Shania adalah wanita berusia 23 tahun
yang menjabat sebagai dosen muda di sebuah Universitas ternama di kota J karena, kepintarannya dia berhasil lulus kuliah pada saat umur 20 tahun! karena belajar melewati jalur aklerasi.
disanalah dia bertemu dengan pria tengil bernama Shaquille yang merupakan mahasiswa di tempatnya mengajar, Shaquille selalu mengganggu hari harinya.
Shaquille jatuh cinta pandangan pertama kepada dosen cantik nya itu pada saat pertemuan tidak disengaja yang terjadi di antara mereka.
Konflik sangat ringan! jadi yang suka konflik berat menjauh dulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rossie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Shania sedang berada dirumah nya saat ini, setelah dia pulang dari rumah Shaquille tadi Shania langsung pulang, rencana nya dia ingin mampir kerumah Raline tadi tapi tidak jadi dikarenakan Raline sedang mengajar Shania batalkan niat nya untuk bertemu calon mommy muda itu.
Shania memutuskan untuk berkreasi di dapur, dia kali ini akan mencoba membuat pancake. emm entah kenapa dia menjadi sangat suka di dapur belakangan ini.
Sekarang Shania sedang berada di rumah sendirian karena saat dia pulang tadi, tidak ada satu orang pun dirumah yang mana artinya mama sukma juga tidak ada di rumah, akhirnya Shania tadi memutuskan menelfon sang mama, Dan mama sukma bilang dia sedang berada di rumah temannya, jadi ya sudah Shania akan berkreasi sendiri sekarang.
Akhirnya setelah berkutat sekitar 30 menit pancake by Shania jadi juga,
"Emm Dari bau nya sih gak mengecewakan!" gumam Shania menghirup wangi pancake yang baru saja dia buat
Ting Tong
Shania terlonjak kaget, dia langsung bergegas membuka pintu.
Ceklek
"Eh mama udah pulang!" kata Shania
"Iya nak, tadi mama ke rumah nya tante deira!" kata mama sukma yang mendapat anggukan Dari Shania
"Oh iya ma aku baru aja selesai buat pancake, mama cobain deh!" tawar Shania dengan sumringah
"Oalah kamu masak memasak lagi nak? Sejak kapan anak mama ini punya hobi memasak?" kata mama sukma terkekeh
Pasalnya setau mama sukma, Shania sama sekali tidak pernah tertarik untuk terjun ke dapur untuk memasak, walaupun Shania sebenarnya cukup pandai dalam bidang memasak, karena pernah sekali Shania memasak soup Dan rasa nya sangat enak.
"Yaampun nak tadi mama udah di jamu makan siang juga sama tante diera, sekarang kamu suruh mama cicip pancake lagi, oke deh mama akan cicipi pancake buatan anak mama ini!" kata mama sukma terkekeh sembari mengambil sepotong pancake yang berada di atas piring, yang Shania bawa.
"Emmm enak nak, kamu jago juga ternyata!" kata mama sukma
"Hehehe biasa ma aku liat internet, aku masak gini cuma buat ngisi waktu aja sih ma soalnya aku bosen tadi gak ada mama dirumah jadi aku bingung mau ngapain, mau tidur siang juga aku lagi gak ngantuk!" kata Shania terkekeh pelan
"Gimana makan siang kamu di rumah tante arum!" kata mama sukma penasaran
"Lancar ma!" kata Shania terkekeh
"Tanya arum masakin Shania ayam goreng sambel lalapan special by mama arum!" kata Shania yang menirukan perkataan yang mama arum katakan tadi
Mama sukma tertawa,
"Ada ada saja, terus gimana? kamu pulang dianter Akil?" kata mama sukma
"Engga ma aku tadi pesen taksi online, kasian juga akil dia keliatan nya letih Dan ngantuk banget yaudah aku pesen taksi online aja daripada terjadi sesuatu di jalan kan!" kata Shania yang mendapat anggukan Dari mama sukma
"Yaudah mama mau ke kamar dulu ya mau ganti baju nih!" kata mama sukma
"Iya ma, ini Shania juga mau ke kamar!" kata Shania
Shania langsung mengambil ponsel nya Dan membuka aplikasi untuk berkirim pesan, dia langsung mencari nomer Raline.
