Indonesia
NovelToon NovelToon
Clara

Clara

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Bad Boy / Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Cintapertama
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: xcyll

cerita ini merupakan hasil imajinasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xcyll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24

Saat sudah sampai di rumah sakit, Bara kembali menggendong tubuh Clara dan berlari masuk ke dalam rumah sakit

"Suster, tolong adek saya Sus" Ucap Bara saat melihat ada suster yang sedang bertugas 

Kemudian Clara langsung dibawa ke ruangan untuk di periksa

Mereka semua menunggu Clara di depan ruangan

Mereka semua sibuk dengan isi kepala masing-masing. Terlihat jelas Naka yang sangat hancur, ia merasa sangat bersalah pada Clara

Setelah beberapa menit Clara diperiksa, akhirnya sang dokter keluar

"Dok, gimana kondisi adik saya" Tanya Bian

"Kondisinya sudah agak mendingan, tapi di tubuhnya banyak luka cakaran dan juga di bagian lengan ada luka senjata tajam. Tapi kalian tenang aja pasien sudah di obati" Jawab sang dokter

"Kapan adik saya bisa sadar dok" Tanya Bara

"Mungkin besok pagi pasien akan sadar. Besok saya periksa lagi, sekarang biarkan pasien beristirahat dulu. Kalo boleh saya tau apa yang terjadi pada pasien?" Tanya sang dokter

"Adik saya diperkosa dok" Jawab Bian pelan sambil menundukkan kepala. Rasanya ia ingin menangis

Sang dokter sangat kaget, namun sebisa mungkin ia mencoba untuk tenang

"Saya akan merawat pasien dengan baik sampai pasien kembali pulih. Kalian tidak usah khawatir. Kalo boleh saya beri saran, nanti setelah adik kamu sudah sadar dan sudah kembali ke rumah. Tolong bawa dia ke psikolog, untuk memulihkan mentalnya yang hancur" Saran sang dokter

"Baik dok, apapun akan saya lakukan demi adik saya, saya cuma ingin dia kembali pulih" Jawab Bara

"Yaudah kalo gitu saya permisi dulu. Kalau ada apa-apa tinggal panggil saya" Ucap sang dokter

"Oiya, kalian boleh menunggu pasien di dalam ruangan, tapi jangan sampai berisik karna pasien butuh istirahat agar tenaganya kembali pulih"

"Baik dok, terimakasih dok" Ucap Bagas

Kemudian mereka semua masuk ke dalam ruangan. Clara memang sudah dipindahkan ke ruang VIP atas permintaan Bara. Ruangannya lumayan luas dan di sana sudah disediakan sofa

Setelah itu Bian berjalan mendekati gadis yang belum sadarkan diri tersebut. Ia mengelus pipi adiknya dan mencium kening sang adik. Ia masih terus menangis sedari tadi, ia begitu hancur melihat kondisi adiknya. Ia yang melihat saja sudah hancur apalagi Clara yang menjadi korban pasti sudah sangat sangat hancur

Bara kemudian menggenggam tangan sang adik. Ia juga mencium kening adiknya dengan penuh kasih sayang

"Cepat sadar ya, abang janji akan cari orang yang udah buat kamu seperti ini. Abang janji" Ucap Bara pelan di hadapan adiknya sambil mengelus rambut adiknya yang masih belum sadar 

Akhirnya mereka semua tertidur pulas, Bian tertidur di kursi di samping ranjang adiknya masih dengan posisi menggenggam tangan Clara. Sedangkan yang lainnya tertidur di sofa dengan posisi duduk

...🦕🤍...

Keesokan paginya, Naka izin untuk pulang sebentar karna dari tadi malam ia belum memberi kabar pada orang tuanya

Bian dan Bara menyuruh yang lainnya untuk pulang agar bisa membersihkan badan, setelah itu bisa balik ke rumah sakit lagi

Awalnya Ken tidak mau pulang, namun karna Bian terus membujuknya ia mau pulang dan nanti ia akan kembali lagi kesini. Terlihat jelas dari wajahnya Ken juga terpukul atas kejadian yang menimpa Clara

Bian menyuruh Bara pulang untuk membersihkan diri. Namun Bara menolak, ia tidak mau meninggalkan Clara sendirian

