Indonesia
NovelToon NovelToon
My Mysterious Husband

My Mysterious Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Percintaan Konglomerat / Beda Usia
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: EgaSri

Apa jadinya kalau malaikat penolong yang menyelamatkanmu, adalah orang yang memberikan warna baru dalam kehidupanmu. Di balik cintanya yang begitu besar, ada banyak sisi misterius yang mengejutkan.

Di balik wajahnya yang tampan dan juga malaikatnya, ada jiwa iblis yang bersemayam di sana.

"He's an Angel, but he's a devil"

Semakin Aletta mengenal Zello dalam hubungan yang serius, Aletta juga semakin masuk dalam pesona laki-laki yang penuh dengan sisi misterius itu.

Kejutan-kejutan yang ada dalam diri Zello, membuat Aletta ragu. Apakah dia tetap bersama dengan laki-laki yang sangat berarti dalam hidupnya itu, atau memilih untuk melangkah pergi.


***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SM 22

Aletta mengeringkan rambutnya yang basah dengan menggunakan hairdryer. Ia dan Zello bangun kesiangan kali ini.

Sementara Aletta mengeringkan RI, Zello mencukur jambangnya. Laki-laki itu berdiri di samping Aletta, di depan meja wastafel yang ada di dalam kamar mandi.

“Mio caro.”

“Hemm ...?”

“Apa kau sedang menggodaku?” Aletta menoleh pada sang suami yang berdiri di sampingnya. Wanita itu mendengus, saat manik mata kelam itu terpantul dari kaca, sedang melihat pada dua bukit kembarnya yang menggembung di balik handuk di dia gunakan.

“Jaga matamu, Signore!” ujar Aletta kesal. Zello terkekeh kecil. Tapi pandangan matanya tidak lepas dari wajah dan juga tubuh istrinya. Dia bahkan sampai menghentikan kegiatan mencukurnya.

“Signora ... aku mohon, jangan goda aku!” desis laki-laki itu pelan, saat Aletta mengangkat tangannya.

“Dasar mesum kau ini!” dengan menggunakan handuk, Aletta segera keluar dari kamar mandi, menuju walking closet untuk berganti pakaian.

Zello tertawa melihat kekesalan istrinya itu. Dia menyelesaikan kegiatannya dengan cepat, lalu menyusul Aletta keluar dari kamar mandi.

“Kau ke kantor hari ini?” tanya Aletta, yang sedang duduk di depan meja rias.

“Heemm, aku sudah cukup lama tidak ke kantor, jadi ada banyak yang harus aku periksa!” Aletta menghela napas saat mendengar perkataan Zello. Dia sudah selesai dengan bedak tabur dan juga liptint nya.

Berjalan mendekat, Aletta berdiri didepan Zello yang sedang memasang dasi. Laki-laki itu tersenyum tipis saat tangan sang istri mengambil alih pekerjaannya.

“Kenapa kau tidak meminta aku untuk memasangkannya?” tanya Aletta cemberut. Zello mengacak rambut pirang yang sudah rapi itu, hingga membuatnya kembali berantakan. Membuat Aletta mendengus dengan tingkah suaminya itu.

“Aku tidak mau mengganggumu berdandan!” ujar Zello. Laki-laki itu memperhatikan sang istri dengan sebuah senyuman. Bagaimana bulu mata lentik itu mengerjap beberapa kali, hidung kecil yang mancung, bibir yang seksi, dan pipi putih yang merah merona tanpa polesan make up.

“Kalau hanya untuk memasangkan dasi, kau tidak mengganggu, bukankah aku ini memang istrimu, dan tugasku adalah melayanimu?” Aletta merapikan dasi yang sudah terpasang sempurna itu. Dia kemudian mendongak menatap Zello yang lebih tinggi darinya.

Wanita itu mengkerut saat melihat sang suami tersenyum, membuat tengkuknya terasa merinding.

Zello menarik pinggang Aletta hingga tubuh mereka menempel, laki-laki itu menundukkan kepalanya ke bawah, hingga kening mereka beradu.

“Sayang ... kau adalah istriku. Dan sebagai istriku, kau hanya perlu melayani aku di atas ranjangku. Selagi aku bisa mengerjakan sesuatu sendiri, maka aku tidak akan meminta apapun padamu.” Aletta menghela napas. Dia membalas pelukan Zello di pinggang laki-laki itu.

“Sayang ... aku sebagai istri, merasa sangat senang dan juga di hargai, kalau kau melibatkan aku dengan sesuatu yang berhubungan denganmu. Aku tidak bisa kalau hanya berpangku tangan saat melihat suamiku melakukan semuanya sendiri. Lalu apa pekerjaanku, kalau kau hanya menyuruh duduk diam saja!” tanya wanita itu.

Zello menyeringai. “Menghabiskan uangku sebanyak yang kau bisa!”

***

Zello dan Aletta keluar dari kamar, mereka menuruni tangga menuju lantai satu. Para pelayan yang melihat Tuan dan Nyonya rumah keluar kamar, langsung menundukkan kepala hormat.

“Buongiorno, Signore, Signora.” sapa mereka. Zello berdehem. Sedangkan Aletta membalas sapaan selamat pagi itu.

Kedua pasangan itu berjalan menuju ruang makan. Di sana, sudah tersedia beberapa jenis masakan yang cocok untuk di makan sebagai sarapan.

Zello dan Aletta segera memakan sarapan mereka, setelah itu Aletta mengantarkan Zello ke pintu utama. Lucas sudah berdiri tegak di ruang tamu, dengan sebuah tablet di tangannya

“Buongiorno, Signore, Signora.” sapa Lucas. Zello berdehem.

Aletta berdiri di depan pintu. Zello sudah memakai mantelnya, dia merengkuh pinggang sang istri, lalu mencium bibirnya sekilas. Lucas segera memalingkan wajah saat melihat pemandangan menyebalkan itu.

“Aku pergi bekerja dulu, kau baik-baik di rumah. Kalau kau ingin keluar, kau harus menghubungi aku dulu!” Aletta mengangguk mendengar perkataan Zello. Wanita itu memberikan kecupan singkat di pipi sang suami.

“Lo spirito del lavoro, tesoro. Cerca molti soldi, perché mi piacciono i soldi.(Semangat bekerja, Sayang. Cari uang yang banyak, karena aku suka uang!”

“Kalau kau bisa menghabiskan uang pada kartu yang aku berikan, maka aku akan lebih giat lagi untuk bekerja, tapi ... aku tidak yakin kalau kau bisa!”

***

1
Nurdiana Hadiwinoto
semangat thoor ceritanya bagus ..aq suka.smg lancar nulisnya
Author_Ay
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!