Me :
Halo bumil! masih ngajar? nanti malem aku mau ajak kamu makan malem Lin aku yang jemput, gimana bisa gak? kalo kamu gak bisa aku gak bakalan paksa kok..😘
tidak berselang lama Raline langsung membalas pesan Shania,
Ting!
Raline 🪐 :
HELO AUNTY CAYANG! ini baru aja selesai aunty, emm nanti malem mau makan malem? bisa kok aunty nanti aku sama mommy tunggu jemputan aunty ya!😁❤️
Shania terkekeh,
"I hope you will find your happiness soon Lin!" gumam Shania pelan
Translate :
-Semoga kamu segera menemukan kebahagiaanmu Lin-
Shania membuka berkas yang dia bawa Dari kampus nya, dia langsung mengoreksi jikalau ada yang Salah. setelah memeriksa berkas berkas itu Selama kurang lebih 30 menit
Karena hari sudah senja, Shania memutuskan untuk membersihkan dirinya dia ingin membantu sang mama untuk memasak makan malam, Dan meminta izin kepada mama sukma mengenai makan malam nya bersama Raline.
Setelah selesai membersihkan dirinya Shania langsung melangkah kan kaki nya menuju ke dapur, Dan dia sudah bisa melihat sang mama yang sedang berkutat dengan apron di bagian depan nya.
"Hola ma! Shania bantuin ya, menu apa nih malam ini?" kata Shania bertanya
"Salmon!" kata mama sukma girang
Sebuah fakta, mama Shania ini sangat menggemari ikan salmon sangat sangat suka ikan salmon, penggemar garis keras ikan salmon.
Shania menggangguk seraya terkekeh kecil melihat raut gembira Dari sang mama yang akan mengolah ikan salmon itu. karena setau Shania Papa nya sangat melarang keras mama nya makan salmon, satu tahun yang lalu saat merayakan ulang tahun mama nya yang ke 47 sang mama minta gift yaitu makan ikan salmon, keesokan hari setelah makan ikan salmon kondisi kesehatan sang mama menurun Dan itu membuat sang papa sangat panik Dan khawatir, padahal penyebab utama sang mama tumbang bukan lah ikan salmon.
"Emang dikasi ma sama papa?" kata Shania
"Dikasi dong, mama udah bujuk pake rayuan maut!" kata mama sukma tertawa
Shania menggeleng pelan melihat tingkah sang mama,
"Let's go kita cooking!" kata Shania yang diangguki dengan semangat oleh mama sukma
Ditengah tengah kegiatan memasaknya Shania membuka suara,
"Oh iya ma, nanti malem rencananya aku bakal ngajakin Shania makan malem, boleh gak?" kata Shania
"Loh mau makan malem diluar?" kata mama sukma
"Iya ma makan malem diluar!" kata Shania
"Kenapa gak makan malem dirumah aja Shan, kasian itu Raline kamu ajak makan di luar nanti makanan nya gak cocok buat ibu hamil! kamu tau sendiri kan kalo ibu hamil itu sensitif banget ya mama cuma khawatir aja, mending kamu ajakin dia makan malem disini aja sekalian mama juga mau ngobrol ngobrol seputar kehamilan!" kata mama sukma
Shania tampak menimang nimang, Dan akhirnya menggangguk setuju dengan ucapan sang mama, walaupun dia tidak akan pernah mengajak Raline makan di tempat yang abal abal, tapi tetap saja ke khawatiran sang mama tidak boleh dia sepelekan.
"Yaudah deh ma, nanti Shania kasi tau Raline!" kata Shania
Setelah selesai membantu sang mama memasak makan malam Shania akhirnya memutuskan untuk menelfon sahabat karib nya itu bahwa makan malam diluar mereka batal, tapi digantikan dengan makan malam dirumah Shania.