"Lo pulang aja, biar gue yang jagain Clara" Ucap Bian

"Nggak, biar gue yang jagain dia. Lo pulang aja" Tolak Bara. Walaupun ia tidak terlalu dekat dengan Clara namun ia juga hancur melihat kondisi adiknya

"Gue-" 

"Udah lo pulang aja, trus gue nitip bawain baju gue kesini sama handuk juga. Trus lo masuk ke kamar Clara dan bawain baju-baju dia kesini. Gue nanti bersihin badan disini aja" Ucap Bara memotong pembicaraan Bian

"Oke. Gue gak bakal lama. Nanti kalo Clara udah sadar lo kabarin gue" Ucap Bian

"Iya" Balas Bara singkat

Setelah itu Bian bergegas pulang, saat sampai di rumah ia langsung membersihkan badannya dan membawa barang-barang untuk keperluan Clara di rumah sakit nanti dan tidak lupa ia membawakan baju Bara

Saat ia akan keluar, papa melihat Bian yang terburu-buru

"Bian. Kamu mau kenapa buru-buru banget" Tanya papa

"Ke rumah sakit" Ucap Bian

"Siapa yang sakit. Bara adik kamu gapapa kan?" Tanya papa panik

"Bukan Bara, tapi Clara" Matanya kembali berkaca-kaca

"Dia kenapa?" Tanya papa khawatir, apalagi melihat Bian yang sepertinya sangat terpukul

"Clara.. "

"Clara di perkosa sama orang, kejadiannya tadi malam. Sekarang dia masih belom sadar" Ucap Bian yang mulai menangis

Papa hanya terdiam, ia tidak percaya dengan yang Bian ucapkan. Tapi jika dilihat, Bian tidak sedang bercanda

"Aku pamit dulu pa" Ucap Bian berpamitan pada sang papa

Papa hanya diam, hatinya hancur mendengar anak gadisnya dirusak oleh orang lain. Tanpa ia sadari air matanya sudah menetes

"Pah, papah kenapa? Bian kemana?" Tanya sang istri

Kemudian papa langsung menghapus air matanya

"Dia ke rumah sakit mah"

"Siapa yang sakit. Bilang sama mama" Tanya mama khawatir

"Clara, tadi malam dia diperkosa dan sekarang dia di rumah sakit dan sampai sekarang dia belum sadarkan diri" Ucap papa sambil menahan tangis

"Oh anak itu, biarin aja pah. Mau dia mati juga mama gak peduli, emang dia pantesnya mati. Hidup pun dia cuma nyusahin orang. Kenapa gak mati aja sekalian" Ucap sang istri

Mendengar hal itu papa sangat marah namun ia mencoba untuk tidak memarahi istrinya, ia tidak ingin istrinya sedih. Daripada ia marah ia memilih untuk pergi ke kamar tanpa bicara sepatah kata pun pada istrinya. Ia berlalu begitu saja

...🦕🤍 ...

...~di kediaman Megantara...

"Nak, kamu mau kemana? Kamu baru pulang kok udah pergi lagi. Ayok sarapan dulu" Ucap tante Kiara maminya Naka

"Aku mau pergi mi" Ucap Naka sambil memakai sepatunya

"Iya, mau pergi kemana" 

"Ke rumah sakit, temen aku sakit"

"Siapa yang sakit"

"Temen aku"

"Iya temen kamu, tapi namanya siapa?"

"Clara" Jawabnya singkat

"Clara?" Beo sang mami

"Kenapa mi? Emang mami kenal sama dia?" Tanya Naka

"Nggak nak, tadi malam ada anak perempuan yang seumuran sama kamu nolongin mami. Tadi malam mami dicopet, dan dia yang bantu mami, itu mami udah mau ajak dia ke rumah sakit karna tangannya luka kena pisau pencuri itu. Tapi dia nolak. Namanya juga Clara" Jelas mami menceritakan kejadian semalam

"Apa mami boleh ikut sama kamu? Mami mau mastiin gadis itu yang nolong mami tadi malam atau tidak" Mohon sang mami

"Yaudah ayok"

"Nanti sebelum ke rumah sakit kita beli buah dulu ya nak" Ucap mami dan langsung di iyakan oleh Naka

...🦕🤍...

