Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Sejati Di Depan Mata

Cinta Sejati Di Depan Mata

Status: tamat
Genre:Romansa-Percintaan bebas / CEO / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chimud

Elina seorang gadis berusia 20 tahun yang berasal dari keluarga sederhana. Dia selalu diganggu oleh tetangga depan rumahnya bahkan saat pacarnya berkunjung. Karena gangguan itu, akhirnya sang pacar memutuskan hubungan mereka. Elena pun sangat bersedih akan hal itu.

Di saat Elina sedih akan putus cinta, tiba-tiba tetangganya datang untuk melamarnya. Elina semakin syok karena hal itu.

Akankah Elina menerima lamaran tetangganya? Atau dia menolak seketika? Yuk, ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chimud, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Bertepuk Sebelah Tangan

"Ada apa, denganmu?" tanya Chandra. Dia melihat Evan duduk di balik meja kerja dengan wajah murung ketika dirinya datang.

Evan menghembuskan nafas panjang, lalu menegakkan duduknya, kedua tangan diletakkan di atas meja. Dia menatap sang bos—pemilik FW COMPANY yang baru datang lalu duduk di hadapannya.

"Lagi mumet aku." Lagi-lagi Evan menghembuskan nafas panjang.

"Katanya semalam udah oke. Ngapain mumet lagi?" Chandra mengernyitkan dahi.

"Bukan itu. Ini masalah intern keluarga." Evan diam sejenak. "Oke. Ada apa Tuan datang ke sini?" tanyanya mengalihkan pembicaraan. Dia tak ingin membahas masalah pribadi ketika bekerja.

"Gak! Kamu cerita dulu. Lagian, kamu gak bakalan fokus kalau lagi ada masalah."

Akhirnya Evan menceritakan apa yang terjadi dalam rumah tangganya kepada sang sahabat. Tidak ada sedikit pun yang dia tutupi. Chandra memang satu-satunya sahabat yang paling bisa dipercaya.

"Sudah tau dia gak suka sama kamu, kenapa kamu paksaain juga?"

Evan diam, tak mampu menjawab pertanyaan Chandra.

"Lalu, bagaimana dengan rencana yang pernah kamu bilang dulu?"

Evan menghembuskan nafas berat. "Entahlah. Kalau seperti ini, semua rencanaku sepertinya gak guna. Aku harus buat rencana lagi. Bantu aku mikir!"

Mereka diam, mencari solusi untuk masalah Evan. Beberapa waktu kemudian, Chandra tersenyum, lalu mengutarakan rencananya.

"Oke, bantu aku dengan anak buahmu. Aku gak bisa memantaunya sendiri karena aku harus memantau perusahaan Perdana Group."

Ya, sekarang memang sedang terjadi perselisihan antara ke dua perusahaan itu. Pihak Perdana Group mencari masalah dengan FW COMPANY. Maka dari itu, kemarin Evan harus menyelesaikan masalah itu, tetapi mereka malah mengajak adu jotos. Untung pihak Evan yang menang.

"Makasih udah ngutamain perusahaan. Aku janji, anak buahku akan segera mendapatkan hasilnya," ucapnya. "Oh, ya. Kenapa lukamu masih kayak gitu? Gak kamu obatin?"

Evan memegang pipinya. "Ini ...."

Baru saja Evan ingin menjelaskan, tetapi suara ketukan pintu mengurungkannya. Kedua pria itu pun segera menoleh ke arah sumber suara.

"Masuk!" teriak Evan.

Seorang wanita berparas cantik dengan rambut ikal sebahu, masuk ke dalam ruangan itu. Langkahnya anggun bak super model. Dengan rok span hitam di bawah lutut dan kemeja biru laut, membuat wanita itu terlihat kalem. Dia berhenti beberapa meter di depan ke dua pria tersebut.

"Ada apa, Vania?" tanya Evan segera.

"Tadi, perwakilan dari Perdana Group menelepon. Mereka meminta untuk bertemu sore ini. Kalau tidak, katanya Tuan akan tahu sendiri akibatnya," jelas Vania.

"Mereka ternyata masih tidak terima. Bagaimana, Bos?" Evan menatap Chandra tajam. Dia meminta persetujuan dari sang CEO.

"Apa sore ini kosong?" tanya Chandra kepada David.

"Ya, sore ini kosong," jawab Evan setelah mengingat agenda bosnya.

"Baiklah, kita pergi!" ucap Chandra tegas.