Shania langsung mencari nomer Raline,
Setelah berdering cukup lama akhirnya Raline mengangkat telfon Shania.
"Eh halo Shan, maaf aku baru selesai mandi nih hehehe, ada apa Shan?" kata raline
"Emm makan malem kita diluar batal, jadi nya makan malem dirumah aku kamu gak papa kan? soalnya mama yang nawarin dia gak mau kamu makan diluar ntar takut ngefek ke keponakan aku!" kata Shania
Shania bisa mendengar kekehan dari Raline,
"Yaampun mama kamu itu protektif banget sama aku!" kata raline
"Iya dong dia kan calon grandma nya ponakan aku!" kata Shania terkekeh
"Iya udah deh nanti aku ke rumah kamu ya!" kata raline
"Siappp deh aku tunggu ya mommy!" kata Shania terkekeh geli
"Ciappp aunty mommy aku siap siap dulu ya!" kata raline
Tit
sambungan telepon nya terputus.
"Emm aku ngapain ya sekarang, mandi udah,bantuin mama masak makan malem juga udah, nonton TV aja kali ya sekalian gangguin mama!" gumam Shania sembari terkekeh
Selain Shaquille, Shania juga sangat hobi membuat mama nya darah tinggi, ya seperti itu dengan menjahili sang mama setiap hari.
Sekarang mama sukma terlihat sibuk dengan majalahnya,
"Ma, fokus banget sih biasain aja dong komuk nya!" kata Shania terkekeh geli melihat ekspresi sang mama saat membaca sangat sangat fokus.
"Ck, kamu mau gangguin mama iya?" kata mama sukma yang sudah hapal gelagat Dari sang putri.
"Hehehe engga kok ma, Shania cuma lagi nungguin Raline dateng, oh iya papa belum dateng ma?" Tanya Shania yang belum melihat tanda tanda sang papa akan pulang
"Katanya sih ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga, jadi mau gak mau papa harus lembur!" kata mama sukma
"Loh papa baru aja sembuh ma!" kata Shania
"Gak papa nak, itu memang sudah tanggung jawab nya papa!" kata mama sukma mencoba memberi pengertian kepada Shania
"Shania mau nonton kartun Si botak dulu deh!" gumam Shania pelan sembari mengambil remote di meja Dan mulai mencari siaran tv yang akan menampilkan acara kartun kesukaannya dan sang papa.
"Kamu ini udah gede gini masih aja suka nontonin film anak kecil!" gerutu mama sukma
"Loh biasanya mama juga ikutan nonton kan?" kata Shania Dan itu membuat mama sukma kalah telak.
Dia akui dirinya memang suka menimbrung jika sang suami Dan sang anak sedang menonton kartun si botak favorite mereka, Dan akhirnya dia ikut menggemari figur si botak itu.
Shania sudah menonton kartun itu Selama 15 menit Dan Raline juga belum datang, dia langsung mengambil ponselnya Dan hendak menghubungi Raline, tapi Shania dikagetkan dengan suara bel rumahnya yang berbunyi.
Ting Tong!
"Shania aja yang buka ma, pasti itu Raline!" kata Shania yang diangguki mama sukma
Ceklek
Raline berdiri di hadapan nya dengan jacket berwarna abu abu favorite nya yang selalu dia pakai kapan saja.
"Hehehe halo aunty!" kata raline menirukan suara anak kecil
Shania tergelak,
"Halo mommy Dan ponakan aunty! Selamat datang, ayo silahkan masuk dulu!" kata Shania sembari mempersilahkan Raline untuk masuk
Mama sukma yang sedang asik menonton siaran berita itu langsung menolehkan kepalanya ke arah Shania dan Raline yang baru saja memasuki rumah.
