Setiap manusia memiliki tingkat kemampuan masing masing,namun apa jadinya jika kemampuan yang kita miliki adalah Kemampuan bisa melihat makhluk halus/ hantu,bahkan bisa berinteraksi dengannya secara langsung.
Yah,kemampuan itu di miliki oleh seorang gadis secara tidak langsung.
Sherin, Gadis berusia 20 tahun yang memiliki kemampuan luar biasa,bisa melihat makhluk tak kasat mata.
bersama dengan ke tiga sahabatnya yaitu ,Mika, Geger dan Daffa. mereka bisa di katakan pemburu hantu ,lebih tepatnya membantu para korban yang gentayangan ataupun hantu yang ingin kembali dengan tenang ke alamnya.
tak hanya mereka ,sherin memiliki satu teman lagi namun bukan dari golongan manusia,melainkan adalah seorang hantu yang bernama " She "
Bagaimana perjalanan horor mereka ?
yuk ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erin kitty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Mila sekuat tenaga sambil menangis dia berlari ke tangga kampus , Anton,Rio dan Angga masih terus mengejar sampai akhirnya Milla terpojok di lantai paling atas kampus itu.
"Hahaha,mau kemana kamu Milla ,kamu sudah tidak bisa kabur lagi ." Tawa Anton menyeringai sampai Milla bergidik ngeri di buatnya.
"Cukup, apa mau kalian hah? kalian puas merusak hidup ku sampai hancur jaya gini " teriak Mila lagi sambil berjalan mundur .
"Menyerah lah Mila ,kami tidak akan menyakiti kamu , kami hanya ingin kamu merasakan nikmat ya surga dunia,bukan begitu Angga hahah ." Seringai Rio terdengar meledek.
Ketakutan? sudah pasti saat ini Milla sangat ketakutan ,air matanya tak henti hentinya mengeluarkan cairan bening.
"Cukup,jangan mendekat," teriaknya sambil terus berjalan mundur.
" Atau aku teriak ." Ancam Mila lagi .
"Haha,teriak silahkan saja, tidak ada yang bakal mendengar teriakan teriakan lo, " Ucap Rio sambil berjalan perlahan mendekat ke arah Milla.
Mila pun sama ia masih terus berjalan mundur merasa ketakutan sampai ia tak melihat di bawahnya ada sebuah balok ,Milla menginjak balok itu sampai membuatnya terpeleset dan..
"Aaaaarr...." Teriakan Mila,tubuhnya terjungkal ke bawah.
"Milaa !." Teriak Anton saat melihat tubuh Mila melayang ke dasar lantai.
"Oh my God!." kaget Rio dan Angga.
Brug!!
***
"hhhhhh, , ,haaah...! " Sherin tiba tiba terbangun dengan nafas yang terengah engah,nafasnya tak teratur,begitu jelas penglihatan yang dia dapatkan saat ini, kejadian demi kejadian di perlihatkan padanya.
Mereka semua lega akhirnya Sherin sadar dari pingsannya setelah beberapa jam lamanya.
"Milla. " Panggil Sherin pelan mengingat nama nya
"Milla? itu nama perempuan itu? " Tanya Ridho mendekat sambil memberikan sebotol minuman padah Sherin.
Glek
Glek
Glek
Sherin meminum minuman itu hanya tiga kali tegukan sampai habis tak tersisa.
"Iya,dia Mila,anak seorang ustad bernama udin si sebuah desa yang masih sangat kental akan tradisi leluhur mereka." Terang Sherin
"Gubuk Qiyai ,itu Nama desa itu ,di sana tradisi nenek moyang dan leluhur mereka masih di jalankan sampai Sekarang,dan Sulit di rubah " Jelas Ridho tiba tiba menjelaskan secara detail desa yang di maksud Sherin.
"Dari mana loe tahu Dho ?. " Tanya Geger mendekat.
"Gue cuma menebak." ucap Ridho yang secara perlahan tabu dengan maksud bicara mereka.
Sherin Tanpa menoleh mengatakan jika apa yang di katakan Ridho memang benar adanya,dan dia juga menjelaskan apa yang ada di mimpinya.
Akhirnya mereka mengerti kenapa Sherin dan Ridho di pertemukan , mungkin ini jalan mereka untuk membatu arwah arwah yang tersesat dan belum menyelesaikan urusan dunianya.
Detik kemudian mereka kembali di kejutkan dengan Sherin yang tiba tiba berdiri dan mengatakan, " kita harus cepat pergi dari sini ,dan cari tau di mana Anton,Rio dan Angga tinggal ,gue yakin hantu Milla akan mengganggu mereka atau bisa jadi mereka akan celaka karena dendam."
"Loe benar Rin, jika begitu ayo cepat kita ke ruangan dosen untuk mencari identitas mereka." Ajak Geger,kemudian mereka langsung berlari menuju ruangan dosen.