Bian saat ini sedang berada di supermarket, ia membeli buah dan juga makanan ringan untuk teman-temannya. Karna tadi ia di beritahu  jika yang lainnya sekarang sudah di rumah sakit. Ia yakin teman-temannya belum sarapan jadi ia membelikan makanan ringan dan juga sarapan untuk teman-temannya. Tidak lupa ia juga membelikan buah untuk Clara

Saat akan memasuki mobil, ia melihat ada anak kecil menjual boneka dino dan juga gantungan kunci gambar dino. Ia kembali teringat pada Clara, gadis itu sangat menyukai dino, akhirnya ia membeli boneka tersebut beserta gantungan kunci yang nantinya akan ia berikan pada Clara

Setelah itu ia menjalankan mobilnya menuju rumah sakit

Saat sudah sampai di rumah sakit ia melihat sudah banyak orang berada di ruangan tempat Clara di rawat

Ia kemudian meletakkan barang-barang yang ia bawa tadi lalu menyuruh Bara membersihkan badannya

"Lo bersihin badan lo dulu, habis itu sarapan. Itu gue udah beliin sarapan buat kalian" Ucap Bian

Tidak lama kemudian Naka dan maminya datang ke rumah sakit

"Halo tante" Sapa Bagas sambil salim pada tante Kiara

"Iya nak Bagas"

Semuanya salim pada tante Kiara. Sebelumnya mereka belum pernah bertemu dengan tante Kiara

"Tante boleh liat pasien?" Izin tante Kiara pada mereka

"Silahkan tante" Ucap Bian mempersilahkan

Tiba-tiba tante Kiara menangis melihat siapa yang ada di ranjang pasien, ia sangat kaget dan tidak menyangka dengan apa yang ia lihat

"Mami kenapa nangis?" Tanya Naka panik

"Ini gadis yang udah nolongin mami semalam, dia yang udah nolong mami nak" Tante Kiara terus menangis

"Dia nolong tante?" Tanya Bian

"Iya, tadi malam waktu tante mau pulang habis belanja di supermarket, tas tante di curi dan dia yang udah nolongin tante sampe tangan nya luka kena pisau pencuri itu. Dan perutnya juga di pukul pakai balok kayu oleh pencuri itu. Tapi sekarang dia terbaring disini" Jelas tante Kiara

"Dia kenapa? Kenapa dia bisa sampe di sini?"

Ucap tante Kiara kembali bertanya

"Tadi malam, adik saya diperkosa sama orang. Sampai sekarang dia belum sadarkan diri" Ucap Bian menundukkan kepalanya, ia ingin menangis namun sebisa mungkin ia tahan

"Astagfirullahalazim nak. Andaikan tadi malam kamu ikut sama tante pasti kamu gak akan kayak gini nak" Ucap tante Kiara kembali menangis sambil terus mengusap kepala Clara. Ia merasa bersalah kepada Clara

"Mi udah, bentar lagi pasti dia akan sadar. Mami gak usah nangis lagi" Ucap Naka

"Tante gak usah nangis. Tante gak salah, ini musibah. Gak ada satupun yang tau kapan musibah itu akan datang" Ucap Bian menenangkan tante Kiara

...🦕🤍...

Saat sedang sarapan, Tiba-tiba dokter datang untuk mengecek kondisi Clara. Dan dokter bilang sebentar lagi Clara akan sadar

Kemudian sang dokter pamit pergi untuk mengecek pasien lain dan mereka melanjutkan sarapannya

Ken tidak mau makan, Bian sudah membujuknya namun ia tetap tidak mau makan

"Gue tau lo masih sayang sama adek gue. Kalo lo emang sayang sama dia, lo harus makan. Ntar kalo lo lemah siapa yang jagain dia sedangkan lo aja gak bisa jaga diri lo sendiri. Menurut lo dengan lo yang lemah lo bisa jagain adek gue? Nggak kan? Jadi gak usah nyiksa diri lo sendiri, ayok makan" Ucap Bian

Akhirnya Ken mau makan, benar kata Bian. Ia tidak akan bisa menjaga Clara jika ia sendiri juga lemah

...🦕🤍...