"Raline, kamu udah dateng nak?" kata mama sukma melangkah menuju Raline
"Hehehe iya tan, Shania tadi bilang nya makan malem disini jadinya, yaudah deh Raline kesini!" kata raline terkekeh
"Hehehe tante yang suruh Shania buat nyuruh kamu makan malem disini, tante takut aja kalo Shania ajak kamu makan di luar ntar malah ngefek sama bayi kamu!" kata mama sukma
Raline menggeleng pelan,
"Yaampun tante santai aja!" kata raline
"Eh sampe lupa, ayo nak kita langsung ke meja makan!" kata mama sukma yang diangguki oleh Raline.
"Nih tante ada masak ikan salmon, ayam goreng, Dan sayur bayam!" kata mama sukma
"Wahhh Raline suka sayur bayam!" kata raline girang
"Yaudah yuk kita langsung makan, nanti biar ada waktu buat kita ngobrol!" kata mama sukma terkekeh
Mama sukma, Shania, Dan Raline langsung menduduki kursi mereka masing masing.
"Ini nak tante ambilkan nasi Dan lauknya kamu bebas pilih mau yang mana!" kata mama sukma seraya tersenyum lembut
"Udah udah tan, Raline bisa ambil sendiri kok gak bakal keluar keringet kok cuma ngambil nasi aja!" kata raline bergurau
"Udah kamu duduk aja, biar tante yang layani tamu adalah raja, kamu harus Inget itu selalu!" kata mama sukma terkekeh
Raline menggangguk pasrah, tidak ada guna nya juga dia bersikeras menolak.
"Aku mau semua menu nya ya tan hehe, aku pengen banget nyobain ikan salmon Dari dulu tapi gak pernah kesampean!" kata raline
Mama sukma tersenyum lalu mengambil semua menu yang Raline minta, Dari mulai ikan salmon,sayur bayam, Dan ayam goreng.
"Shan kamu mau mama ambilkan juga nak?" kata mama sukma
"Eh gak usah ma Shania ambil sendiri aja!" kata Shania terkekeh
Mereka bertiga mulai menyantap makan malamnya dengan hening, dari raut wajahnya Raline sangat terlihat gembira sekali karena keinginannya untuk mencoba makan ikan salmon terpenuhi.
Setelah menghabis kan makan malam dengan porsi Raline yang paling banyak, wajar saja dia tidak makan untuk dirinya sendiri sekarang ada nyawa lain yang ikut makan di dalam perutnya yang masih rata. karena kandungan nya baru memasuki usia 2 bulan.
"Duh maafin Raline ya tante makan nya gak bisa dikontrol banget belakangan ini!" kata raline dengan raut wajah malu.
Siapa yang tidak malu, sudah diajak makan malam Dan porsi nya lah yang paling banyak.
"Loh kamu kenapa sungkan gitu nak, kamu juga makan gak untuk diri kamu sendiri lho! ada nyawa kecil yang ikut makan sama kamu!" kata mama sukma tersenyum sembari menatap perut Raline.
Saat ini mereka bertiga tengah berbincang bincang di sofa ruang tamu.
"Oh iya nak, apa kamu mengalami gejala mual mual? karena saat usia kandungan kamu ini sering banget ibu hamil yang lagi mual mual nya!" kata mama sukma
"Emm engga sih tan, aku gak pernah mual mual Selama ini, aku tau aku hamil pun karena aku sempet pingsan pas lagi bantuin tante masak di dapur!" kata raline
Mama sukma menggangguk, tidak semua ibu hamil yang bisa mengalami mual mual tapi sebagian besar ibu hamil di trimester awal ini memang sedang rajinnya mual mual.
"Syukur deh kalo gitu, oh iya kamu tadi ngajar ke kampus ya kata Shania? udah enakan badan kamu?" kata mama sukma
"Hehehe udah kok tan, aku mutusin buat ke kampus karena aku juga gak enak buat cuti terlalu lama!" kata raline
"Tante mengerti sekali nak, tapi tante saranin perbanyak istirahat karena usia kandungan kamu masih muda dan sangat beresiko sekali kalau sampe terjadi sesuatu!" kata mama sukma khawatir
"Iya tan Raline ngerti kok hehe, tante Sarah juga sering bilang begini ke Raline!" kata raline
"Oh iya, apa kamu mengalami fase mengidam nak?" kata mama sukma penasaran
Mama sukma seakan akan sedang mengobrol dengan putri nya yang sedang mengandung cucu nya, dia sangat menyayangi Raline itu sudah terlihat jelas Dari wajah nya yang terlihat begitu antusias.
