, “Mengakhiri semua ini.” 

“Caranya?”

“Mencari masalah, Alan Romanov harus tahu, siapa orang sedang ia usik.” 

Lizie melanjutkan langkahnya, tapi sebelum sampai ke pintu, Mars menahan lengannya. “Hati-hati, kamu tahu saat ini sedang berhadapan dengan siapa, kan? Alan tak akan membiarkanmu lolos jika dia tahu siapa yang membuat kakaknya tak berdaya seperti sekarang.” 

“Hmm, aku tahu.” 

Tanpa ragu, Lizie kembali melanjutkan perjalanan, tekadnya sudah bulat ingin mencari dan menemukan suaminya. Sekaligus menghancurkan The King sampai ke akar-akarnya. 

Sehebat apapun Lizie, ia tak pernah tahu bahwa pasukan bayangan selalu menjaganya dari kejauhan, seperti saat ini. Karena pasukan AG pun mengandalkan Lizie untuk menemukan markas kelompok mafia The King. 

Beberapa saat kemudian, sampailah Lizie di sebuah tempat wisata, para pengawal tak berekspektasi apa-apa saat Lizie masuk ke tempat tersebut dengan tenang, padahal di pundaknya sedang memanggul senjata laras panjang yang belum dirakit. 

Disinilah letak kecerdikan Lizie, ia memiliki beberapa senjata api yang tidak menyerupai bentuk aslinya. Namun, bila dirakit, maka senjata tersebut akan bisa dipergunakan sebagai senjata pembunuh yang mengerikan. 

Sebuah gondola membawa Lizi melayang di udara, Lizie membayar penuh untuk gondola yang seharusnya bisa dinaiki 6 orang itu. Disaat Gondola mulai mengudara dengan kecepatan pelan, kedua tangan Lizie dengan lincah dan cekatan merakit senjata yang dibawa dari tempat persembunyiannya. 

Klik! 

Krek! 

Krek! 

Cklak! 

Tak! 

Tak! 

Bunyi berbagai macam onderdil yang sedang dirakit satu persatu hingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Serta diisi dengan beberapa peluru. 

Lizie berdiri tegap, kedua kakinya menjadi kuda-kuda yang kokoh untuk menopang keseimbangan tubuhnya selama melayang di udara. Dari tempatnya berdiri, rumah baru yang megah dan mewah milik keluarga Romanov kini kembali berdiri. 

Lizie mengarahkan bidikannya ke arah pengawal yang tengah berjaga di gerbang. Celah kecil jendela di gondola, ia buka sedikit agar memudahkannya mengunci sasaran. Lalu—

Sett! 

Wush! 

Sebutir peluru melesat cepat, menembus udara dengan kecepatan maksimum. 

Disusul peluru berikutnya, dan beberapa peluru berikutnya, hingga semua persediaannya habis. Lizie kembali menurunkan senjatanya, lalu menatap kepanikan yang terjadi di bawah sana saat ada beberapa orang yang roboh secara tiba-tiba dengan berlumuran darah. 

“Alan, itu surat undangan untukmu, carilah aku kalau kau mampu.” 

1
Bunda Idza
ya Allah.... deg degan ini....tanda masih hidup ya kan....kenapa bisa kecolongan??? mommy Dhera. Daddy Danesh....😭😭😭 piye Iki.....
moon: sek, belum tahu aja mereka.

edisi salah pilih lawan. 🤭
total 1 replies
Dozky 2 Crazy
hmmmm ternyata siAlan pelakunya
Dozky 2 Crazy: wkwkwk galau kenapa author
total 4 replies
Dozky 2 Crazy
aduh siapeeee nih
Shee_👚
hadeh zea bakalan jadi sandera buat lizie keluar. kalian dah membangunkan singa tidur😏
Shee_👚: gak sabar nungguin para2 macan keluar kandang semua😂
total 2 replies
Dozky 2 Crazy
makanya jgn macem macem yeee😁😁
Dozky 2 Crazy
sama yaa Zea mama sama papa lagi maen tembak tembakan dulu
Shee_👚
betul zion, kamu bawa lizie kembali jangan sampai ramanov menemukannya
Shee_👚
kami sendiri aja ngeri liatnya apa lagi musuh² nya yang dah ketar ketir. kamu beruntung dah nikah sama lizie, tapi jangan sampai kamu berbuat hal² aneh kalau gak mau kena dorr😂
vania larasati
lanjut
Shee_👚
jelas lah, pengawal bukan sembarang pengawal🤣
Dozky 2 Crazy
aseeli kepo 😁😁
octa❤️
🫶🫶🫶🫶
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
Thor..ini si mantan cadelita Mak ilang GK bisa ciat ciat beladiri kah??🤭🤭
moon: sek lahaciya 🤭👻
total 1 replies
falea sezi
mertuanya gimana nunggu bocil satu aja g bs 😒 nambahin beban. aja ne katanya bekas mafia 🤣🤣 alah pret
moon: nah, begitulah... mereka boleh para paruh baya, tapi pada jamannya mereka adalah...

ingat kalimat Eyang Juna. keluarga geraldy adalah keluarga dengan spek separuh mafia. 👻👻👻👻
total 3 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kok blm nambah up mb moon?
hasana
👍👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
keren 👏🏻👏🏻👏🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah kamar Lizzie 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 🤤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ngikut dong 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!