"Maaf, aku tidak bisa ikut kali ini, Bos," tolak Evan. Dia mengerjapkan mata beberapa kali, mengisyaratkan kepada Chandra untuk mengerti keadaannya.

"Oke, kamu tidak usah ikut biar aku sendiri yang ke sana." Chandra menyetujui permintaan Evan lalu segera menatap sang Kepala Depatemen Pemasaran. "Katakan pada mereka, akan aku temui!" perintahnya.

Namun, wanita itu tidak merespon ucapa Chandra. Dia terus saja menatap ke arah Evan.

"Ehm," dehem Evan.

Viona tersadar, lalu segera menundukkan kepalanya. "Maaf."

"Sudah, sana katakan pada mereka! Aku setuju untuk menemuinya." Chandra mengulangi perintahnya. Pria itu tahu jika wanita tersebut tidak mendengar apa yang dia perintahkan.

"Baik, Tuan." Viona mengangguk, lalu segera meninggalkan tempat itu.

"Ehm," dehem Chandra. Pria itu menatap sahabatnya dengan senyum menggoda.

"Apa?" tanya Evan merasa tidak senang. "Aku udah pernah bilang kalau gak punya rasa sama dia. Jangan mendesak ku terus!"

"Kenapa sih? Dia itu cantik, baik dan sangat perhatian denganmu. Lihat tadi! Dia kelihatan sedih waktu lihat mukamu itu."

"Jangan bahas masalah cinta! ini waktunya kerja. Ayo kita kerja!"

"Oke-oke, aku pergi." Chandra segera keluar dari ruangan Evan.

Evan kembali fokus pada layar laptop di depannya. Pikirannya menjadi kacau. Tatapan mata sedih Vania, masih saja menaungi pikirannya. Dia merasa bersalah dengan wanita itu.

Sudah lebih dari dua tahun Evan tahu jika wanita itu menyukainya, walaupun Viona tidak pernah mungungkapkan. Namun, semua itu sudah tersirat dari gaya tubuh ketika bertemu dan juga sikap wanita tersebut. Sungguh wanita malang, cinta bertepuk sebelah tangan.

Bersambung.

1
khey
kasihan kamu elina..
Chimud: itulah kalau punya tetangga resek.
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak ⭐⭐⭐⭐⭐
Chimud: Terima kasih, Kak. Karya pertama, masih banyak kekurangannya. 😊
total 1 replies
The Real
Baguss kak
Chimud: terima kasih 🙏
total 1 replies
The Real
Seruu banget
Ameee
Bagus kak, semangat ya!!!
Mampir juga ya di ceritaku, judulnya "Anak Kembar CEO kaya" hehe
Dina⏤͟͟͞R
mampir aku kak cim
Dina⏤͟͟͞R: sama2 kak cim
total 2 replies
Arjunn
cinta sejati😆 aku mampir kak.
Chimud: Terima kasih, Kak. ❤
total 1 replies
Sensasi Senja
Evan nya pasti orang kaya itu,
Chimud: Iya, untuk kalangan komplek itu. Asisten CEO.
total 1 replies
Sensasi Senja
lanjut kak
Sensasi Senja
semangat terus kak.
Tinta Hitam
mampir balek ya thor🤗
Chimud: penuh, nantinya. 🤣
total 7 replies
Tinta Hitam
kaget dari apa thor..
dari lamunan rindunya?🤭
Sensasi Senja: kasihan Elina baru mulai dah sedih aja 😭😭
total 3 replies
rafqiPambudi😍
chimud
Chimud: Woi 😍😍😍. Tekan kene 🤭.
total 1 replies
Chimud
Kurang bersemangat up bab baru karena tak ada yang like maupun komen. Apa lagi yang kasih gif bahkan vote. Mang sedih 😓
Rini Antika
Aku mampir kak, nanti bacanya nyicil ya, smg berkenan mampir jg ke karyaku yg msh pemula..🙏
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
aka semangat, maaf ya semalem tak ikut beka. Pdahal udah baca satu bab, tapi kepala gak mau diajak kompromi 😭 Aku kasih semangat aja ya ka, ditambah kopi kesukaanku😘
Chimud: makasih kembali. sukses juga buat, Kakak.🥰
total 3 replies
Ana Johana
Bukankah Abang Elena nama Aji? Bab 1 namanya Aji tu.
Chimud: iya, juga. baru ngeh aku. 🤣

makasih, Kak, telah mengingatkan. 🤭
total 1 replies
hai, kak. ceritanya keren banget. semangat!
Chimud: terima kasih, Kak. 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!