"Emm untuk saat ini sih cuma nafsu makan nya aja yang meningkat tan, kalo untuk minta ini itu sih gak ada!" kata raline
Memang benar Raline tidak menghadapi masa yang bernama mengidam itu, tapi nafsu makan nya lah yang meningkat drastis.
"Kalo dulu tante pas hamil Shania, ngidamnya untik sih menurut tante!" kata mama sukma
"Emang mama ngidam apa pas hamil aku?" kata Shania membuka suara karena sedari tadi dia menyimak obrolan sang mama dengan sahabat nya itu.
"Ngidam suruh papa kamu buat Les ballet!" kata mama sukma dengan nada santai nya.
Shania Dan Raline terpelongo Ditempat, terutama Shania yang saat ini wajah nya sudah memerah menahan malu.
"Serius ma mama ngidam itu?" kata Shania yang masih belum percaya.
"He'em beneran lah masa mama boong ke kamu, mama ngotot ke papa kamu buat suruh dia daftar Les ballet pria, akhirnya setelah segala bujuk rayu mama pake, papa setuju dengan berat hati buat nurutin kemauan mama yang kata papa sangat ajaib!" kata mama sukma terkekeh geli
"Mama mengidam seperti itu berapa lama?" kata Shania
"Emm kayaknya 2 bulanan deh, Dan akhirnya papa langsung nyerah Dan gak mau terusin Les ballet nya lagi, padahal mama waktu itu seneng banget liatin papa lagi latihan ballet!" kata mama sukma
Shania Dan Raline terpelongo lagi, ini sepertinya bukan keinginan Shania tapi memang keinginan absurd sang mama.
Saat mama sukma hendak melanjutkan cerita nya Shania sudah memotong nya terlebih dahulu, dia tidak ingin menanggung malu nya di depan sahabat karib nya ini.
"Udah ma stop jangan diterusin dong, Shania malu tau sama raline!" gerutu Shania dengan nada kesal nya.
"Loh mama kan cerita fakta!" kata mama sukma.
Ting Tong!
"Biar Shania yang buka ma!" kata Shania sembari beranjak Dari sofa.
Ceklek
Disana sudah berdiri sang papa dengan wajah letih nya.
"Loh papa udah dateng tadi mama bilang papa mau lembur?" kata Shania sembari mengambil tas sang papa.
"Udah papa serahin ke anak buah papa!" kata papa David terkekeh pelan.
"Yaudah yuk pa masuk dulu, di dalem ada Raline juga tuh!" kata Shania
"Oh ya? ngapain dia kesini?" kata papa David bingung
"Mama ngajakin Raline makan malem disini pa, awalnya sih Shania mau ajakin makan malem diluar tapi mama nyuruh nya buat makan disini aja!" kata Shania
"Loh papa udah pulang? gak jadi lembur?" kata mama sukma yang melihat keberadaan sang suami.
"Udah papa kasi ke anak buah ma!" kata papa David
"Yaudah papa bersih bersih dulu gih, abis itu langsung makan malam, mama ada masak 3 menu untuk malam ini ikan salmon,sayur bayam,Dan ayam goreng!" celoteh mama sukma
Papa David terkekeh mendengar nya,
"Iya iya, papa mau bersih bersih dulu deh!"
"Oh iya nak Raline, udah selesai makan malam nya?" kata papa David sembari mengarahkan arah bola mata nya ke Arah Raline yang sedang duduk di samping mama sukma.
"Eh iya om udah kok tadi barengan sama Shania Dan tante juga!" kata raline yang diangguki oleh papa David.
Continue