"Tapi apa kita bisa masuk semudah itu ke ruangan dosen sedangkan ini masih jam kuliah." Terang Mika di sela sela perjalan mereka menuju ruangan dosen.
Daffa tampak berpikir," apa sebaiknya kita tanya tanya saja dulu ke orang orang ." Usulnya dan di setujui oleh yang lain.
Mereka kini berpencar mencari Anton,Angga dan Rio.
"Kak,tau yang namanya Anton gak ?." Tanya Mika pada salah satu mahasiswa di sana.
"Di sini banyak kali dek yang namanya Anton ,Anton anak mana?." Tanya balik orang itu .
Mika menekuk jidat ,karena dia sendiri pun tidak tahu Anton anak fakultas apa," aduh, gue gak tau lagi ."
"Ya sudah kalian begitu saya permisi ," ucapnya kemudian pergi meninggalkan Mika.
Tak lama Daffa berlari ke arah nya," apa sudah ketemu?." Tanya Daffa.
Mika menggeleng, " lo gimana?." Tanya balik mika.
"Gue juga gak tau ,heran gue di sini tidak ada yang tau nama Anton ,Rio maupun Angga." Terangnya
"Yah,gimana nay tahu orang kita aja gak tau mereka anak fakultas apa ,ya susah lah ,di sini kan banyak orang ,banyak mahasiswa juga yang mungkin namanya sama." Keluh Mika merasa bodoh mencari orang yang tabu baginya.
"aah elah ,gue juga gak kepikiran sampai sana lagi " keluh Daffa juga sambil mengedarkan pandangannya.
"Eh tu si Geger ayo kesana." Mika menarik tangan Daffa untuk menyusul Geger.
Berbeda dengan Sherin dia mencapai Anton, Rio dan Angga dengan memberitahu mereka ciri ciri nya .
"Perasaan gue tadi mereka ke sana ." Ucap salah satu dari mereka yang tahu siapa Anton.
"Baiklah kak terimakasih." Ucap Sherin Sopan sambil menundukkan pandangannya.
"Bagaimana?." Tanya Ridho mendekatinya.
"Ayo kita ksana," Jawab Sherin dan mereka bertemu dengan yang lain di persimpangan jalan menuju tempat yang di tunjuk oleh salah satu mahasiswa yang melihatnya tadi.
"Ayo ! " ajak Sherin
Sesampainya di sana ,semua terlihat sepi tidak ada orang sama sekali, " Di mana mereka ." Gumam Sherin menoleh kesana kemari.
" Susah juga ya mencari orang yang belum kita lihat secara langsung." Gerutu Mika yang sedari tadi merasa capek dan ingin istirahat.
"Sudahlah yang penting sekarang kita tau mereka di mana." Terang Sherin sambil berjalan menelusuri lorong kelas.
Tiba tiba langkah mereka terhenti saat mendengar suara teriakan seseorang,entah dari mana datangnya suara itu .
"Aargh..jangan sakiti gue ,maaf ." Teriaknya kemudian berlari
BRUGH
"Astaga !" Kaget Sherin dan teman temannya saat melihat seseorang seperti terlempar dari sebuah ruangan menuju lantai .
Orang itu terlihat ketahuan dan langsung berlari meninggalkan tempat itu ,namun Ridho menahannya.
"Kamu Rio?." Tanya Ridho.
Mendengar namanya di panggil ,Rio langsung menoleh ke ruangan tadi dan langsung menepis tangan Ridho dengan kasar.
"Tidak ada yang namanya Rio di sini." Ucapnya kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Tunggu Rio,ada yang harus kita sampaikan." Teriak Sherin namun Rio tak mengindahkan nya dan malah pergi meninggalkan mereka.
"Gila mau di bantu malah keras kepala " Kesal Daffa melihat reaksi Rio seolah acuh pada panggilan mereka.
"Sudahlah ayo masuk .!" Ajak Sherin .
Mereka berhenti di depan pintu sebuah ruangan dengan posisi Sherin di tengah berdekatan dengan Ridho di sisi kanannya ,di sisi kiri Shrine Mika,di dekat mika ada Daffa,juga di sebelah kanan Ridho ada Geger.
Pelan tapi pasti ,Sherin membuat Pintu itu lebar dan mereka berjalan masuk ke dalam.
Di sana Sherin memejamkan mata mencoba berkonsentrasi merasakan kehadiran Milla di ruangan itu ,dan Sherin yakin jika Rio memang terluka karena ulah Milla.
"Dia masih di sini ,dia dendam pada Rio dan hampir membunuh Rio." Terang Sherin membuat mereka bergidik ngeri dan ikut merinding.
BRUGH...
"Aaaarkrrkhh" Teriak Mereka