Sekita pukul sepuluh, Clara mulai sadarkan diri, tubuhnya terasa sangat sakit

Ia baru sadar jika saat ini ia sedang berada di rumah sakit

Ia mencoba menggerakkan kepala untuk melihat ke sekeliling ruangan. Melihat Clara yang mulai sadar, mereka semua mendekati Clara

Clara langsung menangis histeris saat Bian memegang tangannya

"JANGAN PEGANG ARA" Teriaknya 

"SAKIT" Pekiknya sambil terus menangis

"ABANG, MEREKA JAHAT"

"Iya sayang, mereka jahat. Ada berapa orang?" Tanya Bian pada Clara

"Lima orang" Bian yang mendengar lima orang itu hanya menundukkan kepalanya, ia mulai menangis

"Oh shitt!!" Ucap Bara pelan lalu mengalihkan pandangannya dari Clara. Urat-urat tangannya sudah terlihat jelas

"Mereka jahat, jangan sentuh ara. Ara kotor, ara malu" Ia terus menangis

"Ma-maaf ara gak bisa jaga diri ara, ara udah rusak, ara udah gak perawan lagi. Maafin ara, ara gak bisa jaga diri, gak ada yang mau sama ara lagi" Iya terus mengucapkan kata maaf 

"MAMAH SAKIITT, ARGHHHH" Ia kembali berteriak, tangannya luka karna ia terus memukul mukul dadanya sehingga jarum infus terlepas. Darah terus mengalir dari tangannya

"Shtttt, hey udah jangan nangis, ada kita semua disini buat jagain ara. Jadi ara gak usah takut" Ucap Bian mencoba menenangkan Clara sambil terus menggenggam tangan adiknya itu

Bian langsung menghapus darah di tangan adiknya yang sudah berceceran kemana-mana

"Li-Lion" 

"Maksudnya?" Tanya Bara

"Li-on pelakunya" Ucap Clara

"Lion bukannya temen Lia yang waktu itu di kenalin ke gue. Awas lo bajingan, lo bakal mati di tangan gue, lo udah buat gadis gue sehancur ini" Batin Ken

"Gue tau dia. Gue akan cari dia sampe dapat. Dia harus bayar semua kesalahannya. Dia gak akan bisa lari dari gue" Ucap Bara sangat serius

Clara terus berteriak-teriak. Benar, mentalnya sekarang sudah hancur, Lia berhasil membuatnya hancur

"Tolong jangan sentuh ara"

"Ara kotor"

"Nggak, kamu gak kotor" Ucap Bian 

"Ara malu" Ia terus menangis

"Jangan sentuh ara, ara kotor" 

1
Nur Zia Aini
bhasa nya kurang suka,,gk sopan trus karakter clara mdh di tindas,,hrsnya udh lama dya kluar dr rmh klurga yg nyiksa dya,,sepertinya karakter clara sok kuat dr gaya bhasa sok ank gaul tp kenyataan dya tertekan dan terukurung plng telat kena mrh mau camping kena mrh,,hedehh kynya kurang nymbung sm karakter sifatnya,,
Sofwatissaniah
jadi wanita yg tangguh clara jangan jadi wanita yg cengeng .balas semua perbuatam mereka yg telah menidasmu
Mawar_Jingga
bagus, semangat kak💪💪💪💪🥳
dont cry donat
author upp nya jgn lma"
greyy.: oke kak🤍
total 1 replies
Brock
Gak nyangka endingnya sekeren ini, terima kasih udah bikin aku senang!
Kaylin
Thor, aku terkesan banget sama cara kamu jadiin karakter di cerita ini bikin aku bergabung dan merasakan emosi mereka.
greyy.: makasih ya kak🤍
total 1 replies
Husna
Aku setia menunggu, please jangan membuatku menunggu terlalu lama.
Uryū Ishida
Saya sudah jatuh cinta dengan karakter-karakternya, keep writing, author!
Heri Purnomo
Tiap adegannya menggugah emosi.
soy_sole_
Thor, jangan diam aja, kasih kabar kalo ada kendala, kami akan terus menunggu!
Fiqri Skuy Skuy
Ayo thor update secepatnya, kita semua sudah tidak sabar untuk baca terus nih!
Bundar: kadi makin penasaran
total 1 replies
Odette/Odile
Jangan-jangan aku udah terjebak obsession sama tokoh di cerita ini😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!